PERNIKAHAN & SEKS
24 Maret 2020

Suami Puber Kedua, Bagaimana Menghadapinya?

Moms bisa membantu suami melewati masa-masa beratnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kita mengalami perubahan hormon secara alami sebagai bagian dari penuaan. Jika pada wanita dikenal dengan istilah menopause, pada pria hal ini biasa dikenal juga dengan nama pubertas kedua. Namun perubahan hormon kedua ini berbeda dari yang pertama.

Pada wanita, penurunan kadar hormon selama masa menopause cukup dramatis dan relatif cepat. Tetapi pada pria, pubertas kedua atau perubahan testosteron terjadi lebih bertahap, biasanya selama bertahun-tahun. Dan efek samping yang dihasilkan pun hampir tidak jelas.

Baca Juga: Diet Rendah Lemak, Menurunkan Testosteron

Berdasarkan jurnal Therapeutic Advances in Urology, kadar testosteron menurun seiring menuanya usia secepat 0,4 hingga 2 persen per tahun setelah usia 30, dan sekitar 13 persen dari populasi pria memiliki hipogonadisme, yang merupakan kegagalan untuk menghasilkan testosteron yang cukup.

Mengutip dari Journal of Gerontology, puber kedua pada suami bisa ditandai dengan perubahan berat badan, berkurangnya energi, kekuatan otot, dan fungsi fisik. Selain itu berkurangnya fungsi seksual, suasana hati yang seperti tertekan, dan penurunan fungsi kognitif juga bisa terjadi.

Mengatasi Suami Puber Kedua

pubertas kedua suami

Foto: Orami Photo Stock

Apakah ada cara untuk mengatasi suami puber kedua? Bagaimana Moms bisa membantu suami melewati puber kedua?

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Puber Kedua Pada Pria?

Jika suami sudah memperlihatkan tanda-tanda puber kedua, jenis perawatan yang paling umum untuk gejala ini adalah beralih pada gaya hidup yang lebih sehat. Misalnya, dokter mungkin menyarankan untuk:

Kebiasaan gaya hidup ini bisa berdampak baik bagi semua pria. Setelah mencoba kebiasaan-kebiasaan ini, pria yang mengalami puber kedua dapat melihat perubahan dramatis dalam kesehatan mereka secara keseluruhan.

Namun perawatan lainnya juga bisa dilakukan dengan memberikan suntikan intramuskuler, konsumsi obat oral dan aplikasi gel pada perut dan bahu.

Baca Juga: Penyebab & Pengobatan Kurang Hormon Testosteron Pada Pria

Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk mengisi kembali hormon testosteron yang hilang. Terapi untuk mengatur kadar testosteron dapat menjadi pilihan, namun, perlu untuk mempertimbangkan ukuran dan kondisi prostat suami kita, karena banyak dari prosedur ini malah merangsang perkembangan kanker prostat.

Untuk mendukung suami melalui puber kedua ini, Moms terlebih dahulu harus mendapatkan informasi cukup tentang kondisi yang dialami oleh suami kita.

Dukungan untuk pasangan akan memperkuat hubungan antara kita berdua dan karenanya dapat menikmati hidup secara normal.

Artikel Terkait