NEWBORN
9 April 2019

Sleep Apnea Pada Bayi Prematur, Ketahui 6 Fakta Ini

Sleep apnea dapat membahayakan bayi prematur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Sleep apnea adalah istilah untuk kondisi di mana bayi berhenti bernafas selama lebih dari 20 detik.

Kondisi ini dapat terjadi pada bayi cukup bulan, tetapi lebih sering terjadi pada bayi prematur.

Semakin dini bayi dilahirkan, semakin besar kemungkinan kondisi ini akan terjadi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan simak 6 fakta sleep apnea pada bayi prematur yang telah kami rangkum di bawah ini.

1. Sleep Apnea dapat Diikuti Bradikardia

foto: curemysleepapnea.com

Menurut para tim dokter obgyn di Lucile Packard Children’s Hospital di Stanford, sleep apnea pada bayi prematur dapat diikuti oleh bradikardia, yang merupakan penurunan denyut jantung.

Ketika pernapasan melambat, detak jantung bayi juga akan ikut melambat. Istilah umum untuk apnea yang diikuti dengan bradikardia adalah “As dan Bs”.

2. Bayi Prematur dengan Down Syndrom Berisiko Lebih Besar

Bayi prematur yang lahir dengan Down Syndrom dan kondisi bawaan lainnya yang dapat memengaruhi jalan nafas juga memiliki risiko sleep apnea yang lebih tinggi.

Lebih dari setengah anak-anak dengan Down Syndrom bahkan mengembangkan keadaan OSA (obstructive sleep apnea).

Baca Juga: 5 Tanda Overfeeding Bayi dan Bahayanya Bagi Kesehatan

3. Kerusakan Jaringan Otak dan Masalah Pernapasan Menjadi Penyebabnya

Foto: bioedge.org

Menurut para ahli di Children’s National Health System, Washington DC, Amerika Serikat, apnea prematuritas sebagian besar disebabkan oleh adanya perdarahan atau kerusakan jaringan pada otak bayi dan penyakit pernapasan.

Namun, sejumlah kondisi lain juga diduga menjadi penyebabnya, seperti infeksi, masalah gastrointestinal seperti refluks, tingkat glukosa atau kalsium yang terlalu tinggi atau rendah dalam tubuh bayi, masalah jantung bayi, masalah pembuluh darah bayi, sistem neurologis yang belum matang, suhu tubuh yang tidak stabil, dan stimulasi refleks yang dapat memicu apnea.

4. Menyebabkan Komplikasi Jangka Panjang

Sleep apnea obstruktif pada bayi prematur dapat menimbulkan komplikasi serius yang bertahan dalam jangka panjang, termasuk masalah jantung, kegagalan pertumbuhan dan perkembangan, hingga kematian.

Baca Juga: Transient Tachypnea of Newborn (TTN): Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

5. Gejalanya Berbeda dengan Pernapasan Periodik

Foto: empoto.com

Apnea prematuritas dapat berbeda dari pola pernapasan lain yang dapat terjadi pada bayi lahir prematur dan bayi cukup bulan yang disebut pernapasan periodik.

Ia merupakan pola pernapasan dengan jeda singkat yang diikuti dengan napas yang lebih cepat.

Walau sesungguhnya pernapasan periodik adalah jenis pernapasan normal pada bayi, apnea prematuritas dapat menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius.

Berikut ini adalah beberapa gejala apnea prematuritas:

  • Periode bernafas yang berhenti selama 20 detik atau lebih
  • Apnea prematuritas dimulai pada minggu pertama kehidupan atau setelahnya

6. Tubuh Bayi yang Membiru Menjadi Gejala Kondisi Serius

Gejala sleep apnea prematuritas yang lebih serius meliputi:

  • Tidak ada periode pernapasan lebih dari 20 detik
  • Apnea dimulai tepat setelah kelahiran atau setelah minggu kedua kehidupan
  • Tubuh bayi membiru
  • Penurunan denyut jantung atau bradikardia

Baca Juga: Bayi Sulit BAB, Cari Tahu Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Karena gejala sleep apnea pada bayi prematur dapat menyerupai kondisi atau masalah medis lainnya, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat.

Jennifer Burgis, M.D., seorang dokter obgyn dari Stanford University, menyarankan orang tua mempelajari CPR untuk bayi prematur untuk menangani sleep apnea yang mungkin terjadi.

Setidaknya tindakan ini sangat penting dilakukan selama petugas medis atau bantuan darurat yang Moms hubungi belum sampai untuk membantu menangani si kecil.

(RGW)

Artikel Terkait