NEWBORN
23 Februari 2019

Bayi Takut Pada Mainan Tertentu, Bagaimana Mengatasinya?

Jangan paksakan jika memang Si Kecil takut ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kebanyakan bayi senang bermain dengan mainannya. Tetapi ada juga beberapa bayi yang justru merasa takut dengan mainan barunya lho Moms. Mainan yang bergerak atau berbunyi keras misalnya, bisa menjadi penyebab bayi takut mainan.

Sebagian besar bayi tumbuh dengan ketakutan pada awal kehidupannya tanpa perlu banyak bantuan dari orang tua. Tidak terkecuali saat bayi merasa takut atau tidak suka dengan jenis mainan tertentu.

Namun, Moms dapat melakukan beberapa hal untuk membantu Si Kecil mengatasi ketakutannya pada mainan. Apa saja yang bisa Moms lakukan? Yuk kita lihat di bawah ini!

1. Berikan Hanya Jika Si Kecil Menginginkannya

mainan anak

Foto: Shutterstock.com

Sebelum membiarkan bayi berada di dekat mainan yang dapat bergerak, mintalah bayi untuk melihatnya dari kejauhan dan berikan hanya jika ia ingin menyentuhnya. Mainan dengan tombol untuk memulai gerakan lebih baik untuk bayi dibandingkan mainan yang bergerak secara otomatis.

Meskipun Si Kecil tidak takut dengan mainan bergerak yang dilengkapi dengan tombol, jangan nyalakan mainan tersebut secara tiba-tiba, terutama saat dimainkan oleh Si Kecil. Pasalnya, bayi masih sangat mudah merasa terkejut dan bisa jadi Si Kecil akan menunjukkan rasa takut atau tidak nyaman hanya kerena mainannya tiba-tiba bergerak.

2. Biarkan Si Kecil Memilih Mainan yang Disukainya

asian baby sit ob car toy anek suwannaphoom

Foto: Fineartamerica.com

Untuk mengatasi bayi takut mainan, Moms dapat membiarkannya memilih mainan yang memang ingin dimainkannya. Meskipun memang tidak ada kategori khusus untuk mainan yang dinilai ideal untuk bayi, beberapa anak cenderung menyukai mainan yang mereka anggap aman atau menghibur mereka.

Baca Juga: 5 Cara Memilih Mainan Si Kecil

3. Berikan Dukungan Emosional pada Si Kecil

anak main

Foto: Shutterstock.com

Empati dari orang tua merupakan sesuatu yang kuat untuk memelihara emosi bayi. Bayi perlu merasakan hal ini setiap hari dan merasakan bahwa orang tuanya secara emosional terhubung dengan perasaannya.

Kedekatan dan kenyamanan secara emosional yang dirasakan oleh bayi ini akan membantunya dalam mengatasi rasa takut, termasuk ketakutan pada mainan tertentu.

4. Jangan Paksa Si Kecil untuk Menyukai Mainan yang Ditakutinya

asian baby boy playing hourse toys floor 38045 103

Foto: Freepik.com

Jika Si Kecil takut terhadap mainan tertentu, Moms tidak perlu memaksa Si Kecil untuk dapat menghadapi apa yang ditakutinya. Terapi pemaparan dirancang untuk orang dewasa dan anak-anak yang sudah cukup tua, di mana manfaatnya didapatkan karena adanya pemikiran dan penalaran logis yang itu belum dimiliki oleh bayi.

Bayi belum sepenuhnya mampu untuk menghubungkan diri dengan dunia luar sampai setidaknya berusia tiga tahun. Jadi Moms harus bersabar untuk tidak memaksakannya ya.

Baca Juga: Trik Membeli Mainan Anak yang Aman dan Sesuai Dengan Usianya

5. Biarkan Si Kecil Menenangkan Diri dari Rasa Takutnya

artikel 1438141613

Foto: Bundakonicare.com

Berikan ruang dan waktu pada Si Kecil saat ia menunjukkan rasa takut terhadap mainan tertentu. Moms dapat membantu Si Kecil mengatasi rasa takutnya dengan tetap tenang dan berusaha untuk tidak membiarkan rasa takutnya membuat Moms merasa khawatir secara berlebihan.

Bisa jadi Si Kecil bukan takut tetapi hanya merasa kaget karena mainan di dekatnya tiba-tiba bergerak atau berbunyi. Maka dari itu dengan membiarkannya menenangkan diri mungkin Si Kecil beberapa saat kemudian tidak akan lagi ketakutan pada mainan tersebut.

Nah, beberapa tips di atas dapat Moms terapkan saat melihat Si Kecil menunjukkan rasa takut terhadap mainan tertentu. Perlu Moms ketahui bahwa saat bayi mulai bertambah usia, ia akan dapat mengatasi rasa takutnya itu dengan sendirinya.

Jangan heran jika nantinya mainan yang saat ini ditakuti oleh Si Kecil mungkin menjadi salah satu mainan favoritnya saat sudah mulai memasuki usia balita atau pra-sekolah ya Moms.

(RGW)

Artikel Terkait