NEWBORN
11 Februari 2019

Sudah Umur 3 Tahun Tapi Balita Belum Lancar Bicara, Apa Masalahnya?

Ternyata ada beberapa penyebab balita masih saja berbicara dengan kalimat pendek
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Siapa nih Mom’s yang sedang khawatir karena balita telat bicara di usianya yang sudah 3 tahun? Walau sedikit mengkhawatirkan, ternyata data statistik menunjukkan kalau di seluruh dunia rata-rata ada sekitar 3 juta anak yang mengalami kesulitan bicara setelah umur 3 tahun kok, Mom’s.

Selama ini banyak orangtua beranggapan kalau penyebab balita telat bicara adalah kurang perhatian, jarang diajak berkomunikasi, atau bahkan keterbelakangan kecerdasan. Padahal penyebabnya tidak hanya itu, karena masalah berbicara juga bisa disebabkan oleh gangguan fisik maupun mental.

Dari berbagai hasil penelitian, para pakar perkembangan anak berhasil mengklasifikasikan penyebab balita telat bicara menjadi beberapa kategori, yaitu:

Gangguan Bunyi Bahasa

sudah umur 3 tahun tapi balita belum lancar bicara apa penyebabnya 1

Foto: babycenter.com

Gangguan bunyi bahasa atau phonological disorder adalah gangguan bicara dimana anak tidak mampu mengucapkan kata dengan benar, sehingga yang terucap hanya sepenggal atau sedikit saja. Sebagai contoh, balita yang mengalami kondisi ini masih selalu mengatakan “akan” untuk kata “makan” atau “au” untuk kata “mau.” Padahal, balita berusia 3 tahun harusnya sudah bisa mengatakan 2 kata sederhana tadi dengan baik dan tegas.

Balita yang mengalami gangguan ini juga biasanya masih memiliki perbendaharaan kata yang terbatas, belum bisa merangkai kalimat panjang, dan suaranya terdengar jauh lebih muda dari umurnya yang sudah 3 tahun.

Apraksia Bicara

sudah umur 3 tahun tapi balita belum lancar bicara apa penyebabnya 2

Foto: pinterest.com

Apraksia bicara atau childhood apraxia of speech adalah gangguan motorik bicara pada sistem syaraf balita, sehingga kesulitan menggerakkan mulut dan lidah secara akurat untuk mengucapkan kata dan mengeluarkan suara.

Beberapa tanda yang paling mudah dikenali dari kondisi apkraksia bicara diantaranya adalah:

  • Kesulitan dalam melafalkan suara, kata, atau suku kata secara benar dan lancar.
  • Gerakan rahang, mulut, dan lidah terlihat kaku saat berusaha berbicara.
  • Memiliki perbendaharaan kata yang jauh lebih sedikit ketimbang anak seumurnya.
  • Sering salah menggunakan huruf vokal dalam kata.
  • Tidak konsisten dalam melafalkan kata, baik dari penggunaan vokal, pemisahan suku kata, atau penekanan suara.

Walau sampai saat ini belum ditemukan solusi untuk penyebab balita bicara ini, Mom's dan para orang tua yang mencurigai anaknya memiliki kondisi apraksia bicara perlu segera menghubungi terapis bicara sebelum bertambah parah.

Dysfluency

Foto: bilingualkids.com

Pada dasarnya, dysfluency adalah istilah profesional untuk menyebut kondisi gagap, yaitu gangguan bicara yang menyebabkan balita kesulitan untuk berbicara dengan lancar.

Mom’s mungkin sudah tidak asing dengan gejala gangguan bicara anak ini, yaitu pengulangan suara, suku kata, dan kata, biasanya pada awal kalimat. Selain itu, balita telat bicara karena gagap biasanya menunjukkan kondisi fisik seperti otot muka tegang, mata berkedip cepat, dan menghentakkan kaki saat bicara.

Receptive Language Disorder

Foto: babycenter.com

Salah satu penyebab balita telat bicara yang paling umum adalah gangguan penyerapan bahasa atau receptive language disorder. Kondisi ini membuat balita sulit mendengar dan menyerap arti dari sebuah kata, sehingga akan cenderung diam dan tidak mendengarkan saat orang lain sedang bicara.

Gangguan bicara anak ini juga membuat si kecil sering salah menjawab pertanyaan. Sebagai contoh, saat ditanya “Makanan apa yang ada di piring?” dia mungkin akan menjawab dengan “warna merah.” Nggak nyambung ya, Mom’s?

Bila dilihat lebih dekat, penyebab utama balita telat bicara sebenarnya ada dua hal, yaitu gangguan bicara dan tingkat perkembangan lambat. Untuk mengetahui secara pasti kondisi yang dialami si kecil, lebih baik Mom’s segera mengajak si kecil ke psikolog anak untuk dievaluasi.

Bagaimana Mom’s, apakah si kecil menunjukkan beberapa gejala dari penyebab balita telat bicara di atas?

(WA)

Artikel Terkait