GAYA HIDUP
6 Mei 2019

Suami Tertutup dengan Masalahnya, Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika suami cenderung tertutup dengan masalahnya, apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

https://www.shutterstock.com/image-photo/upset-frustrated-man-ignoring-woman-sitting-1363683755?src=XYmr2qxyE6hoiicSSTtCBA-1-12

https://www.shutterstock.com/image-photo/young-guy-very-upset-crying-feeling-610349033?src=XYmr2qxyE6hoiicSSTtCBA-1-22

Dalam sebuah hubungan rumah tangga, masalah adalah hal yang wajar terjadi antara suami dan istri.

Bisa juga terjadi masalah antara orangtua dan anak atau masalah yang dihadapi tiap individu dalam sebuah keluarga.

Pembahasan masalah dilakukan agar menemukan solusi untuk menyelesaikannya.

Sikap keterbukaan diharapkan menjadi cara yang tepat agar dapat mengungkapkan yang tersimpan dalam hati dan membuat perasaan lebih lega.

Namun, faktanya tidak semua orang bisa mengungkapkan masalahnya secara terbuka.

Baca Juga : Perbincangan Wajib Suami dan Istri

Sebagian orang cenderung tertutup dan enggan untuk mengutarakan permasalahannya, tak terkecuali dengan pasangan sendiri.

Mungkin hal tersebut juga pernah dan sedang dialami oleh Moms dan Dads sekarang.

Ketika suami tertutup dengan masalahnya, justru dapat menimbulkan masalah baru yang dapat merenggangkan hubungan suami dan istri.

Kalau sudah begini, sebaiknya hal apa yang harus dilakukan?

Hal terpenting untuk diketahui adalah sebaiknya Moms tidak memaksa suami untuk menceritakan masalahnya atau menuntut dia untuk cerita.

Begini cara yang harus dilakukan Moms ketika suami tertutup dengan masalahnya.

Memahami Perbedaan Karakter

Suami Tertutup dengan Masalahnya, Harus Bagaimana-1.jpg

Foto: divorcedmoms

Pada dasarnya, setiap orang punya karakter yang berbeda satu sama lain begitu juga dengan suami dan istri.

Dengan memahami perbedaan ini, maka akan lebih mudah untuk memahami pemikiran pasangan.

Hal ini yang diungkapkan oleh seorang konselor rumah tangga bernama Nuniek Tirta. Lewat bincang-bincangnya melalui Kulwap Orami Community pada Kamis (7/2) lalu, Nuniek memberikan saran tentang memahami perbedaan karakter antara suami dan istri.

Baca Juga : 3 Hal Yang Harus Diucapkan Pada Suami Setiap Hari Agar Tetap Mesra

“Salah satu cara untuk memahami perbedaan karakter dengan suami yaitu melalui metode MBTI. Metode ini bisa membuat kita dan suami saling memahami karakter masing-masing,” ujar Nuniek.

Pemahaman pada suami yang introvert juga berbeda dengan suami yang ekstrovert. Ketika suami cenderung tertutup pada masalahnya, kemungkinan dia memiliki karakter introvert.

Di sini peran sebagai istri untuk menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi suami untuk berbagi keluh kesahnya.

“Tidak adil untuk mengharapkan dia berperilaku yang sama seperti kita. Untuk itulah proses penerimaan diri penting untuk dilakukan dalam hubungan suami dan istri,” lanjut Nuniek.

Jika Moms belum pernah mencoba mengetahui jenis kepribadian lewat metode MBTI, tidak ada salahnya untuk meminta suami dan mengecek diri sendiri lewat metode ini, ya.

Bentuk Self Defense dari Suami

Suami Tertutup dengan Masalahnya, Harus Bagaimana-2.jpg

Foto: businessinsider

Suami yang tertutup pada permasalahannya dapat menjadi ia tidak ingin istri juga menanggung beban yang dipikirkannya.

Misalkan, suami biasanya selalu ceria setiap pulang dari kantor tapi suatu waktu dia terlihat murung.

Ternyata, suami sedang punya masalah pekerjaan dan tidak ingin menceritakan kepada istrinya karena tidak ingin menjadi beban.

Menurut Nuniek, kondisi dapat menjadi bagian self-defense atau cara suami agar bisa mempertahankan diri agar egonya tidak terluka semakin dalam.

Baca Juga : Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

Hal ini sebenarnya berarti dia semakin membutuhkan seseorang di sampingnya untuk memastikan dia tidak melewati semuanya sendirian.

Lalu, gimana caranya agar suami mau mengeluarkan semua unek-uneknya?

“Kembalikan pada prinsip bahwa suami adalah pemimpin dan istri adalah penolong yang sepadan. Sebagai penolong, apa yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan beban suami? Satu-satunya yang bisa menjawab adalah suami,” ungkap Nuniek.

Moms bisa menanyakan langsung kepada suami dengan perkataan yang persuasif dengan nada lembut seperti, “Ayah sepertinya kelihatan lagi bete, mau sharing ke aku nggak ada apa?”

Kalau dia tidak mau, jangan dipaksa. Cukup berikan respon dengan, “Yaudah kalau nggak mau share sekarang, nggak apa-apa. Nanti kalau udah mau cerita aku siap kapan aja, ya.”

Percaya deh, Moms, dengan cara seperti ini suami lambat laun akan semakin terbuka tentang perasaannya. Semoga berhasil, ya!

(DG/CAR)

Artikel Terkait