KESEHATAN
23 Maret 2020

Stres Sebabkan Iskemia Miokardium? Ini Penjelasannya

Stres, baik mental maupun emosional, dapat memicu penyakit lain.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Iskemia miokardium terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang, mencegah otot jantung menerima oksigen yang cukup. Umumnya, kurangnya aliran darah disebabkan oleh penyumbatan sebagian atau seluruh pembuluh darah jantung.

Kondisi iskemia miokardium, yang juga disebut dengan iskemia jantung, ini dapat mengurangi kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Dan apabila salah satu arteri jantung tersumbat secara tiba-tiba dan parah, maka dapat menyebabkan serangan jantung.

Tak hanya itu, dikutip dari Principles of Critical Care, kondisi iskemia miokardium juga dapat menyebabkan irama jantung abnormal yang serius atau aritmia.

Baca Juga: Mengenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Apa Hubungan Stres dengan Iskemia Miokardium?

iskemik miokardium 1.jpeg

Foto: pexels.com

Berdasarkan Harvard Health, stres dapat membahayakan 70% orang dengan penyakit jantung.

Sebuah studi klinis menemukan, tujuh dari 10 orang yyang memiliki penyakit jantung, dapat mengalami episode aliran darah yang tidak memadai ke jantung ketika mereka mengalami stres.

Dalam dunia medis, iskemia miokardium yang dipicu oleh stres adalah iskemia tekanan mental.

Stres, baik emosional dan mental, bekerja dengan cara yang sama seperti aliran darah yang tidak memadai yang disebabkan oleh stres fisik. Hal ini juga kemungkinan dapat memicu serangan jantung.

Dr. Peter Stone, profesor kedokteran di Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital, menjelaskan, efek fisiologis dari tekanan mental membuat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen, namun karena arteri tersumbat, maka jantung tidak mendapatkannya. Inilah saat iskemia miokardium terjadi.

"Dan tekanan emosional atau mental juga dapat menyebabkan vasokonstriksi: arteri koroner mengalami sedikit kejang dan tidak memberikan aliran darah yang cukup ke otot jantung," kata Dr. Stone.

Baca Juga: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak

Iskemia Miokardium Dapat Membunuh Diam-Diam

iskemik miokardium 2.jpg

Foto: pixabay.com

Sebenarnya, data mengenai stres mental yang berkontribusi pada risiko serangan jantung tidak jelas. Tapi, masalah ini dapat menjadi masalah besar.

"Biasanya, iskemia yang dipicu stres itu diam, orang itu mungkin tidak merasakannya," ujar Dr. Stone.

"Jika kamu olahraga dan kamu merasa tidak nyaman di dada, kamu tahu untuk memperlambat (olahraga) dan berhenti, tetapi dengan stres tidak mendapatkan gejala yang dapat menyuruhmu berhenti," sambungnya.

Ia menambahkan, jika seseorang dengan penyakit arteri koroner mengalami tekanan emosional sehingga menyebabkan orang tersebut stres, maka bisa jadi orang tersebut kemungkinan bersar mengalami iskemia miokardium.

Meski begitu, ketika kondisi benar-benar terjadi, ada tanda umum yang dirasakan adalah tekanan atau nyeri pada dada, biasanya di sisi kiri tubuh (angina pectoris).

Tanda lainnya, yang mungkin dialami lebih sering oleh wanita, orang lanjut usia dan penderita diabetes, termasuk:

- Nyeri leher atau rahang

- Nyeri bahu atau lengan

- Detak jantung yang cepat

- Napas pendek ketika Anda aktif secara fisik

- Mual dan muntah

- Berkeringat

- Kelelahan

Mengatasi Iskemia Miokardium

iskemik miokardium 4

Foto: pixabay.com

Sebenarnya, Dr. Stone tidak meyakini bahwa obat antidepresan bisa mengatasi iskemik miokardium atau tidak.

"Jika antidepresan mengurangi iskemia tetapi tidak mengurangi tingkat serangan jantung atau kematian atau hasil mengerikan lainnya, jadi belum jelas obat itu memberikan perubahan atau tidak," jelasnya.

Karena itu, pihaknya menyarakan seseorang dengan penyakit jantung harus belajar mengatasi stres mereka.

Bagi orang yang berisiko sangat tinggi mengalami kondisi ini, Dr. Stone menyarankan bahwa obat-obatan yang diketahui dapat menurunkan efek stres pada jantung juga dapat membantu.

Obat-obatan ini termasuk penghambat saluran kalsium, penghambat beta, nitrat, dan obat lain yang dapat mengatasi ketidakseimbangan aliran darah.

Itulah penjelasan tentang hubungan stres dan iskemia miokardium, Moms. Selalu jaga pikiran tetap positif agar sehat jiwa dan raga, ya, Moms.

Baca Juga: Serangan Jantung, Ini Bedanya dengan Masuk Angin

Artikel Terkait