KESEHATAN
11 Oktober 2019

Simak 3 Masalah Kesehatan Mental yang Paling Sering Dihadapi Orang Modern

Mental sehat adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, Yang memungkinkan kita menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

“Orang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain,” Menurut Dr. Amy Serin, PhD., Neuropsikolog dan pendiri The Serin Center,

Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk.

Berikut ini adalah beberapa masalah mental yang biasa terjadi!

Baca Juga: 5 Selebriti Hollywood yang Memiliki Penyakit Gangguan Mental

1. Stres

Stress

Stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental. Saat stres biasanya orang akan gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi.

Stres bukan saja dapat memengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik mereka.

Berikut ini adalah masalah kesehatan yang dapat timbul akibat stres:

  • Gangguan tidur
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Nyeri dada
  • Nyeri atau tegang pada otot
  • Penurunan gairah seksual
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Gangguan Jantung

Baca Juga: Jangan Andalkan Internet, Ini Bahaya Mendiagnosis Kesehatan Mental Sendiri

2. Gangguan Kecemasan

Kenali 6 Tipe Gangguan Kecemasan Pada Anak 6.jpg

Gangguan kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan. Berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-harinya.

“Selain gelisah atau rasa takut yang berlebihan, gejala psikologis lain yang bisa muncul pada penderita gangguan kecemasan adalah berkurangnya rasa percaya diri, menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri,” ucap Dr Serin.

Sementara itu, gejala fisik yang mungkin menyertai masalah gangguan kecemasan antara lain:

  • Sulit tidur
  • Badan gemetar
  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan
  • Otot menjadi tegang
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas
  • Lelah
  • Sakit perut atau kepala
  • Pusing
  • Mulut terasa kering
  • Kesemutan

Meski penyebab gangguan kecemasan belum diketahui secara pasti, beberapa faktor diduga dapat memicu munculnya kondisi tersebut. Di antaranya adalah trauma akibat intimidasi, pelecehan, dan kekerasan di lingkungan luar ataupun keluarga.

3. Depresi

Ini Dia yang Bisa Jadi Penyebab Depresi 04 womenworking com.jpg

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya.

“Tidak jarang penderita depresi sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri,” tandas Dr Serin.

Berikut ini adalah beberapa gejala psikologi seseorang yang mengalami depresi:

  • Kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu.
  • Terus-menerus merasa sedih, bahkan terus-menerus menangis.
  • Merasa sangat bersalah dan khawatir berlebihan.
  • Tidak dapat menikmati hidup karena kehilangan rasa percaya diri.
  • Sulit membuat keputusan dan mudah tersinggung.
  • Tidak acuh terhadap orang lain.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Baca Juga: Media Sosial dan Pengaruhnya untuk Kesehatan Mental

Nah, itulah berbagai masalah kesehatan mental yang sering dihadapi oleh orang-orang modern dengan berbagai pemicunya. Semoga Moms selalu waspada akan kesehatan mental diri dan orang di sekitar Moms, ya.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait