KESEHATAN
11 Oktober 2019

Sirosis, Penyakit yang Mengganggu Fungsi Hati

Gejala dan komplikasi sirosis pada anak sama dengan pada orang dewasa
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Sirosis adalah penyakit hati progresif yang terjadi ketika jaringan parut menggantikan jaringan hati yang normalnya lembut. Seiring bertumbuhnya jaringan parut, hati menjadi keras dan sirkulasi darah ke hati perlahan terputus.

Kondisi ini mengganggu banyak fungsi penting hati sebagai organ terbesar kedua di tubuh yang terletak di rongga perut, di antaranya:

  • Menghasilkan protein yang memungkinkan darah membeku secara normal, mengirimkan oksigen, dan mendukung sistem imunitas
  • Memproduksi empedu, zat yang membantu mencerna makanan
  • Menyimpan zat gizi ekstra
  • Membantu membersihkan aliran darah dari zat berbahaya
  • Membantu mengontrol gula darah dan kadar kolesterol

Pada kasus ekstrem, hati bisa berhenti bekerja dan anak membutuhkan transplantasi hati.

Baca Juga: Yuk, Deteksi Dini Gangguan Fungsi Hati Pada Bayi!

Penyebab Sirosis pada Anak

Jika ada kerusakan, hati yang sehat bisa memperbaikinya sendiri. Namun, penyakit hati kronis bisa menyebabkan sirosis.

Pada bayi dan balita, sirosis paling sering disebabkan oldh masalah hati keturunan, seperti atresia bilier dan penyakit metabolik genetik. Pada anak yang lebih besar, kondisi seperti penyakit Wilson, hepatitis autoimun, defisiensi alfa-1-antitripsin, serta primary sclerosing cholangitis bisa menyebabkan sirosis.

Sirosis pada dewasa sering disebabkan konsumsi alkohol berat. Namun, ayah dan ibu yang minum alkohol tidak menyebabkan sirosis pada anak.

Gejala Sirosis

Gejala Sirosis.jpg

Foto: usnews.com

Gejala sirosis pada anak dan remaja sama dengan pada orang dewasa. Namun, pada pasien anak, tanda pertama sirosis biasanya adalah minimnya kenaikan berat badan.

  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Berat badan turun atau sulit naik
  • Lemah
  • Sakit atau bengkak di perut
  • Pembuluh darah di kulit tampak seperti laba-laba

Baca Juga: 5 Tips Mudah Menjaga Kesehatan Fungsi Hati Anda

Komplikasi Sirosis

Sirosis adalah tahapan paling parah dari jaringan parut di hati. Komplikasi sirosis pada anak sama dengan pada orang dewasa. Jika dibiarkan tanpa ditangani, sirosis bisa menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Gagal ginjal
  • Malnutrisi. Anak dan remaja dengan kolestasis (berkurangnya aliran empedu dari hati) kronis berisiko mengalami defisiensi gizi. Malnutrisi bisa berakibat buruk bagi pasien, baik sebelum maupun sesudah cangkok hati. Sebab, anak dan remaja yang sedang bertumbuh dan berkembang memiliki kebutuhan gizi yang lebih tinggi daripada orang dewasa.
  • Diabetes
  • Kanker hati
  • Perdarahan gastrointestinal yang disebabkan oleh varises gastroesofagus, asites (kelebihan cairan di rongga perut), dan peritonitis bakteri spontan.

Anak-anak yang menderita sirosis mudah lebam dan berdarah. Mereka juga lebih rentan terkena infeksi dibanding anak-anak lain.

Baca Juga: Sehat dan Enak, Ini 6 Makanan yang Baik untuk Fungsi Hati

Dampak Jangka Panjang Sirosis

Dampak Jangka Panjang Sirosis.jpg

Foto: amazonaws.com

Anak dengan sirosis membutuhkan pengawasan dan penanganan medis terus menerus sepanjang hidup.

Artikel Terkait