KESEHATAN
10 Maret 2020

Siklus Menstruasi Normal atau Tidak? Cek dengan Ini!

Penting bagi kita untuk memperhatikan siklus menstruasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms tahu kapan periode menstruasi terakhir berakhir atau berapa lama siklus menstruasi tersebut berlangsung? Jika tidak, mungkin ini saatnya untuk Moms mulai memperhatikan hal tersebut.

Mengetahui siklus menstruasi kita bisa membantu kita untuk memahami apa yang normal untuk tubuh kita, waktu ovulasi, dan mengidentifikasi perubahan penting dalam tubuh. Misalnya seperti waktu menstruasi yang terlewat atau perdarahan menstruasi yang tidak terprediksi.

Baca Juga: Bisakah Hamil Saat Menstruasi?

Meskipun melesetnya siklus menstruasi biasanya tidak memberi arti yang serius, namun kadang-kadang hal ini juga dapat menandakan masalah kesehatan.

Berikut ini hal-hal mengenai siklus menstruasi pada wanita yang penting untuk diketahui.

Mengetahui Menstruasi Subur atau Tidak

Siklus Menstruasi

Foto: Orami Photo Stock

“Mengetahui siklus menstruasi akan memperlihatkan perkiraan bahwa itu merupakan masa menstruasi subur atau tidak,” jelas Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Dokter menjelaskan dikatakan subur jika berlangsung selama 21 hari sekali atau 35 hari sekali. Namun rata-rata waktu yang umum adalah 28 hari sekali. Akan tetapi jika sudah lewat dari satu minggu masih belum mengalami menstruasi, hal ini perlu dipertanyakan.

Siklus Menstruasi yang Normal

Siklus Menstruasi

Foto: Orami Photo Stock

Siklus menstruasi kita mungkin saja teratur, misalnya waktu terjadinya sama setiap bulan atau bisa juga sedikit tidak teratur. Selain itu, menstruasi kita juga bisa terasa ringan atau berat, menyakitkan atau bebas rasa sakit saat menstruasi, lama atau sebentar.

Baca Juga: 6 Manfaat Mengejutkan dari Menstruasi

Pengertian siklus menstruasi yang normal pada semua wanita berbeda-beda. Jika normal menurut kita belum tentu menurut yang lain normal.

“Derasnya darah juga perlu diperhitungkan. Misalnya dalam satu siklus menstruasi, biasanya sehari kita mengganti pembalut sebanyak 3 kali, namun berubah menjadi 5 atau lebih. Maka hal ini perlu dipertanyakan,” terang Dr. dr. Kanadi Sumapraja

Selain itu, menggunakan alat kontrasepsi tertentu, seperti memperpanjang masa pengendali kehamilan, bisa mengubah siklus menstruasi kita.

Ketika kita mendekati masa menopause, siklus menstruasi mungkin menjadi tidak teratur. Namun, karena risiko kanker rahim meningkat seiring bertambahnya usia, sebaiknya diskusikan perdarahan tidak teratur di sekitar masa menopause dengan dokter.

Bagaimana Melacak Siklus Menstruasi?

Siklus Menstruasi

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengetahui apa yang normal bagi tubuh, mulailah mencatat siklus menstruasi kita di kalender. Mulailah dengan melacak tanggal mulai menstruasi setiap bulan selama beberapa bulan berturut-turut untuk mengidentifikasi keteraturan periode kita.

Moms juga bisa memperhatikan hal-hal berikut ini setiap bulan:

Baca Juga: 12 Penyebab Telat Haid, Tidak Selalu Karena Hamil Lho

  • Tanggal akhir. Berapa lama periode menstruasi biasanya berlangsung? Apakah lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya?
  • Derasnya aliran darah, coba ingat-ingat derasnya aliran darah. Apakah lebih ringan atau lebih berat dari biasanya? Seberapa sering kita mengganti pembalut? Apakah terdapat gumpalan darah?
  • Perdarahan tidak normal, apakah Moms mengalami perdarahan di sela-sela periode menstruasi?
  • Rasa sakit, jelaskan rasa sakit yang terkait dengan menstruasi. Apakah rasa sakitnya terasa lebih buruk dari biasanya?
  • Perubahan lainnya, seperti pernahkah Moms mengalami perubahan suasana hati atau perilaku? Apakah sesuatu yang baru terjadi di sekitar waktu perubahan dalam periode menstruasi?

Itu dia beberapa hal yang perlu Moms perhatikan dalam siklus menstruasi, jadi perhatikan dengan cermat ya.

Artikel Terkait