BALITA DAN ANAK
3 September 2020

Sinusitis Pada Anak, Bisa Diatasi dengan Cara Rumahan

Moms harus tahu bedanya ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Sinusitis adalah peradangan di lapisan hidung dan sinus (rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak).

Infeksi ini sangat lazim terjadi pada anak-anak sehingga menyebabkan sinusitis pada anak. Ada 3 jenis sinusitis jika dilihat dari lama terjadinya, seperti berikut:

  • Sinusitis jangka pendek (akut). Gejala infeksi jenis ini berlangsung kurang dari 12 minggu dan membaik dengan pengobatan yang benar.
  • Sinusitis jangka panjang (kronis). Gejala ini bertahan lebih dari 12 minggu.
  • Sinusitis berulang. Ini berarti infeksi kembali lagi dan lagi. Ini berarti 3 atau lebih episode sinusitis akut dalam setahun.

Selain itu, ada beberapa jenis sinusitis, yakni:

  • Sinusitis viral (karena virus): biasanya menyertai pilek
  • Sinusitis bakterial: infeksi sekunder yang disebabkan terjebaknya bakteri di sinus saat anak mengalami pilek atau alergi
  • Sinusitis alergik: menyertai alergi, misalnya alergi serbuk bunga
  • Sinusitis akut: terjadi tiba-tiba, parah, dan sebentar
  • Sinusitis kronis: anak mengalami dua atau lebih gejala sinusitis selama minimal 12 minggu dan merasakan tanda tekanan sinus. Biasanya disebabkan oleh peradangan yang lama, bukan infeksi yang lama. Infeksi bisa menjadi bagian dari sinusitis kronis, terutama jika gejala memburuk, namun biasanya bukan penyebab utama.

Baca Juga: Anak Batuk Pilek, Jangan Asal Inhalasi Pakai Nebulizer!

Penyebab Sinusitis pada Anak

sinusitis pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Sinusitis bisa menyerang anak usia berapa saja. Terkadang, infeksi sinus terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas (Upper Respiratory Infection) atau anak mengalami flu biasa.

Infeksi saluran pernapasan atas ini menyebabkan peradangan pada saluran hidung yang dapat menghalangi pembukaan sinus paranasal, dan menyebabkan infeksi sinus. Alergi juga dapat menyebabkan sinusitis karena pembengkakan jaringan hidung dan peningkatan produksi lendir. Kondisi lain yang mungkin menyebabkan sinusitis meliputi:

Saat sekresi tersumbat, bakteri mungkin mulai tumbuh. Hal ini menyebabkan infeksi sinus, atau sinusitis. Bakteri paling umum yang menyebabkan sinusitis akut meliputi:

  • Streptococcus pneumonia.
  • Haemophilus influenzae.
  • Moraxella catarrhalis.

Gejala Sinusitis pada Anak

sinusitis pada anak

Foto: Fotolia

Seperti pada sinusitis dewasa, sinusitis pada anak bisa jadi sulit didiagnosis karena gejalanya mungkin disebabkan oleh masalah lain, seperti pilek akibat virus, alergi, atau infeksi bakteri, terutama di hari-hari awal anak merasakan sakit.

Gejala berikut bisa mengindikasikan infeksi sinus bakterial pada anak menurut American Family Physician. Ada beberapa perbedaan dengan pilek akibat virus, yakni:

Baca Juga: 4 Makanan Terbaik Untuk Anak Yang Menderita Sinusitis

  • Gejala pilek (ingus, batuk di siang hari, atau keduanya) berlangsung lebih dari 10 hari tanpa perbaikan. Berbeda dengan sinusitis viral akut yang biasanya berlangsung 5-10 hari (gejala memuncak di hari ke-3 atau 5, lalu membaik dan hilang di hari 7-10). Batuk pada pilek akibat virus makin parah di malam hari.
  • Demam rendah atau tinggi. Pada pilek akibat virus, demam umumnya rendah (sumeng) dan terjadi di awal pilek selama 1-2 hari.
  • Ingus kental berwarna kuning-hijau minimal tiga hari berturut-turut. Pada pilek akibat virus, awalnya ingus encer dan bening, kemudian menjadi kental serta berwarna putih, kuning, atau hijau di hari kedua. Setelah beberapa hari, ingus menjadi encer lagi dan kemudian mengering.
  • Lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan (post-nasal drip), sakit tenggorokan, batuk, napas bau, mual, dan/atau muntah
  • Sakit kepala hebat di belakang atau sekitar mata yang makin parah ketika anak membungkuk. Hal ini biasanya terjadi pada anak berusia enam tahun ke atas.
  • Mudah rewel atau kelelahan.
  • Bengkak dan lingkaran hitam di sekitar mata, terutama di pagi hari.

Meskipun jarang terjadi, infeksi sinus akibat bakteri dapat menyebar ke mata atau sistem saraf pusat (otak). Jika anak Moms mengalami gejala berikut, segera hubungi dokter anak:

  • Muntah terus menerus.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Meningkatnya iritabilitas anak.

Mendiagnosis Sinusitis pada Anak

mendiagnosis sinus pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, penyedia layanan kesehatan anak dapat mendiagnosis sinusitis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik terhadap Si Kecil. Dalam beberapa kasus, tes lain dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis. Tes yang mungkin dilakukan termasuk:

  • Sinar-X sinus. Tes diagnostik yang menggunakan pancaran energi elektromagnetik tak terlihat untuk menghasilkan gambar jaringan internal, tulang, dan organ ke dalam film. (Sinar-X biasanya tidak digunakan, tetapi dapat membantu dalam diagnosis.)
  • CT scan. Metode pencitraan yang menggunakan sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar horizontal atau aksial (sering disebut irisan) tubuh.
  • Budaya dari sinus. Tes laboratorium yang melibatkan pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme lain untuk membantu diagnosis.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Penularan Batuk Pilek dari Orang Tua ke Anak

Mengatasi Sinusitis pada Anak

sinusitis pada anak

Foto: ytimg.com

Bayi dan balita rentan terkena infeksi hidung, sinus, dan telinga. Anak-anak biasanya didiagnosis mengalami sinusitis viral atau infeksi saluran pernapasan atas viral. Mengatasi gejalanya saja akan membuat kondisi anak membaik.

Namun, jika anak mengalami sinusitis bakterial, dokter akan meresepkan antibiotik minimal untuk 10 hari.

Berikut beberapa cara meredakan gejala sinusitis pada anak di rumah:

  • Sakit kepala atau nyeri sinus: kompres kepala atau hidung anak dengan kain hangat selama beberapa menit. Meminum obat seperti asetaminofen atau ibuprofen juga bisa membantu
  • Ingus kental: bantu keluarkan ingus anak dengan menyemprotkan obat tetes hidung saline yang bisa dibeli di apotek. Atau, buat sendiri dengan mencampurkan ¼ sendok teh garam meja dengan segelas (230 ml) air.
  • Membuat anak nyaman: nyalakan humidifier yang menyebarkan uap sejuk di kamar anak

Baca Juga: Ini Dia 3 Penyebab Anak Sering Pilek

Obat yang tidak disarankan:

  • Dekongestan dan antihistamin yang dijual bebas umumnya tidak efektif untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan atas viral pada anak-anak. Obat ini juga tidak boleh diberikan pada anak berusia kurang dari dua tahun.
  • Uap panas, karena bisa menyebabkan rasa terbakar atau melepuh.

Namun sebenarnya Moms juga bisa mengatasi sinus pada anak dengan cara rumahan yang alami dan aman lho. Jika Moms tertarik, simak caranya di bawah ini yuk.

1. Mandi Air Hangat

Menurut Barbara Rolnick, dokter anak di Jaringan Praktik Perawatan Primer Rumah Sakit Anak Philadelphia, karena uap membasahi saluran sinus, yang membantu anak merasa lebih baik dan dapat menyebabkan gumpalan lendir keluar, menghangatkan saluran sinus anak adalah pengobatan yang luar biasa.

Ia tidak menyarankan untuk membungkuk di atas sepanci berisi air panas seperti yang kadang-kadang sering dilakukan orang dewasa, karena anak mungkin akan menyentuh atau menjatuhkan air, sehingga kulitya bisa terbakar. Sebaliknya, dia menyarankan untuk menempatkan anak di kamar mandi dengan air hangat, lalu Moms bisa temani mereka jika anak tersebut masih kecil.

Alternatif lainnya adalah membiarkan anak berbaring di tempat tidur sementara Moms meletakkan kain lap hangat di atas hidung dan pipinya. Cara terbaik untuk memanaskan waslap adalah dengan merendamnya di air hangat, lalu peras airnya. Siapkan kain lap kedua agar Moms bisa menggantinya saat sudah dingin.

2. Gunakan Pelembap Ruangan

Saat sinusitis anak semakin parah, pertimbangkan untuk memasang pelembap udara di kamar buah hati kita. Anak kita akan bisa bernapas lebih lega.

Alat bantu pernapasan yang rileks untuk menciptakan pola tidur yang lebih baik yang memberikan bayi istirahat yang sangat dibutuhkan untuk melawan infeksi ini.

3. Hirup Minyak Esensial untuk Menenangkan

Meskipun tinjauan BMJ mengatakan tidak ada konfirmasi ilmiah bahwa menghirup minyak meningkatkan peradangan sinus, banyak anak-anak menemukan minyak kayu putih memang membantu mereka bernapas lebih lega.

Moms tentu tidak ingin mengoleskan minyak esensial langsung ke kulit Si Kecil kan. Sebagai gantinya, taruh beberapa tetes minyak kayu putih di atas kapas (Moms juga bisa menambahkan setetes lavender atau minyak relaksasi lainnya) dan tahan beberapa inci di depan hidung anak, lalu minta mereka untuk menghirupnya.

Baca Juga: Amankah Menggunakan Minyak Esensial saat Hamil?

4. Gunakan Semprotan Hidung

Semprotan hidung membantu mengencerkan lendir dan membuka saluran hidung anak. Bayi Moms mungkin menolaknya pada awalnya, tetapi itu akan sepadan dengan usaha karena lendirnya melunak dan dapat dengan mudah dikeluarkan.

Gunakan semprotan saat bayi dalam posisi tegak setidaknya beberapa kali sehari atau sesuai dengan petunjuk penggunaan.

5. Pertimbangkan Strip Hidung untuk Memudahkan Pernapasan Anak

Mungkin anak-anak yang sudah lebih besar biasanya akan langsung melepas penutup hidung itu segera setelah Moms memasangnya. Namun ketika mereka tetap terpasang dengan baik, akan membuka lorong cukup untuk membantu anak bernapas lebih mudah.

Jika anak Moms menurut dan tidak akan membuat strip hidung tersebut, terutama saat mereka tidur, cara ini patut dicoba.

6. Manfaatkan Tea Tree Oil

Jika Si Kecil tidak dapat istirahat karena sinusitis yang parah, cobalah perawatan rumahan yang sedikit agresif. Campurkan satu tetes minyak pohon teh dengan minyak kelapa atau almond dan oleskan pada lubang hidung bayi menggunakan kapas.

Sifat anti jamur dan anti bakteri dari minyak pohon teh akan membantu Si Kecil dalam melawan infeksi dan terbukti menjadi obat sinus yang efektif untuk anak-anak.

7. Hidrasi Anak dengan Baik

Tawarkan anak Moms air dan jus segar sepanjang hari untuk menjaga tubuhnya tetap terhidrasi. Ini akan membantu mengencerkan lendir dan membersihkan sinus anak dengan cara yang paling alami.

Baca Juga: 8 Manfaat Minum Air Putih Bagi Kesehatan

8. Bumbu Pedas

Rempah-rempah seperti cabai rawit dengan sifat anti-inflamasi dan antibakteri, membantu mengurai dan mengeluarkan lendir yang tersumbat.

Demikian pula, lobak dapat dicampur dengan cuka sari apel dan jus lemon untuk membuat ramuan pelarut lendir. Sebagai alternatif, 1/4 sendok teh akar lobak yang baru diparut dapat disimpan di mulut selama beberapa menit, setelah rasanya menguap, ia dapat ditelan oleh anak jika Si Kecil mau.

9. Sup Ayam

Anak-anak pasti menyukai makanan berkuah hangat satu ini. Dari sup ayam hingga sup sayuran dengan bumbu segar, Moms dapat memilih dari berbagai resep dan memilih makanan favorit Si Kecil.

Ini adalah uap yang dikombinasikan dengan banyak bahan sehat yang membantu membersihkan sinus pada anak.

Jika anak mengalami sinusitis kronis dan cara rumahan hingga terapi medis gagal menyembuhkan anak, dokter THT mungkin akan menyarankan bedah sebagai cara yang aman dan efektif mengatasi penyakit sinus pada anak. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

Artikel Terkait