KESEHATAN
13 April 2020

Suhu Kamar Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur, Ini Buktinya

Ternyata, suhu di kamar bisa memengaruhi kualitas tidur seseorang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Kualitas tidur yang baik tentunya membuat Moms lebih bersemangat pada pagi harinya.

Jika sering terbangun pada malam hari, sebaiknya Moms perlu waspada.

Hal tersebut dapat menjadi tanda tidur Moms tidak nyenyak. Banyak hal yang bisa bikin tidur menjadi tidak nyenyak.

Dilansir dari Wexner Medical Center, beberapa hal yang memengaruhi kualitas tidur seperti pola tidur, stres yang tinggi, mengalami sleep apnea, dan pengaruh hormonal.

Selain itu, ternyata suhu kamar dapat berpengaruh pada kualitas tidur, lho! Ini fakta selengkapnya.

Pengaruh Suhu Kamar pada Kualitas Tidur

Suhu Kamar Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur, Ini Buktinya-1.jpg

Foto: hypebeast.com

Kamar dengan suhu yang terlalu panas atau dingin nyatanya bisa menyebabkan tidur menjadi tidak nyenyak.

Kualitas tidur yang buruk setiap harinya ternyata berpengaruh pada kesehatan tubuh dan bisa berdampak buruk, lho!

Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan, kualitas tidur yang buruk terkait dengan penyakit kronis seperti depresi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Jurnal dalam Clinics in Dermatology juga mengungkapkan, kualitas tidur yang buruk dapat berpengaruh buruk pada kesehatan kulit hingga dapat menurunkan elastisitas kulit.

“Kualitas tidur yang buruk menyebabkan peningkatan hormon stres dalam tubuh dan bisa meningkatkan risiko terkena jerawat dan psoriasis,” ucap Dr. Jessica Krant, asisten profesor klinis dermatologi di SUNY Downstate Medical Center.

Baca Juga: Gangguan Tidur Narkolepsi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Suhu Tubuh Dapat Berubah saat Tidur

Suhu Kamar Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur, Ini Buktinya-2.jpg

Foto: fashionmagazine.com

Menurut Dr. Rajkumar Dasgupta, dokter dari Sleep Medicine Fellowship, ketika Moms tidur maka suhu tubuh menjadi lebih dingin dan ketika Moms bangun, maka suhu tubuh dapat menjadi lebih hangat.

Penurunan suhu tubuh ini dapat terkait dengan produksi dan pelepasan melatonin, hormon yang diproduksi otak untuk membantu tidur.

Hal ini kemudian berpengaruh pada penentuan suhu kamar yang tepat saat tidur.

National Heart, Lung, and Blood Institute merekomendasikan suhu kamar yang sejuk dan lebih dingin untuk kualitas tidur yang lebih baik. Menjaga kamar lebih dingin dapat membantu karena suhu inti alami tubuh juga menurun selama tidur.

Studi dari Science Advances pada tahun 2017 lalu juga mengungkapkan ternyata ada hubungannya antara suhu kamar yang panas dan kualitas tidur yang kurang ideal.

Suhu kamar yang terlalu panas ternyata dapat menyebabkan Moms tiba-tiba terbangun di malam hari.

Baca Juga: Inilah Berbagai Penyebab Gangguan Tidur pada Ibu Hamil

Berapa Suhu Kamar yang Ideal?

Suhu Kamar Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur, Ini Buktinya-3.jpg

Foto: pinterest.com

Umumnya, suhu kamar yang disarankan adalah 19 derajat Celcius, namun hal ini bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Nyatanya, kebutuhan tidur seseorang menjadi hal yang personal. Suhu kamar yang ideal dan dingin tidak hanya menjadi hal utama agar kualitas tidur menjadi lebih baik.

Ada beberapa hal lainnya yang bisa menjadi komponen pendukung kualitas tidur yang baik, seperti kamar tidur yang tenang dan gelap, waktu tidur yang konsisten setiap harinya, tidak mengonsumsi alkohol atau kafein menjelang waktu tidur.

Jika suhu kamar Moms terlalu panas, bisa menggunakan pendingin ruangan, memakai pakaian tidur yang nyaman dan sejuk.

Namun, ketika suhu kamar Moms terlalu dingin, cara yang bisa dilakukan adalah memakai selimut yang tebal dan kaos kaki. Intinya, ketika akan tidur, Moms harus berada pada posisi yang nyaman, tidak kepanasan atau kedinginan.

Baca Juga: 5 Gangguan Tidur yang Bikin Anak Susah Terlelap di Malam Hari

Itulah hubungan antara suhu kamar yang ideal dengan pengaruhnya pada kualitas tidur. Miliki kualitas tidur yang baik agar kesehatan Moms juga terjaga setiap harinya.

Artikel Terkait