BALITA DAN ANAK
13 Februari 2020

Sinusitis Pada Anak: Ini Beda Sinusitis Viral dan Sinusitis Bakterial

Moms harus tahu bedanya ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sinusitis adalah peradangan di lapisan hidung dan sinus (rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak).

Infeksi ini sangat lazim terjadi pada anak-anak sehingga menyebabkan sinusitis pada anak.

Ada beberapa jenis sinusitis, yakni:

  • Sinusitis viral (karena virus): biasanya menyertai pilek
  • Sinusitis bakterial: infeksi sekunder yang disebabkan terjebaknya bakteri di sinus saat anak mengalami pilek atau alergi
  • Sinusitis alergik: menyertai alergi, misalnya alergi serbuk bunga
  • Sinusitis akut: terjadi tiba-tiba, parah, dan sebentar
  • Sinusitis kronis: anak mengalami dua atau lebih gejala sinusitis selama minimal 12 minggu dan merasakan tanda tekanan sinus. Biasanya disebabkan oleh peradangan yang lama, bukan infeksi yang lama. Infeksi bisa menjadi bagian dari sinusitis kronis, terutama jika gejala memburuk, namun biasanya bukan penyebab utama.

Baca Juga: Anak Batuk Pilek, Jangan Asal Inhalasi Pakai Nebulizer!

Sinusitis pada Anak: Apa Gejalanya?

sinusitis pada anak

Foto: Fotolia

Seperti pada sinusitis dewasa, sinusitis pada anak bisa jadi sulit didiagnosis karena gejalanya mungkin disebabkan oleh masalah lain, seperti pilek akibat virus, alergi, atau infeksi bakteri, terutama di hari-hari awal anak merasakan sakit.

Gejala berikut bisa mengindikasikan infeksi sinus bakterial pada anak menurut jurnal American Family Physician. Ada beberapa perbedaan dengan pilek akibat virus, yakni:

  • Gejala pilek (ingus, batuk di siang hari, atau keduanya) berlangsung lebih dari 10 hari tanpa perbaikan. Berbeda dengan sinusitis viral akut yang biasanya berlangsung 5-10 hari (gejala memuncak di hari ke-3 atau 5, lalu membaik dan hilang di hari 7-10). Batuk pada pilek akibat virus makin parah di malam hari.
  • Demam rendah atau tinggi. Pada pilek akibat virus, demam umumnya rendah (sumeng) dan terjadi di awal pilek selama 1-2 hari.
  • Ingus kental berwarna kuning-hijau minimal tiga hari berturut-turut. Pada pilek akibat virus, awalnya ingus encer dan bening, kemudian menjadi kental serta berwarna putih, kuning, atau hijau di hari kedua. Setelah beberapa hari, ingus menjadi encer lagi dan kemudian mengering.
  • Lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan (post-nasal drip), sakit tenggorokan, batuk, napas bau, mual, dan/atau muntah
  • Sakit kepala hebat di belakang atau sekitar mata yang makin parah ketika anak membungkuk. Hal ini biasanya terjadi pada anak berusia enam tahun ke atas.
  • Mudah rewel atau kelelahan
  • Bengkak dan lingkaran hitam di sekitar mata, terutama di pagi hari

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Penularan Batuk Pilek dari Orang Tua ke Anak

Sinusitis pada Anak: Bagaimana Mengatasinya?

sinusitis pada anak

Foto: ytimg.com

Bayi dan balita rentan terkena infeksi hidung, sinus, dan telinga. Anak-anak biasanya didiagnosis mengalami sinusitis viral atau infeksi saluran pernapasan atas viral. Mengatasi gejalanya saja akan membuat kondisi anak membaik.

Namun, jika anak mengalami sinusitis bakterial, dokter akan meresepkan antibiotik minimal untuk 10 hari.

Berikut beberapa cara meredakan gejala sinusitis pada anak di rumah:

  • Sakit kepala atau nyeri sinus: kompres kepala atau hidung anak dengan kain hangat selama beberapa menit. Meminum obat seperti asetaminofen atau ibuprofen juga bisa membantu
  • Ingus kental: bantu keluarkan ingus anak dengan menyemprotkan obat tetes hidung saline yang bisa dibeli di apotek. Atau, buat sendiri dengan mencampurkan ¼ sendok teh garam meja dengan segelas (230 ml) air.
  • Membuat anak nyaman: nyalakan humidifier yang menyebarkan uap sejuk di kamar anak

Baca Juga: Ini Dia 3 Penyebab Anak Sering Pilek

Treatment yang tidak disarankan:

  • Dekongestan dan antihistamin yang dijual bebas umumnya tidak efektif untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas viral pada anak-anak. Obat ini juga tidak boleh diberikan pada anak berusia kurang dari dua tahun.
  • Uap panas, karena bisa menyebabkan rasa terbakar atau melepuh

Jika anak mengalami sinusitis kronis dan terapi medis gagal menyembuhkan anak, dokter THT mungkin akan menyarankan bedah sebagai cara yang aman dan efektif mengatasi penyakit sinus pada anak. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

Artikel Terkait