PERNIKAHAN & SEKS
19 Agustus 2019

Sulit Ereksi, Sudah pasti Mandul?

Bisa jadi karna bawaan genetik lho
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi pasangan yang sudah menikah, melakukan hubungan seks adalah sebuah hal yang wajar demi menjaga keharmonisan dan keintiman satu sama lain. Selain itu tentu hubungan seks dilakukan agar kita dan pasangan bisa mendapatkan keturunan atau anak.

Namun tidak semua hubungan seks bisa berjalan dengan lancar. Terkadang ada beberapa hal yang menjadi kendala dan akhirnya menjadi sebuah pertanyaan tetap, seperti saat pria sulit untuk ereksi.

Seputar masalah kesulitan ereksi ini,banyak yang mengatakan bahwa bisa jadi sulit ereksi adalah tanda bahwa suami mandul. Moms dan Dads yang pernah mengalami hal ini pun jadi bertanya-tanya apakah benar begitu?

Nah, untuk mencari tahu jawabannya apakah hanya mitos atau fakta, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Pria Sulit Ereksi?

Impotensi Vs. Sterilitas

sulit ereksi, kesulitan untuk ereksi

Foto: riaurealita.com

Impotensi dan sterilitas adalah masalah yang dapat memengaruhi kesehatan seksual dan kemampuan pria untuk memiliki anak, tetapi dengan cara yang berbeda.

Impotensi, atau dikenal sebagai disfungsi ereksi (DE), mengacu pada kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Ini bisa membuat pria sulit, bahkan tidak mungkin untuk melakukan hubungan intim.

Kemandulan, juga disebut infertilitas, mengacu pada ketidakmampuan untuk memproduksi atau melepaskan sperma.

“Disfungsi ereksi dan infertilitas adalah dua hal yang sangat berbeda. Pasangan kita mungkin bisa menghasilkan sperma yang sangat baik, tetapi mengalami masalah dengan ereksi. Hal inilah yang disebut dengan disfungsi ereksi atau sulit ereksi,” kata Michael F. Roizen, MD, anggota Editorial Penasihat Sharecare, yang juga lulusan Alpha Omega Alpha dari University of California, San Francisco, School of Medicine.

Baca Juga: Simak 5 Bahan yang Bisa Menjadi Obat Disfungsi Ereksi Alami Ini, Yuk

Apa itu Disfungsi Ereksi?

Dalam sebuah penelitian, sebanyak 30 juta pria di Amerika mengalami kesulitan ereksi. Hal ini akan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. The Cleveland Clinic melaporkan bahwa 1 dari 10 pria dewasa akan berakhir dengan masalah kesulitan ereksi dalam jangka panjang.

Agar seorang pria dapat mencapai ereksi penuh, beberapa organ yang berbeda, termasuk sistem saraf, otot, dan pembuluh darah, perlu bekerja secara bersamaan. Pria juga bisa mengalami kesulitan ereksi jika salah satu dari sistem ini diabaikan.

Tingkat keparahan disfungsi ereksi dapat bervariasi dari kurangnya ereksi, hingga ereksi parsial yang tidak cukup untuk melakukan penetrasi atau hilang setelah penetrasi. Meskipun sulit ereksi biasanya lebih umum di antara pria yang lebih tua, namun ini dapat terjadi pada usia berapa pun.

Pada pria yang lebih tua, mungkin hal ini terjadi karena kondisi fisik atau medis yang sudah tidak sehat, termasuk berbagai penyakit, cedera fisik, atau efek samping dari obat resep.

Namun pada orang yang usianya lebih muda, faktor-faktor psikologis dan kebiasaan hidup seperti merokok, obesitas, stres, kecemasan, rasa bersalah, dan ketakutan akan kinerja seksual yang buruk semuanya dapat berkontribusi pada kesulitan ereksi.

Akan tetapi jangan khawatir Moms, masalah sulit ereksi ini bisa ditangani.

Baca Juga: 5 Makanan Peningkat Gairah Seksual yang Wajib Dicoba

“Mengalami kesulitan ereksi biasanya bersifat sementara dan dapat diobati. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini. Mulailah gaya hidup sehat dengan berhenti merokok atau mengurangi lemak hewani, yang dapat membantu mengobati masalah sulit ereksi ini,” ujar Dr. Mehmet Oz, dokter spesialis kardiologi.

Bisa dengan meditasi, terapi psikologis, atau perangkat vakum. Implan bedah prostesis tiup juga merupakan opsi. Selama prosedur ini, perangkat yang akan mensimulasikan ereksi digunakan dalam memompa cairan dari reservoir ke dalam tabung karet di penis.

Artikel Terkait