BALITA DAN ANAK
21 November 2019

Simak Moms! Ini 6 Cara untuk Mencegah Kerusakan Gigi pada Balita

Bisa dicegah sejak dalam kandungan, lo, Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms pasti sering melihat balita dengan gigi berlubang yang ditandai dengan warna cokelat atau kehitaman di gigi atau gigi yang hampir habis. Tentu Moms berharap kondisi tadi tidak terjadi pada anak Moms.

Karena itu, selagi Si Kecil masih berada dalam kandungan atau belum tumbuh gigi, Moms bisa melakukan langkah-langkah mencegah kerusakan gigi pada balita seperti yang disarankan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) berikut:

1. Cegah Sejak Moms Hamil

pencegahan kerusakan gigi pada balita

Foto: bellharbourdental.com

Dalam usaha menjaga kesehatan gigi dan mencegah kerusakan gigi pada balita, bisa dimulai sejak sebelum ia dilahirkan. Jadi saat hamil, Moms boleh berkonsultasi ke dokter gigi.

Baca Juga: Waspadai Makanan Tinggi Gula Penyebab Kerusakan Gigi Pada Balita

2. Cara Tepat Menyikat Gigi Bayi dan Balita

pencegahan kerusakan gigi pada balita

Foto: firstthingsfirst.org

  • Bayi baru lahir sampai 12 bulan: lap gusinya dengan lembut menggunakan kain bersih. Jika gigi pertama sudah muncul, sikat menggunakan sikat gigi bayi dan pasta gigi berfluorida seukuran sebutir beras, lalu bersihkan dengan lap basah (karena anak belum bisa berkumur).
  • 12-36 bulan: sikat gigi, lidah, dan gusi anak dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida seukuran sebutir beras. Sebaiknya setelah sarapan dan sebelum tidur.
  • Ajarkan anak membersihkan giginya menggunakan lidah setelah makan

3. Batasi Konsumsi Makanan Manis dan Lengket

pencegahan kerusakan gigi pada balita

Foto: healthline.com

Untuk mencegah kerusakan gigi pada balita, sebaiknya hindari makanan yang terasa manis, karena jelas tinggi kandungan gulanya yang bisa berbahaya bagi kesehatan gigi. Namun, makanan yang tidak manis seperti keripik juga mengandung pati yang bisa merusak gigi jika dimakan berlebihan.

Karena itu, sebaiknya anak hanya mengonsumsi makanan dan minuman pada tiga kali waktu makan berat dan dua kali waktu ngemil, bukan sepanjang hari. Sebab, semakin sering gigi anak terkena gula di makanan dan minuman, semakin tinggi risiko kerusakan gigi pada anak.

Baca Juga: Sering Konsumsi Makanan Manis, Berbahayakah untuk Kesehatan Gigi Anak?

4. Jangan Sebarkan Bakteri Mulut Moms ke Anak

pencegahan kerusakan gigi pada balita

Foto: unicef.org

Cegah perpindahan bakteri dari mulut Moms ke mulut anak adalah salah satu cara mencegah kerusakan gigi pada balita.

Caranya, dengan tidak berbagi peralatan makan dan minum, mencicipi makanan sebelum menyuapinya ke anak, dan membersihkan dot menggunakan mulut Moms.

5. Penggunaan Botol Susu yang Tepat

pencegahan kerusakan gigi pada balita

Foto: asimplekindofmom.com

  • Jangan gunakan botol atau sippy cup sebagai empeng dan untuk dibawa tidur. Sebab, anak jadi berisiko terkena infeksi telinga dan tersedak.
  • Kalau ia harus memakai botol dan sippy cup dalam waktu lama, isi dengan air saja. Sebab, mengisinya dengan jus, susu, dan minuman lain yang mengandung gula bisa membuat gigi anak rusak. Untuk anak usia 1-6 tahun, jus perlu dibatasi 120-180 ml per hari dan hanya diberikan di waktu makan atau ngemil.
  • Ajarkan anak minum dari cangkir sedini mungkin, yakni di usia 12-15 bulan. Minum dari cangkir tidak menyebabkan cairan berkumpul di sekitar gigi. Selain itu, cangkir tidak bisa dibawa ke tempat tidur.

6. Jadwalkan Pembersihan dan Pemeriksaan Gigi Rutin Setiap 6 Bulan

pencegahan kerusakan gigi pada balita

Foto: amazonaws.com

Dengan menjaga kesehatan gigi susu anak sedari dini, berarti Moms memastikan gigi permanen anak tumbuh sehat saat ia dewasa. Apalagi sangat berguna dalam usaha untuk mencegah kerusakan gigi pada balita.

Nah, sudah jelas ya Moms penjelasan di atas? Yuk, mulai terapkan dari sekarang demi mencegah kerusakan gigi pada balita.

Artikel Terkait