2-3 TAHUN
3 Oktober 2017

Si Kecil Tak Mau Memeluk Om dan Tantenya? Jangan Paksa Dia

Bagaimana jika si kecil tidak mau memeluk om dan tantenya?
Artikel ditulis oleh (katri.dyah)
Disunting oleh (katri.dyah)

Seringkali rasa gemas akan anak kecil membuat orang yang melihatnya ingin segera memeluk anak tersebut. Apalagi jika orang itu adalah kerabat atau saudara yang merasa ada kedekatan hubungan, sehingga tak segan untuk memeluk atau bahkan mencium si kecil. Tapi bagaimana jika si kecil tetap tidak mau atau menolak pelukan tersebut? Haruskan om atau tantenya memaksa agar ia bisa dipeluk?

Menurut psikolog anak, pada rentang usia 3-4 tahun, anak lebih mandiri secara fisik. Namun, secara emosi balita sedang memasuki masa transisi. Di satu waktu, anak masih ingin dimanja oleh kedua orang tuanya tapi secara tiba-tiba dia dapat menolak perhatian dari orang sekitar, misalnya tidak ingin dipeluk atau dicium.

anak tidak mau memeluk jangan dipaksa

Hal ini sebenarnya wajar karena ini adalah bentuk upayanya untuk bisa mandiri secara emosi. Bisa saja anak tidak mau dipeluk karena dia sensitif terhadap sentuhan dengan durasi yang lama. Sikap anak seperti itu biasanya cenderung menyukai sentuhan yang ringan serta tidak berlangsung lama seperti ciuman di pipi. Pada saat anak tidak menginginkannya, cobalah untuk menerima anak apa adanya. Berikanlah ia kesempatan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk sebuah pelukan dan perhatian. Amatilah bahasa tubuhnya untuk menentukan waktu yang tepat.

Hargai Keputusan Si Kecil

Sebagai om atau tantenya harus tahu benar kondisi yang tepat kapan dia ingin dipeluk dan diperhatikan dan kapan pula saat ia tidak ingin. Sebenarnya ungkapan sayang bisa dilakukan lewat banyak hal. Hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak untuk melakukannya. Sebagai orang tua, Mama juga harus mengerti perasaan anak yang cenderung tidak mau disentuh orang asing yang ditemuinya.

Baca juga: 4 Kesalahan Mendidik Anak yang Sering Dilakukan Orangtua

Tidak memaksa anak untuk dipeluk, berarti mengajarkan si kecil untuk membuat keputusan akan hak tubuhnya sendiri. Bayangkan saja jika memang dipaksa, pasti anak akan merasa tidak nyaman dan kemungkinan akan menimbulkan ketakutan dengan kerabat dan keluarga yang ingin memeluknya. Hal ini semakin membuat kondisi anak semakin buruk.

Sebagai orang tua, Mama dapat mengajarinya perlahan-lahan mulai dari bagaimana sikap seharusnya ketika bertemu orang lain, seperti bersalaman dan tersenyum ketika menyapa orang lain. Jika anak tidak mau, jangan pula dipaksa dan putus asa, Ma! Asalkan Mama rajin untuk mengajari, pelan-pelan si kecil akan mengerti sikap tersebut.

(PIA)

Artikel Terkait