KEHAMILAN
1 September 2020

Sesak Napas saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Penanganannya

Berbahayakan jika terjadi saat hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagian besar wanita hamil merasa sesak napas saat hamil trimester awal dan akhir. Ini umumnya tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi jumlah oksigen yang didapat bayi kita.

“Napas pada ibu hamil akan berbeda dengan yang tidak hamil. Ibu hamil tidak hanya menghirup oksigen untuk dirinya saja, namun juga untuk janinnya,” jelas dr. Putri Deva Karimah, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Baca Juga: Gejala dan Penyebab Sesak Napas pada Anak

Ditambah semakin bertambahnya usia kehamilan diikuti dengan perubahan dan pembesaran rahim yang memakan banyak ruang pada perut ibu.

Perubahan dan pembesaran rahim ini menyebabkan ruang paru-paru untuk bekerja menjadi menyempit, dan kemudian membutuhkan kekuatan lebih untuk bekerja.

Penyebab Sesak Napas saat Hamil

sesak napas saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Dokter Putri juga menjelaskan bahwa jumlah air ketuban yang berlebihan atau di atas batas normal sesuai usia kehamilan dan berat janin besar atau kembar merupakan kondisi di mana akan memakan banyak ruang di perut ibu, dan penekanan ini juga menjadi salah satu faktor penyebab sesak napas saat hamil.

Selain itu, hormon progesteron yang dominan di masa kehamilan juga dapat menyebabkan napas terasa lebih sesak dan berat.

Hormon pada kehamilan ini juga membuat kerja lambung melambat, sehingga asam lambung mudah sekali meningkat, dan salah satu gejalanya selain mual muntah, beberapa ada yang merasakan sesak.

Baca Juga: Apa Penyebab Sesak Napas dan Bagaimana Penanganannya?

“Udara yang terlalu dingin juga menyebabkan ibu hamil bisa mengalami sesak napas, karena cuaca dingin menyebabkan metabolisme ibu hamil menjadi menurun dan memengaruhi paru-paru,” terang dr. Putri.

Inilah yang membuat ibu hamil menjadi lebih sulit bernapas. Sebaiknya, gunakanlah pakaian yang nyaman agar ibu hamil selalu merasakan suhu yang tepat agar kesehatan pernapasan tetap terjaga.

Secara garis besar, beda trimester, beda juga penyebab sesak napas saat hamil Moms. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

1. Trimester Pertama

Janin tidak harus terlalu besar untuk menyebabkan perubahan pernapasan pada wanita hamil, termasuk sesak napas saat hamil muda. Diafragma, pita jaringan otot yang memisahkan jantung dan paru-paru dari perut, naik sebanyak 4 sentimeter selama trimester pertama kehamilan.

Gerakan diafragma membantu paru-paru terisi udara. Sementara beberapa wanita mungkin tidak menyadari perubahan seberapa dalam mereka dapat bernapas, yang lain mungkin memperhatikan bahwa mereka tidak dapat mengambil napas dalam-dalam.

Selain perubahan diafragma, ibu hamil sering kali bernapas lebih cepat akibat peningkatan hormon progesteron.

Progesteron memainkan peran penting dalam perkembangan janin. Ini juga merupakan stimulan pernapasan, yang berarti menyebabkan pernapasan seseorang menjadi lebih cepat.

Jumlah progesteron dalam tubuh wanita akan meningkat selama masa kehamilan.

Meskipun bernapas lebih cepat tidak selalu menyebabkan sesak napas saat hamil, beberapa wanita mungkin memperhatikan perubahan pola pernapasan.

2. Trimester Kedua

Jantung yang bekerja lebih keras selama kehamilan bisa menyebabkan sesak napas saat hamil. Moms mungkin mengalami sesak napas saat hamil yang lebih terlihat pada trimester kedua.

Rahim yang tumbuh biasanya menyebabkan sesak napas saat hamil trimester kedua. Namun, beberapa perubahan pada cara fungsi jantung juga dapat menyebabkan sesak napas saat hamil.

Jumlah darah dalam tubuh wanita meningkat secara signifikan selama kehamilan. Jantung harus memompa lebih keras untuk memindahkan darah ini ke seluruh tubuh dan ke plasenta.

Beban kerja yang meningkat pada jantung bisa membuat Moms merasa sesak napas saat hamil

3. Trimester Ketiga

Selama trimester ketiga, pernapasan mungkin menjadi lebih mudah atau lebih sulit, terutama bergantung pada posisi kepala bayi yang sedang berkembang.

Sebelum bayi mulai berputar dan turun lebih jauh ke dalam panggul, kepala bayi mungkin terasa seolah-olah berada di bawah tulang rusuk dan menekan diafragma, sehingga membuat Moms sesak napas saat hamil.

Menurut National Women’s Health Resource Center, jenis sesak napas saat hamil ini biasanya terjadi antara minggu ke 31 dan 34.

4. Penyebab Lain

Jika Moms mengalami sesak napas saat hamilyang parah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Meskipun perubahan kehamilan dapat menyebabkan sesak napas, kondisi medis lain juga dapat menyebabkan masalah tersebut. Ini termasuk:

  • Asma: Kehamilan dapat memperburuk gejala asma yang ada. Siapa pun dengan asma harus berbicara dengan dokter tentang perawatan yang aman selama kehamilan, seperti inhaler atau obat-obatan.
  • Kardiomiopati peripartum: Ini adalah jenis gagal jantung yang dapat terjadi selama kehamilan atau segera setelah melahirkan. Gejala berupa pergelangan kaki bengkak, tekanan darah rendah, kelelahan, dan jantung berdebar-debar. Banyak wanita pada awalnya mungkin mengaitkan gejala mereka dengan kehamilan, tetapi kondisi ini dapat sangat memengaruhi kesehatan wanita dan seringkali memerlukan perawatan.
  • Emboli paru: Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah tersangkut di arteri di paru-paru. Emboli dapat secara dramatis memengaruhi pernapasan dan menyebabkan batuk, nyeri dada, dan sesak napas saat hamil.

Menangani Sesak Napas saat Hamil

sesak napas saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sesak napas saat hamil dapat dibantu dengan memperbaiki posisi tidur dan duduk. Mungkin ibu hamil dapat tidur miring atau disanggah bantal. Saat duduk, carilah posisi yang nyaman dan sanggahlah punggung dengan bantal.

Baca Juga: Sistem Pernapasan pada Ibu Hamil Berubah, Ketahui Perawatan Gigi yang Tepat

Apabila kondisi sesak semakin memberat dan tidak membaik dengan perbaikan posisi, hingga membuat ibu hamil tidak bisa beraktivitas, ada baiknya segera kontrol ke dokter terdekat.

Kondisi sesak napas yang tidak normal dapat membahayakan ibu dan janin, karena asupan oksigen janin hanya berasal dari ibu. Apabila ibu tidak cukup oksigen, maka janin juga akan kekurangan dan menyebabkan gawat janin.

Kapan Harus Khawatir Sesak Napas saat Hamil

sesak napas saat hamil: kapan harus khawatir

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengalami sesak napas saat hamil yang tiba-tiba, parah, atau terkait dengan nyeri dada atau denyut nadi lebih cepat, segera dapatkan bantuan medis. Gumpalan darah bisa saja menetap di paru-paru Moms, kata Dr. Riley seperti dikutip dari Parents.com.

Situasi ini (disebut emboli paru) jarang terjadi namun berbahaya di antara wanita hamil, terutama mereka yang mengalami pembekuan darah di kaki mereka.

Ketahuilah juga bahwa masalah pernapasan bisa disebabkan oleh pneumonia. Biasanya disertai demam, nyeri dada, dan batuk, pneumonia adalah penyebab kematian nomor tiga di antara wanita hamil, kata Dr. Riley.

Pneumonia dapat disebabkan oleh virus atau bakteri dan dengan salah satunya, komplikasi potensial dapat mencakup gagal napas, persalinan prematur, atau infeksi yang dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Moms juga dapat mencari nasihat medis jika menderita asma yang memburuk selama kehamilan. Banyak obat asma yang dianggap aman saat hamil.

Dokter biasanya lebih suka meresepkan obat hirup karena memiliki efek yang lebih terlokalisasi dan bekerja dengan baik. Namun, jika menemukan bahwa dada Moms terasa sesak, segera beri tahu dokter.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai sesak napas saat hamil. Sesak napas saat hal termasuk hal normal, namun jika Moms tidak yakin sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

Artikel Terkait