KESEHATAN
12 Oktober 2019

Sudah Tahu Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2? Yuk Simak

Memiliki Kesamaan, tetapi beda penyebab dan cara pengobatan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Terdapat dua jenis diabates utama, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sekitar 1 dari 10 orang Amerika menderita diabetes.

Dari sekitar 30 juta orang yang menderita diabetes, hanya 1,25 juta yang menderita diabetes tipe 1, sisanya menderita diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 dan tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menyimpan dan menggunakan glukosa dengan baik, yang penting untuk energi.

Meskipun memiliki kesamaan, keduanya merupakan penyakit yang berbeda dengan penyebab dan penanganan yang berbeda pula. Berikut perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang perlu Moms dan Dads ketahui.

Baca Juga: Waspada Diabetes Tipe 1 Pada Bayi, Kenali Gejala Ini!

1. Insulin

Type-1-and-Type-2-Diabetes - thehealthy.com.jpg

Diabetes Tipe 1: Tubuh tidak memproduksi insulin. Tanpa insulin, tubuh tidak tahu cara menggunakan glukosa untuk energi, meskipun dalam kondisi setelah makan dan memiliki glukosa dalam darah.

Hal tersebut menyebabkan hati mengeluarkan lebih banyak glukosa ke dalam darah, tidak disimpan sebagai energi ataupun cadangan energi.

Dampaknya, gula darah tinggi, sel-sel tidak mendapatkan energi yang dibutuhkan, dan tubuh akan memberikan ’sinyal’ lapar.

"Diabetes tipe 1 karena tubuh tidak memproduksi insulin," ujar Grenye O'Malley, M.D., ahli endokrin Mount Sinai Diabetes Center dan asisten profesor di Icahn School of Medicine at Mount Sinai.

Diabetes Tipe 2: Tubuh memproduksi insulin, namun tidak berfungsi dengan baik. Ketika gula darah tinggi dan insulin dilepaskan, tubuh mengabaikannya.

Sama seperti pada diabetes tipe 1, gula darah tinggi, hati melepaskan lebih banyak glukosa, dan sel-sel lain tidak mendapatkan energi yang mereka butuhkan.

Sel-sel tubuh mulai melawan efek insulin. Hingga pada kasus yang parah, tubuh berhenti memproduksi insulin yang cukup, sehingga tidak dapat lagi menggunakan glukosa secara efektif.

"Pada diabetes tipe 2, tubuh memproduksi insulin, tetapi masalah utamanya adalah bahwa seluruh tubuh tidak mendengarkannya atau disebut resistensi insulin. "Seiring waktu, beberapa pasien dengan diabetes tipe 2 mungkin mulai memproduksi lebih sedikit insulin,” kata O'Malley.

2. Usia

Diabetes

Diabetes Tipe 1: Kecenderungannya dikarenakan faktor genetik. Untuk itu, umumnya didiagnosis pada anak-anak atau usia muda. Namun, bisa juga baru terdiagnosa pada usia dewasa.

"Tipe 1 biasanya didiagnosis pada usia yang lebih muda, tetapi dapat didiagnosis pada usia berapa pun," kata O'Malley.

Diabetes Tipe 2: Biasanya terjadi setelah usia 35 tahun. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, obesitas, dan kolesterol tinggi lebih berisiko terkena diabetes tipe 2.

Sebanyak 80 persen penderita diabetes tipe 2 obesitas dan memiliki riwayat keluarga. Orang yang berusia di atas 45 tahun, dengan riwayat serangan jantung atau stroke, juga lebih mungkin terserang diabetes tipe 2.

”Meski demikian dapat terjadi pula pada usia yang lebih muda, terutama jika mereka kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat,” kata Dr. Jay Skyler, deputy director clinical research and academic programs Diabetes Research Institute di University of Miami, Florida.

Baca Juga: Orang dengan Diabetes Tipe 2 Lebih Rentan Terkena Kanker Hati, Benarkah?

3. Gejala

02-Type-1-and-Type-2-Diabetes- thehealthy.com.jpg

Diabetes Tipe 1: Meningkatnya rasa lapar dan haus, sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, luka yang tidak cepat sembuh, dan penurunan berat badan.

”Tubuh lemah dan mudah lelah juga mood swings merupakan gejala dari diabetes tipe 1,” jelas Dr. Mary Vouyiouklis Kellis, endocrinologist Cleveland Clinic.

Diabetes Tipe 2: Terkadang memiliki gejala yang sama dengan diabetes tipe 1. Namun, bisa banyak pula pasien yang tidak memiliki gejala sama sekali.

4. Pengobatan

young-man-with-diabetes - medicalnewstoday.com.jpg

Diabetes Tipe 1: Pemberian insulin melalui injeksi atau infus (pompa insulin). ”Penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan insulin selama sisa hidup mereka," kata O'Malley.

Diabetes Tipe 2: Pada beberapa pasien cukup mengelola gula darah dengan mengatur pola makan yang tepat dan menjaga berat badan. Ada pula beberapa pasien dengan diabetes tipe 2 yang membutuhkan suntikan insulin untuk pengobatan (seperti pada diabetes tipe 1), namun hal tersebut tidak umum.

Sebagai gantinya, diberikan resep obat untuk menjaga kadar gula darah tetap rendah atau meningkatkan sensitivitas insulin.

Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Gestational Diabetes Saat Hamil

Kedua jenis diabetes tersebut ini membutuhkan perawatan jangka panjang. Namun, dengan manajemen pengobatan yang tepat, pasien dapat menjalani hidup sehat dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, menurut American Diabetes Association, olahraga teratur dan diet seimbang juga penting untuk menjaga kadar gula darah relatif stabil. Yuk, hidup sehat untuk minimalkan risiko diabetes.

(SWN)

Artikel Terkait