PROGRAM HAMIL
31 Januari 2020

Infertilitas Sekunder, Gangguan yang Menyebabkan Sulit Hamil Anak Kedua

Masalah infertilitas juga dapat terjadi pada pasangan yang ingin program hamil anak kedua.
Artikel ditulis oleh Nadia
Disunting oleh Dina Vionetta

Setelah beberapa bulan menikah, Moms dan Dads tentu sungguh bahagia saat menemukan fakta bahwa dalam waktu dekat akan menjadi orang tua.

Kehamilan pertama seperti tidak ada masalah dan bisa segera terwujud. Uniknya, kemudahan di kehamilan pertama belum tentu dapat terwujud kembali saat Moms dan Dads ingin memulai program hamil anak berikutnya.

Dikutip dari International Journal of Fertility and Sterility, hal ini biasa disebut dengan masalah infertilitas sekunder (secondary infertility).

Yuk, kenali apa saja penyebab infertilitas sekunder dan apa perawatan yang bisa dilakukan agar program hamil anak kedua dapat terwujud.

Mengenal Masalah Infertilitas Sekunder

1 Mengenal Masalah Infertilitas Sekunder.jpg

Foto: nswellness.ca

“Definisi terbaik adalah dimana wanita yang belum berhasil hamil kembali setelah 12 bulan melakukan hubungan seksual tanpa pelindung, namun sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan klinis,” ungkap asisten profesor di Departemen Obstetri, Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di University of Pittsburgh, Dr. Meredith Snook, seperti dikutip dari today.com.

Masalah infertilitas sekunder berada pada tingkat yang sama dengan infertilitas pertama, yaitu mempengaruhi sekitar 10% dari pasangan.

Masalah infertilitas sekunder bukan hanya didefiniskan untuk Moms yang sudah melahirkan seorang bayi, tapi wanita yang pernah hamil namun keguguran juga masuk dalam infertilitas sekunder, jika belum berhasil mengalami kehamilan kembali.

Baca Juga: Apa Hubungan Antara Ejakulasi Dini dan Infertilitas Pada Pria?

Penyebab Sulit Hamil (Lagi)

2 Penyebab Sulit Hamil (Lagi).jpg

Foto: scarymommy.com

Salah satu penyebab masalah infertilitas sekunder adalah faktor usia.

“Biasanya wanita memiliki anak kedua saat sudah agak tua. Saat Moms berusia di akhir 30-an atau awal 40-an, maka kuantitas dan kualitas telur tidak sebagus saat Moms berusia 20-an atau awal 30-an,” ungkap endokrinologi reproduksi Jane Frederick, MD, seperti dikutip dari shape.com.

Tentunya, masalah infertilitas tidak hanya isu wanita, karena pria juga berperan dalam keberhasilan program hamil.

Kualitas dan jumlah sperma juga berpengaruh terhadap pertambahan usia dan 40-50% kasus dipengaruhi oleh faktor masalah infertilitas pria.

Penyebab lain masalah infertilitas sekunder adalah kerusakan rahim atau tuba falopi.

Untuk mengetahui kepastian akan hal ini, Dokter bisa melakukan pemeriksaan HSG.

“Ini adalah X-Ray untuk menguraikan rahim dan tuba falopi untuk memastikan tidak ada yang salah dengan keduanya. Misalnya: (kesalahan) setelah operasi caesar, bekas operasi yang mencegah kehamilan kedua,” ungkap Frederick.

Baca Juga: Menurut Sains, 7 Gejala Fisik Ini Dapat Menandakan Adanya Masalah Kesuburan

Perawatan Masalah Infertilitas Sekunder

3 Perawatan Masalah Infertilitas Sekunder (1).jpg

Foto: coliccalm.com

Pengobatan untuk masalah infertilitas sekunder hampir sama dengan pengobatan untuk masalah infertilitas pada kehamilan pertama.

Jika Moms dan Dads masih berusia di bawah 35 tahun, maka sebaiknya mencoba kehamilan kedua secara alami selama satu tahun.

Jika Moms dan Dads sudah lebih dari 35 tahun, maka cobalah untuk menunggu selama enam bulan dan jika usia pasangan sudah lebih dari 40 tahun, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli atau Dokter.

Biasanya, dokter akan memeriksa pria dan wanita untuk memeriksa apakah rahim dan sperma sehat.

Jika masalahnya terletak pada kesehatan sperma, maka dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga, dan hindari rokok, minuman keras, serta obat-obatan terlarang agar motilitas dan jumlah sperma lebih maksimal.

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan konsumsi obat untuk mendorong kemampuan ovulasi agar dapat segera hamil kembali.

Baca Juga: Cairan Berlebihan Keluar Dari Vagina Saat Berhubungan Intim, Wajarkah?

Saat Moms menjalani program hamil memang ada saja hal yang bikin khawatir ya? Supaya tidak tersesat dengan informasi yang salah, yuk gabung ke WhatsApp Group Orami Moms Community.

Di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

(GS)

Artikel Terkait