KESEHATAN
20 Maret 2019

Siapa Sangka Stres Bisa Menular? Simak Penjelasannya di Sini!

Sama seperti flu dan batuk, semakin dekat kita dengan orang yang sedang stres, semakin besar kemungkinan kita untuk tertular.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Studi tentang topik bahwa stres bisa menular telah terbukti berkat para peneliti dari University of British Columbia.

Peneliti ini mengumpulkan sampel air liur 400 siswa SD dan menemukan bahwa guru yang merasa lelah berperan dalam meningkatkan hormon kortisol (hormon stres) pada siswa-siswanya.

Tidak diketahui secara pasti stres yang mana yang muncul duluan; apakah stres dari sang guru atau stres dari siswa-siswanya.

Yang jelas, pengaruhnya lebih tahan lama beberapa jam dibandingkan ketularan bad mood.

Dalam kasus ini, para peneliti menunjukkan masalah soal stres bisa menular terkait kesulitan belajar dan kesehatan mental.

Hasil Penelitian Mengenai Stres Bisa Menular

rsz siapa sangka stress ternyata menular 1

Foto: unsplash.com

Penelitian oleh Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences and the Technische Universität Dresden, menemukan bahwa berada di sekitar orang stres, entah teman dekat atau orang asing sekalipun, bisa membuat orang lain stres juga.

Hal ini bisa diukur secara fisik.

Dalam penelitian ini, subjek yang diteliti dipasangkan dengan pasangan masing-masing dan orang asing dari lawan jenis kemudian dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diberi pertanyaan aritmatika menantang, kemudian langsung diwawancara untuk menimbulkan stres.

Sementara, kelompok lainnya dengan 211 pengamat hanya melihat tes dan wawancara tersebut melalui cermin satu arah dan juga transmisi video.

Hasilnya menunjukkan bahwa 95% subjek tes yang ditimpa stres secara langsung menunjukkan gelagat stres.

Sementara itu, 26% dari pengamat mengalami peningkatan produksi kortisol sebagai hasil dari stres empatik.

Dampak stres meningkat sebanyak 40% pada subjek tes yang tengah mengamati pasangannya yang berada dalam situasi stres.

Sedangkan terhadap orang asing pengaruh stres meningkat sebanyak 10%.

Ketika para pengamat menyaksikan situasi stres tersebut melalui kaca satu arah, 30% dari pengamat menunjukkan respon stres.

24% lagi mengalami stres ketika mereka menonton situasi yang menekan tersebut melalui video, Moms.

Duh, ternyata stres benar-benar bisa menular, ya, Moms?

Baca Juga: 10 Tips Menghilangkan Stres di Tengah Kesibukan

Gejala Fisik Saat Stres Menular

relieve stress naturally

Foto: powerofpositivity.com

Menurut psikiater Dr. Judith Orloff, stres terlihat dari fisik seseorang.

Postur tubuh berubah, pupil mata membesar, pola bicara berubah. ‘

“Menangkap stres orang lain akan membuat kita merasa lelah, bahkan depresi dan cemas jika kita tidak mampu menanganinya.”

Dan menurut sosiolog Professor Nicholas Christakis, “Tak hanya menangkap stres orang lain, tapi Anda juga akan menirunya.”

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Stres Pada Anak

Hindari Penularan Stres

siapa sangka stress ternyata menular 2

Foto: unsplash.com

Jarak berperan besar dalam hal penularan. Ketika melihat gelagat orang stres, cara mengatasi stres itu terjadi pada kita pula adalah dengan menjauh.

Ketika sudah mengalami stres, penting untuk tidak merespon stress orang lain dengan pengalaman stres kita sendiri.

Ini hanya akan memperparah dampak stres pada diri kita.

Dalam situasi seperti kantor, penting untuk menjaga energi positif kita agar tidak mudah terpengaruh stres dari orang lain.

Izin ke toilet, misalnya, adalah solusi yang paling mudah.

Tarik nafas perlahan dan ingatkan diri untuk bertahan dalam situasi tersebut tanpa meresponnya.

Baca Juga: Stres dan Trauma Berkelanjutan? Atasi dengan Metode TRE!

Sebuah solusi yang diajukan oleh Dr. Orloff kepada pasiennya adalah, “membayangkan ada penangkis yang melindungi kita dari negatif emosi orang lain.”

Penting untuk selalu diingat bahwa kita bisa terkena stres karena kita berusaha untuk keluar dari situasi yang membahayakan diri kita, atau karena kita berusaha menolong orang lain untuk keluar dari situasi membahayakan tersebut.

Jadi, arahkan pemikiran kita untuk ‘keluar dari masalah’ atau ‘bantu orang lain keluar dari masalah’ supaya bisa segera terlepas dari stres.

Nah, itulah penjelasan mengapa stres bisa menular. Semoga Moms bisa lebih menghindari stres dengan cara menjauhi pemicunya, ya!

(MDA)

Artikel Terkait