KESEHATAN
3 Oktober 2019

Stres Bikin Rambut Rontok, Apa Sih Penyebabnya?

Untungnya tidak menimbulkan botak permanen
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Tahukah Moms bahwa stres tidak hanya menganggu secara psikologis? Stres juga dapat memengaruhi kondisi fisik.

Salah satunya, stres dapat memicu kerontokan rambut. Sebenarnya apa sih hubungannya stres dengan kerontokan rambut?

Kenapa Stres Jadi Penyebab Rambut Rontok?

hair loss - hairbuddha.net.jpg

Saat stres atau cemas, tubuh memberikan respons 'fight or flight’ (respons tubuh terhadap stres melawan atau ‘melarikan diri’). Dampaknya, memengaruhi fase pertumbuhan folikel rambut.

Ketika stres, memicu folikel memasuki fase istirahat. Akibatnya, rambut mulai rontok, menyebabkan munculnya penipisan, yang bisa lebih terlihat di area kulit kepala tertentu daripada yang lain.

"Folikel rambut memiliki siklus hidupnya sendiri - pertumbuhan, transisi, istirahat dan rontoknya batang rambut. Stres mengubah persentase rambut pada tahap pertumbuhan dan menggesernya ke tahap istirahat, atau telogen,” ujar Dr. Julia Tzu, dermatologist sekaligus founder dan medical director Wall Street Dermatology.

Lauren Ploch, dermatologist di Georgia Dermatology and Skin Cancer Center menambahkan, tidak perlu khawatir mengenai kerontokan rambut saat stres.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Rambut Rontok pada Ibu Hamil

Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan rambut bukan fungsi vital dalam tubuh, sehingga ketika stres tubuh tidak menganggap sebagai sesuatu yang prioritas.

"Ketika tubuh mengalami stres, maka akan beralih ke mode ’bertahan hidup’ sehingga tubuh akan dan mengalihkan sumber daya dari fungsi-fungsi yang tidak penting bagi kehidupan, seperti pertumbuhan rambut dan pertumbuhan kuku," kata Ploch.

Kerontokan Terjadi Tiga Bulan

theatlantic.com.jpg

Kerontokan rambut terlihat setelah tiga bulan mengalami stres. Biasanya, rambut rontok adalah tanda bahwa rambut baru tumbuh lagi di pangkal rambut yang hilang, jadi pertumbuhan rambut baru terlihat tiga hingga enam bulan setelah kerontokan awal.

“Kerontokan biasanya terjadi dalam tiga bulan pertama setelah kejadian yang membuat stres,” jelas Ploch.

Dr Louisa Draper juga menyebutkan kerontokan rambut dapat dikaitkan dengan stres atau kecemasan emosional. “Biasanya ada sekitar tiga bulan keterlambatan antara periode waktu stres dan rambut rontok,” jelasnya.

Baca Juga: 7 Hal yang Tanpa Sadar jadi Penyebab Rambut Rontok

Rontok Tidak Permanen

vix.com.jpg

Kabar baiknya kerontokan yang disebabkan oleh stres sifatnya tidak menyebabkan kebotakan permanen.

"Kebotakan total tidak terjadi kecuali ada proses inflamasi yang mendasarinya, seperti alopecia areata, penyakit autoimun yang menyebabkan rambut rontok dan dapat dipicu oleh stres berat,” kata Ploch.

Rambut yang rontok akibat stres, ada kemungkinan rambut akan mulai tumbuh setelah tingkat stres menurun. Seiring tidak lagi mengalami stres, pola pertumbuhan akan kembali normal dalam beberapa bulan.

Baca Juga: Alami dan Mudah, Ini 4 Perawatan Rambut Rontok yang Bisa Moms Lakukan

Khawatir tentang rambut rontok juga bisa menjadi bumerang. Terlalu khawatir bisa meningkatkan stres yang dapat menyebabkan lebih banyak rambut rontok. Jadi, kurangi stres, jaga tubuh dan rambut tetap sehat.

(SWN)

Artikel Terkait