PROGRAM HAMIL
8 Agustus 2019

Suami Depresi Bisa Mempersulit Peluang Istri untuk Hamil

Depresi bikin suami-istri makin jarang berhubungan seks.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Upaya untuk hamil memang tidak selalu mudah, terutama bagi pasangan yang menghadapi masalah infertilitas.

Saking beratnya perjuangan untuk bisa punya momongan, terkadang calon Moms atau Dads sampai stres menjalani proses atau program hamil yang berkepanjangan. Bahkan, upaya hamil juga bisa bikin suami depresi!

Keadaan tersebut sebenarnya kurang menguntungkan. Sebuah studi yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa suami depresi bisa mempersulit upaya hamil pada pasangan dengan masalah infertilitas.

Hubungan Suami Depresi dan Kesuburan

Suami depresi bisa persulit peluang pasangan untuk hamil (1).jpg

Dikutip dari The Washington Post, studi yang telah diterbitkan di jurnal Fertility and Sterility itu menganalisis data pasangan yang terdiri dari 1.650 perempuan dan 1.608 pria yang sedang menjalani perawatan kesuburan agar dapat hamil.

Seluruh partisipan diminta mengisi kuesioner. Hasilnya memperlihatkan bahwa 6 persen perempuan dan 2 persen pria mengalami gejala depresi berat.

Sebanyak 2 persen pria yang mengalami depresi berat tersebut memiliki kemungkinan untuk punya anak 60 persen lebih rendah dibandingkan pria yang tidak depresi.

Menurut Esther Eisenberg, M.D., dari Divisi Kesuburan dan Infertilitas di Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, NIH, depresi mengganggu kesuburan pria dalam berbagai bentuk, seperti disfungsi seksual karena libido rendah, disfungsi ereksi, ejakulasi tertunda atau terhambat, berkurangnya frekuensi berhubungan seks dengan pasangan, hingga penurunan kualitas sperma.

“Hasil studi kami membantu memberikan pilihan bagi pasien infertilitas beserta dokter mereka dalam memilih pengobatan untuk mengatasi depresi,” ujar Eisenberg.

Sementara, Emily A. Evans-Hoeker, M.D., Kepala Seksi Pengobatan-Reproduksi dan Kesuburan di Virginia Tech-Carilion Clinic, menerangkan, risiko depresi pada pasangan dengan masalah infertilitas yang sedang berusaha untuk hamil selalu ada.

Risiko tersebut, menurut Evans-Hoeker, bertambah besar tiap kali pasangan mendapatkan hasil tes kesuburan yang negatif.

Suami depresi bisa persulit peluang pasangan untuk hamil (2).jpg

Studi NIH tersebut juga menemukan bahwa depresi pada istri tidak mempengaruhi peluang kehamilan pasangan dengan masalah infertilitas.

“Temuan bahwa suami depresi turut berkontribusi terhadap menurunnya tingkat kehamilan ini sangat menarik sekaligus mengkhawatirkan,” ujar Evans-Hoeker.

Ia merekomendasikan para ahli kedokteran agar selanjutnya turut memperhatikan gejala-gejala suami depresi pada pasangan yang sedang menjalani program hamil.

“Kita perlu berusaha mengidentifikasi gejala depresi pada pasangan yang sedang berjuang untuk hamil. Ini penting agar kita dapat membantu mereka supaya tidak kehilangan kualitas hidup, sekaligus meningkatkan peluang hasil perawatan kesuburan yang mereka jalani,” kata Evans-Hoeker.

(AN)

Artikel Terkait