KEHAMILAN
16 Juli 2020

Simfisis Pubis Disfungsi Pada Ibu Hamil, Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Rasa sakit di punggung bagian bawah yang tidak tertahankan bisa menjadi salah satu gejala.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Selama kehamilan, ibu hamil akan mengalami beberapa gangguan yang tidak dapat dihindari. Salah satunya simfisis pubis disfungsi.

Dilansir dari Healthline, simfisis pubis disfungsi (SPD) adalah sekelompok gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan di daerah panggul.

Kondisi ini biasanya terjadi selama kehamilan, ketika sendi panggul menjadi kaku.

Simfisis pubis disfungsi saat hamil dapat terjadi di bagian depan dan belakang panggul.

Berikut ini informasi yang perlu diketahui oleh Moms mengenai simfisis pubis disfungsi saat hamil.

Baca Juga: Penyebab Gangguan Makanan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Simfisis Pubis Disfungsi

Simfisis Pubis Disfungsi Pada Ibu Hamil.jpg

Foto: weldricks.co.uk

Tubuh ibu hamil harus beradaptasi dengan cepat terhadap semua perubahan. Tubuh ibu hamil menghasilkan hormon yang disebut relaxin, hormon yang melunakkan ligamen untuk membantu bayi melewati panggul.

Dengan begitu, persendian di panggul secara alami menjadi lebih longgar. Fleksibilitas ini tidak terlalu menyebabkan masalah yang menyakitkan pada SPD.

Biasanya, saraf dan otot tubuh mampu beradaptasi dan mengimbangi fleksibilitas yang lebih besar pada persendian.

Hal tersebut berarti ibu hamil harus mampu mengatasi perubahan pada postur Moms saat bayi mulai tumbuh.

Baby Center mengatakan, simfisis pubis disfungsi saat hamil diperkirakan terjadi ketika tubuh tidak beradaptasi dengan baik pada ligamen yang lebih longgar.

SPD dapat dipicu oleh sendi panggul yang bergerak tidak merata, perubahan cara otot bekerja, sendi panggul yang tidak bekerja dengan baik dapat memberi rasa sakit terhadap sendi lainnya.

Selain itu berat dan posisi bayi juga dianggap memengaruhi nyeri panggul.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Lightning Crotch saat Hamil, Bye Nyeri Selangkangan!

Gejala Simfisis Pubis Disfungsi

Simfisis Pubis Disfungsi Pada Ibu Hamil 2.jpg

Foto: babycentre.co.uk

Gejala-gejala SPD dapat bervariasi setiap orangnya, baik dari segi keparahan dan presentasi.

Gejala yang paling umum dialami adalah rasa sakit di bagian depan tulang kemaluan, rasa sakit di punggung bagian bawah (di satu atau kedua sisi), dan rasa sakit di perineum (antara anus dan vagina).

Rasa sakit kadang-kadang merambat ke paha, dan mungkin akan mendengar atau merasakan bunyi gerusan pada pelvis.

Rasa sakit akan sering lebih terasa saat melakukan aktivitas berjalan, menggunakan tangga, bertumpu pada satu kaki, dan berbalik saat tidur.

Kondisi seperti ini akan menyulitkan ibu hamil dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti bangun dari tempat tidur, berpakaian, dan kegiatan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Lightning Crotch, Fenomena Nyeri Selangkangan saat Hamil

Pengobatan Simfisis Pubis Disfungsi

Simfisis Pubis Disfungsi Pada Ibu Hamil 3.jpg

Foto: medibank.co.au

Fisioterapi adalah pengobatan pertama untuk simfisis pubis disfungsi saat hamil. Pengobatan ini memiliki tujuan untuk meminimalkan rasa sakit, meningkatkan fungsi otot, meningkatkan stabilitas dan posisi sendi panggul.

Seorang fisioterapis memberikan terapi manual untuk memastikan bahwa persendian panggul, tulang belakang, dan pinggul bergerak secara normal.

Mereka akan menawarkan latihan untuk memperkuat otot-otot di dasar panggul, punggung perut, dan pinggul.

Selain itu, seorang fisioterapis akan menawarkan hidroterapi dimana ibu hamil akan melakukan latihan di dalam air untuk menghilangkan stres dari persendian dan memungkinkan untuk bergerak lebih mudah.

Fisioterapis akan memberikan saran tentang posisi yang nyaman untuk persalinan nantinya. Dalam beberapa kasus SPD yang parah obat penghilang rasa sakit mungkin akan direkomendasikan. Ibu hamil juga akan diberikan peralatan pendukung seperti kruk atau sabuk penyangga panggul.

SPD tidak langsung memengaruhi bayi dalam kandungan, tetapi dapat menyebabkan kehamilan yang lebih sulit akibat mobilitas yang berkurang. Gejala SPD akan berkurang setelah melahirkan. Konsultasikan dengan dokter jika gejalanya tidak kunjung membaik.

Baca Juga: Ketahui 5 Penyebab Gatal pada Selangkangan yang Mengganggu Aktivitas

Artikel Terkait