KESEHATAN
24 Januari 2020

4 Jenis Hernia yang Sering Menyerang Wanita

Hernia bisa menyerang siapa saja. Bahkan, hernia fermoralis bisa menyerang wanita.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ryo
Disunting oleh Ryo

Hernia sering disebut turun berok. Ini disebabkan kelainan atau kelemahan pada otot, sehingga organ tubuh tidak tersangga dan berpindah dari tempatnya.

Jenisnya bermacam-macam. Ada yang sering ditemukan pada pria, tapi ada juga beberapa jenis yang justru lebih sering ditemui pada wanita.

Apa saja jenis hernia yang sering terjadi pada kaum wanita? Moms, yuk kita lihat sama-sama!

Baca Juga: Ini Dia, Tahapan Pengobatan Hernia Diafragmatika!

Empat Jenis Hernia pada Wanita

young-fit-sporty-woman-with-painful-face-expression-1067194434-5c158b4846e0fb0001910401.jpg

Foto: verywellhealth.com

Moms, ada empat jenis hernia yang dapat ditemui pada wanita. Mulai dari hernia femoralis, hernia hiatus, hernia umbilikalis, dan hernia inguinalis tak langsung. Mari disimak penjelasannya!

1. Hernia Fermoralis

Terjadi ketika usus mencuat ke bagian paha atas atau selangkangan. Hasilnya, akan terlihat adanya tonjolan pada area tersebut.

“Hernia jenis ini berisiko tiga kali lebih tinggi terjadi pada wanita. Risiko ini semakin meningkat jika Anda mengalami obesitas atau sedang hamil,”

Kadang, hernia fermoralis disangka hernia inguinalis karena tonjolannya juga muncul di selangkangan. Hernia jenis ini sulit terlihat ketika ukurannya masih kecil. Penderita pun umumnya tidak merasakan sakit pada area paha atas atau selangkangan.

Namun, rasa sakit akan muncul ketika ukuran hernia sudah membesar dan menonjol. Terutama saat berdiri atau mengangkat benda berat.

2. Hernia Hiatus

“Terjadi ketika ada tonjolan pada diafragma ke arah rongga dada. Tonjolan itu muncul karena ada bagian organ dari rongga perut yang naik ke atas dan melewati celah pada diafragma. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita,”

Risikonya akan lebih tinggi jika Moms mengalami obesitas dan berusia di atas 50 tahun. Sama seperti hernia femoralis, tidak ada gejala seputar hernia hiatus. Terutama ketika ukurannya masih kecil. Saat tonjolan sudah membesar, Moms akan merasakan hal-hal seperti nyeri pada dada atau perut, sering bersendawa, asam lambung naik, dan sulit menelan.

3. Hernia Umbilikus

Terjadi saat usus, lemak, atau cairan mencuat ke dinding rongga perut dekat pusar, sehingga akan tampak ada tonjolan di sekitar pusar. Seringnya menimpa wanita, terutama yang menderita obesitas atau memiliki banyak anak.

4. Hernia Inguinalis Tidak Langsung

Variasi dari jenis dari hernia inguinalis. Hernia inguinalis umumnya lebih banyak menimpa kaum pria, namun untuk jenis tidak langsung ini lebih sering ditemui pada wanita.

Terjadi karena adanya ketidaknormalan pada cincin inguinal internal. Risiko terjadinya lebih tinggi pada ibu hamil.

Jika Moms mengalami hernia jenis ini, maka akan terlihat tonjolan pada selangkangan.

Tonjolan ini bisa terasa sakit atau seperti terbakar, terutama ketika batuk, sedang membungkuk, atau mengangkat benda berat.

Baca Juga: Ini Dia, Tahapan Pengobatan Hernia Diafragmatika!

Kalau Terkena Hernia

p-w-wmn80517-chronic-pelvic-pain-hernia-lg.jpg

Foto: premierhealth.com

Saat Moms merasa ada tonjolan di area pusar, paha atas, atau selangkangan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya kepada dokter.

Untuk mengetahui apakah itu hernia atau bukan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Moms akan disuruh berdiri, batuk, atau mengejan agar tonjolan itu bisa terlihat dan diperiksa. Selain itu, dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan tambahan menggunakan USG atau foto rontgen.

Spesial untuk memastikan kehadiran hernia hiatus, dokter akan melakukan tes yang berbeda. Mulai dari tes darah, endoskopi, manometri esofagus, atau esophagram.

(RYO/DIN)

Artikel Terkait