PARENTING
31 Agustus 2019

Siapa Bilang jadi IRT Bisa Santai? Ternyata Penuh Tantangan Lho Moms

Saya pernah merasa jenuh, karena dari pagi hingga suami pulang kantor, saya selalu ada bersama anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Oleh Maria Nofianti (30 th), Ibu dari Arsakha Shakeil Tanadinata (6 bln), Member WAG Orami Newborn (5)

Baik itu menjadi seorang ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja itu memiliki suka dan dukanya masing-masing. Karena hal ini sebenarnya adalah sebuah pilihan.

Jika dulu Moms mungkin sering melihat bahwa setelah menikah, seorang perempuan akan menjadi ibu rumah tangga, keluar dari pekerjaannya (jika ia sebelumnya bekerja), dan mengurus rumah tangga.

Namun, zaman semakin berubah, seorang perempuan bisa menjadi istri sekaligus ibu, dan juga bekerja di luar rumah. Apalagi jika tinggal bersama orang tua, atau memiliki asisten rumah tangga, atau pengasuh anak.

Sayangnya, tidak semua ibu memilih untuk memberikan tanggung jawab pengasuhan anak dan rumah tangga mereka pada pengasuh, asisten rumah tangga, atau kakek dan nenek Si Kecil.

Termasuk saya, yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya setelah melahirkan anak.

Keputusan saya ini tentu memiliki banyak tantangan yang harus saya lalui untuk bisa bersama anak, dari pagi hari hingga malam hari.

Berikut ini beberapa tantangan yang saya lalui dan mungkin juga dialami oleh Moms lainnya yang memutuskan menjadi stay-at-home Mom setelah sebelumnya menjadi pekerja kantor.

Baca Juga: OMG! Ternyata Saya Mengalami Blighted Ovum alias Kehamilan Kosong

1. Kaget dengan Perubahan Kegiatan

stay at home moms-1.jpg

Foto: thebump.com

Jika biasanya dulu mengusahakan diri bangun pagi, mandi, dan hanya sarapan seadanya agar jangan sampai telat ke kantor telah menjadi rutinitas. Kini, ada rasa kaget saat bangun pagi.

Tak perlu buru-buru mandi lagi, tetapi kali ini disambut dengan tangis dan tawa Si Kecil yang meminta untuk diperhatikan. Batin saya, bayi mungil ini menjadi sosok yang memang perlu saya rawat.

Baca Juga: Serunya Menikmati Tahun Pertama bersama Bayi Prematur

2. Bingung tentang Menu Masakan

stay at home moms-2.jpg

Foto: happyhealthyeatingforkids.com

Ternyata, menjadi ibu rumah tangga di rumah harus kreatif. Bahkan, saya sampai bingung mau masak apa di hari itu. Mungkin karena dulu terbiasa sudah ada yang menyediakan makanan, atau terbiasa makan di luar.

Jadi, memikirkan untuk menu masakan sudah saya lakukan sejak malam hari, sebelum besok pagi tukang sayur datang.

Karena, tidak jarang saya masih sering merasa bingung hendak berbelanja apa dan memasak apa, bahkan ketika sudah berada di depan gerobak sayur.

3. Ada Rasa Jenuh

stay at home moms-3.jpg

Foto: healthytimes.com

Saat masih kerja, banyak hal yang dilalui, banyak juga orang yang saya temui.

Namun, saat menjadi ibu rumah tangga, saya di rumah berdua dengan anak dari pagi sampai sore, juga hingga suami pulang dari kantornya.

Ternyata, hal ini tidak mudah untuk dijalani lho, Moms. Akan ada rasa jenuh saat menjadi ibu rumah tangga, meski tawa Si Kecil membuat dunia seorang ibu menjadi sangat bahagia.

Tetapi, ada saat-saat di mana seorang ibu rumah tangga perlu piknik, cukup sekadar keliling taman, jalan-jalan di mal, atau diajak makan malam di luar. Itu sudah cukup menjadi mood booster.

Baca Juga: Mendampingi Anak Epilepsi dan Delay Tumbuh Kembang

Jadi, saya semakin menyadari bahwa pada dasarnya untuk menjadi ibu rumah tangga yang mengurus rumah, anak, dan suami itu memang perlu rasa ikhlas yang tinggi dan mampu merendahkan ego.

Jika dulu saya setiap hari bersosialisasi langsung dengan teman kerja, berbagi ide untuk hasil kerja yang lebih oke, lalu sekarang harus di rumah, masak, mengganti popok bayi, mengajak main anak, dan hingga sampai Si Kecil tidur baru bisa bermain ponsel.

Tetapi saya yakin, semua hal itu sangat menyenangkan untuk dijalani.

Karena menjadi ibu yang menyaksikan perkembangan Si Kecil secara langsung itu lebih memuaskan ketimbang hanya mendengar cerita dari pengasuh.

Saya juga yakin, bahwa semua ibu ingin mengurus anaknya sendiri, tetapi mungkin karena ada beberapa faktor yang membuat mereka harus tetap bekerja di luar rumah dan memercayakan pengasuhan anak pada orang lain.

Artikel Terkait