FASHION & BEAUTY
24 Juni 2020

Stres Bisa Bikin Jerawatan, Kok Bisa?

Tingkat stres yang tinggi ternyata dapat berdampak pada kesehatan kulit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang umum menyerang siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa.

Moms mungkin saja mempunyai masalah jerawat yang kerap mengganggu penampilan.

American Academy of Dermatology mengungkapkan, jerawat muncul ketika pori-pori di kulit menyumbat dan dimulai dari sel-sel kulit mati.

Jerawat bisa juga disebabkan oleh bakteri P. acnes, yang menyumbat pori-pori wajah. Banyaknya bakteri ini dapat membuat jerawat memerah hingga meradang.

Ternyata, ada faktor lainnya yang memicu munculnya jerawat, salah satunya adalah tingkat stres yang tinggi. Mengapa demikian? Ini ulasannya.

Penyebab Stres Menyebabkan Jerawat

stres menyebabkan jerawat-1.jpg

Foto: dermalogica.com

Awalnya, anggapan stres bisa menyebabkan jerawat hanya mitos belaka.

Namun, semakin banyak penelitian dan studi yang membuktikan bahwa keduanya memang berhubungan satu sama lain.

Studi dari Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology mengungkapkan wanita yang mengalami stres kronis dapat mengaktifkan peningkatan kadar pelepasan kortisol.

Hal ini akhirnya berhubungan dengan hormon corticotropin-releasing (CRH) yang ternyata dapat merangsang kelenjar minyak dan berkontribusi pada munculnya jerawat.

“Hormon yang terkait dengan stres, yaitu CRH dapat menjadi penyebab munculnya jerawat. Hal ini karena CRH mampu meningkatkan produksi minyak kulit atau kelenjar sebaceous. Selain itu, tingkat stres yang tinggi juga dapat menyebabkan kulit menjadi gatal,” ujar Dr. Adam Friedman, profesor dermatologi di George Washington University.

Baca Juga: Jerawat di Telinga, Apa Penyebabnya?

Menurut Dr. Friedman pula, ketika seseorang kerap memegang jerawat atau menggaruk kulit saat wajah tengah berjerawat, maka hal ini dapat meningkatkan risiko mengalami bekas jerawat yang lebih parah dan susah hilang.

Secara garis besar, tingkat stres memang berpengaruh pada munculnya jerawat. Namun, Moms tetap harus tahu cara melakukan perawatan kulit yang tepat.

Faktor Pemicu Jerawat Lainnya

stres menyebabkan jerawat-2.jpg

Foto: hellomagazine.com

Stres memang dapat menyebabkan jerawat, namun stres bukan satu-satunya penyebab munculnya jerawat.

Ada kaitan yang jelas antara jerawat dengan beberapa faktor lainnya, seperti faktor usia, perubahan hormon, kualitas tidur sehari-hari, iritasi pada produk perawatan tertentu, pola makan dan gaya hidup, serta faktor lainnya.

“Banyak faktor penyebab jerawat, seringnya adalah faktor internal, seperti seberapa baik kualitas tidur, masalah pencernaan yang buruk, dan ketidakseimbangan hormon. Untuk itu, perawatan kulit dari luar dan dalam sama pentingnya,” ungkap Dr. Roshini Raj, ahli gastroenterologi dan juga pendiri dari TULA Skincare.

Menurut Dr. Raj, gaya hidup yang sehat dapat meminimalisir risiko peradangan jerawat bertambah parah, seperti:

  • Minum banyak air putih
  • Tidur malam setidaknya selama 7 jam
  • Pola makan yang sehat
  • Tidak memakai topi atau rambut berponi untuk sementara

Faktanya, beberapa cara tersebut juga bisa menjadi cara tepat untuk mengelola stres yang Moms alami.

Teknik relaksasi dan rutin berolahraga juga mampu membuat tubuh menjadi lebih rileks dan meredakan stres.

Hanya saja, pastikan Moms langsung mencuci muka setelah berolahraga, ya.

Baca Juga: Penyebab Jerawat di Leher dan Rahang, Moms Perlu Tahu!

Perhatikan Nutrisi Setiap Hari

stres menyebabkan jerawat-3.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Cara paling mudah untuk dapat mengontrol jerawat yang muncul di wajah adalah memerhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi.

Menurut American Academy of Dermatology, makanan dan minuman yang mengandung glikemik tinggi dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, yang akhirnya bisa merangsang munculnya jerawat.

Jadi, sebaiknya hindari beberapa makanan seperti roti putih, kentang goreng, minuman manis, keripik kentang atau kue kering lainnya. Susu sapi juga disebut mampu menyebabkan jerawat.

Sebaliknya, perkaya asupan nutrisi dengan diet rendah glikemik yang mampu mengurangi jumlah jerawat.

Baca Juga: Jerawat di Dagu Tanda PMS, Kok Bisa?

Moms perlu mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar, kacang-kacangan, dan gandum untuk turut menjaga kesehatan kulit dan membebaskannya dari jerawat, ya!

Artikel Terkait