GAYA HIDUP
12 Juni 2019

Si Kecil Sudah Siap Sekolah? Atur Keuangan Dana Pendidikannya

Bagaimana cara mengatur pengeluaran rumah tangga agar tetap stabil dan bisa menyisihkan untuk dana pendidikan anak? Ini ulasannya.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, terlebih lagi jika menyangkut masa depan anak.

Mungkin saja saat ini anak masih kecil dan belum sekolah, namun alangkah pentingnya untuk menyiapkan dana pendidikan anak mulai dari sekarang.

Sebab, semakin tahun kenaikan biaya pendidikan akan semakin tinggi.

Biaya sekolah anak kini bisa menyamai bahkan lebih dari biaya Moms saat kuliah dulu.

Itu membuktikan bahwa orangtua harus memutar otak untuk dapat mengumpulkan dana agar anak mendapatkan pendidikan yang tinggi.

Tentang di mana anak harus sekolah, itu semua tergantung pada keputusan orangtua dan pilihan anak kelak.

Visi dan misi sebagai orangtua yang ingin menyekolahkan anak harus jelas. Sehingga, nantinya akan lebih mudah untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, terlepas di mana sekolah yang ingin dituju, perencanaan itu penting.

Lakukan perencanaan mulai dari pilihan sekolah yang ingin dituju, berapa besar biaya uang pangkal dan SPP sekolah tersebut, serta kenaikan biaya yang mungkin akan terjadi.

Baca Juga : Selain Tabungan Konvensional, Ini 5 Cara untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Setelahnya, Moms baru bisa menentukan berapa banyak biaya yang harus dikumpulkan setiap bulan.

“Semakin dini usia anak, maka akan semakin banyak waktu untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Persiapannya juga harus bersamaan, bukan hanya sebatas masuk TK atau SD. Karena kalau satu-satu, malah nanti Moms dan pasangan akan kewalahan. Siapkan dana pendidikan hingga S1 atau bahkan S2,” ujar Annissa Sagita, seorang konsultan perencana keuangan.

Investasi jangka panjang menjadi investasi yang disarankan untuk mengumpulkan dana pendidikan anak.

Investasi ini dilakukan mengingat kenaikan biaya pendidikan bisa mencapai 8-25% setiap tahunnya.

Dengan begitu, investasi yang hanya berjangka pendek rasanya takkan mampu mengimbangi.

Namun, banyaknya pengeluaran rumah tangga, seperti uang makan, listrik, air, kebutuhan pribadi dan lainnya, membuat Moms menjadi khawatir tidak mampu untuk menyisihkan uang demi dana pendidikan anak.

Tenang saja, begini cara mengatur keuangan agar tetap dapat menyisihkan uang untuk dana pendidikan anak.

Evaluasi Perencanaan Keuangan

Cara Mengatur Keuangan agar Dapat Menyisihkan Dana Pendidikan-2.jpeg

Foto: nationaldebtrelief

Persentase berapa banyak uang yang harus disisihkan untuk dana pendidikan pada setiap keluarga tidak akan sama.

Semua punya target yang berbeda, produk investasi dengan jangka waktu yang berbeda, serta penghasilan yang berbeda-beda pula.

Jadi, tidak ada besaran yang tepat untuk menentukan hal tersebut.

Namun, yang bisa Moms dan pasangan lakukan adalah menargetkan alokasi pengeluaran rumah tangga bersama.

“Soal pembagian kebutuhan rumah tangga kembali pada kesepakatan masing-masing pasangan, tidak ada rumusnya mana yang tepat dan mana yang tidak tepat," ujar Annissa saat bincang-bincang Kulwap Orami Community pada Rabu (20/3) lalu.

Menurut Annissa, lebih bagus kesepakatannya adalah berdasarkan kesepakatan, ada komunikasi verbal soal pengaturan keuangan rumah tangga. Lebih baik lagi, jika hal tersebut ditulis biar jelas.

Selain itu, setiap bulannya, sebaiknya melakukan evaluasi keuangan bersama pasangan.

Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan apakah ada hal yang harus diubah atau tetap diteruskan.

Intinya adalah komunikasi yang jujur dan terbuka bersama pasangan itu sangat diperlukan.

Jangan sampai pasangan tidak mengetahui transparansi dalam keuangan rumah tangga.

Baca Juga : 5 Bentuk Investasi untuk Pendidikan Anak yang Bisa Moms Lakukan

Pentingnya Dana Darurat

Cara Mengatur Keuangan agar Dapat Menyisihkan Dana Pendidikan-3.jpg

Foto: mothering

Meskipun tengah berinvestasi, Moms dan pasangan tidak boleh melupakan pentingnya menyiapkan dana darurat.

Tabungan dana darurat ini, seperti namanya, digunakan ketika terjadi kejadian mendadak yang membutuhkan dana lebih.

Hal ini dimaksudkan agar Moms dan pasangan tidak menyentuh dana pendidikan anak ketika keuangan rumah tangga sedang tidak stabil. Melainkan bisa menggunakan dana darurat tersebut.

“Berinvestasilah ketika keuangan rumah tangga sudah sehat. Jangan lupa untuk mempelajari produk keuangan yang dipilih karena setiap produk memiliki risikonya masing-masing,” pesan dari Annissa, yang juga aktif mengajar di kelas sosialisasi perencana keuangan.

Ingat persiapkan dana pendidikan sejak dini agar masa depan anak terjamin dengan baik, ya!

(DG/CAR)

Artikel Terkait