FASHION & BEAUTY
13 April 2019

Jangan Dipakai Terlalu Sering, Ini 3 Sisi Buruk Dry Shampoo yang Wajib Kita Tahu

Antisipasi dengan tetap keramas menggunakan air
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Keberadaan dry shampoo memang sudah ada sejak lama. Namun meski sangat praktis, menggunakannya setiap hari dapat menyebabkan banyak kerusakan pada rambut lho, Moms.

Dry shampoo tidak hanya menyumbat folikel rambut, tetapi juga menyerap minyak alami yang dibutuhkan oleh kulit kepala. Minyak tersebut harus dihilangkan dengan air dan sabun agar tetap sehat dan tidak ditutupi dengan dry shampoo.

Jika Moms terus menggunakan dry shampoo secara teratur untuk waktu yang lama, penumpukan akan menjadi sangat berlebihan sehingga bisa menyebabkan rambut rontok dan pertumbuhan terhambat.

Mau tahu apa lagi sisi buruk dry shampoo kesayangan Moms? Mari simak ulasannya!

Baca Juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Dry Shampoo

1. Shampo Kering Bukan Shampo

Jika Moms termasuk orang yang terbiasa menggunakan dry shampoo, mungkin terkejut jika mengetahui bahwa itu sama sekali bukan shampo.

Menurut Toni and Guy Hairdressing Academy, sebagian besar dry shampoo berbasis bubuk. Bahkan disebutkan bahwa dry shampoo adalah bedak bayi yang lebih premium.

Menurut The Chicago Tribune, dry shampoo biasanya mengandung pati, tepung, atau bedak, dan suatu zat yang mungkin terkait dengan kanker ovarium.

Jadi, zat-zat tersebut tidak memiliki sifat membersihkan rambut. Hanya membuatnya lebih kering agar tetap dapat diatur dan tidak terlihat berminyak.

Baca Juga: Ternyata Ini 5 Tata Cara Keramas yang Benar!

2. Menyebabkan Penumpukan Kotoran

Jika rambut terlihat berminyak setelah tidak dicuci selama satu atau dua hari, itu terjadi karena kelenjar sebaceous di kulit kepala menghasilkan minyak lilin yang dikenal sebagai sebum.

Dry shampoo akan menyerap sebum, tetapi beberapa partikel bubuk akan tetap berada di helai rambut dan kulit kepala Moms.

Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih jamur dan dermatitis seboroik, yang dijelaskan Mayo Clinic sebagai kondisi kulit yang menyebabkan penumpukkan kotoran, kulit merah, dan ketombe yang membandel.

Baca Juga: 6 Model Poni yang Patut Dicoba Untuk Penampilan yang Lebih Muda

3. Menumpuk Masalah Meski Alami

Bahkan jika Moms menggunakan dry shampoo alami dan tidak mengandung zat kimia, produk ini tetap akan menimbulkan kerusakan pada rambut.

Shampo kering alami memang lebih baik karena banyak alasan, tetapi tetap saja itu masih tidak sehat untuk folikel atau batang rambut dalam jangka panjang.

Bila Moms menggunakan versi sintetis konvensional, produk dry shampoo juga bisa menyimpan campuran bahan kimia sintetik yang masih belum dapat dipastikan aroma untuk campuran penumpukan yang sudah terkandung di dalamnya.

Masih tetap akan menggunakan dry shampoo? Tetap pastikan Moms menggunakan produk organik alami dalam jumlah kecil, dan jangan digunakan setiap hari ya.

(FAR/INT)

Artikel Terkait