BAYI
5 April 2020

Suplemen Vitamin untuk Bayi, Perlukah?

Suplemen vitamin untuk bayi harus digunakan sesuai rekomendasi dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap Moms pasti ingin memberikan yang terbaik untuk bayi, tak terkecuali dalam memberikan nutrisi yang akan membantu tumbuh kembang Si Kecil. Ada kalanya Moms khawatir dengan asupan makanan bayi, apakah sudah mencukupi segala kebutuhan nutrisinya atau belum.

Biasanya, Moms selalu berkeinginanan untuk menambahkan suplemen vitamin untuk bayi agar memenuhi semua nutrisi yang diperlukan oleh bayi. Namun, apakah bayi memang benar-benar membutuhkan tambahan suplemen vitamin?

Baca Juga: 5 Sumber Vitamin A yang Penting untuk Bayi

ASI dan Formula yang Utama

Apakah Bayi Butuh Suplemen Vitamin -1.jpg

Foto: Pumpingmamas.com

Sebenarnya, ASI atau susu formula menyediakan hampir semua kebutuhan bayi pada empat hingga enam bulan pertama. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kecuali pemberian vitamin D yang memang direkomendasikan oleh dokter.

"Semua bayi yang disusui harus mendapatkan suplemen vitamin D, 400 IU per hari, untuk mendukung kesehatan tulang," kata Natasha Burgert, MD, seorang dokter anak di Kansas City, Missouri.

Saat masuk usia 6 bulan, karena bayi sudah mulai masuk waktu makan makanan padat, dokter mungkin tidak merekomendasikan suplemen vitamin tambahan.

Namun, jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang bayi, dokter akan memberikan suplemen vitamin untuk bayi sesuai kebutuhannya.

Kondisi Bayi yang Membutuhkan Suplemen Vitamin

Apakah Bayi Butuh Suplemen Vitamin -2.jpg

Foto: Newvision.co.ug

Sebenarnya, jika pola makan dan menyusu bayi baik maka Si Kecil tidak membutuhkan suplemen vitamin. Namun hal itu adalah kondisi ideal yang tidak semua bayi bisa mendapatkannya.

Malah ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan bayi mendapatkan suplemen vitamin, seperti;

  • Kondisi bayi yang picky eater, hanya memakan makanan yang disukai saja dan menolak yang lain,
  • Memiliki masalah kronis, seperti asma atau masalah pencernaan yang menyebabkan bayi tidak bisa mengkonsumsi satu atau beberapa makanan yang diperlukan tubuh,
  • Mengalami alergi sehingga menghindari susu dan segala bentuk produk susu, sehingga kemungkinan tidak mendapatkan kalsium yang cukup.

Baca Juga: Perlukah Memberi Suplemen Vitamin Pada Bayi yang Diberi Sufor?

Suplemen Vitamin untuk Bayi

Apakah Bayi Butuh Suplemen Vitamin -3.jpeg

Foto: Huffingtonpost.co.uk

Moms bisa saja mempertimbangkan pemberian suplemen vitamin untuk bayi. Namun, hal tersebut tentu saja harus mendapatkan rekomendasi dari dokter.

“Multivitamin dasar pada anak normal akan memasok suplemen vitamin yang cukup,” jelas Michelle Davis-Dash, MD, dokter anak bersertifikat di Baltimore.

Berikut adalah suplemen yang disarankan oleh dokter bayi, seperti direkomendasikan Academy of Nutrition and Dietetics:

1. Zat Besi

ASI dan susu formula memang mengandung zat besi, tetapi saat bayi mulai makan kebutuhan zat besi bayi pun melonjak dari 0,27 mg setiap hari hingga usia 6 bulan, menjadi 11 mg setiap hari dari usia 7 hingga 12 bulan).

Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi jika bayi tidak makan makanan kaya zat besi. Bayi yang lahir prematur memiliki lebih sedikit zat besi dan biasanya perlu minum suplemen zat besi.

2. Vitamin B12

Vitamin ini sangat penting untuk pengembangan sistem saraf dan mencegah anemia. Vitamin ini secara alami ditemukan dalam ikan, daging, unggas, telur, susu, dan produk susu.

Jika Moms menyusui dan tidak mengonsumsi banyak protein hewani, penting untuk memiliki sumber vitamin B12 lain, dari suplemen atau makanan yang diperkaya sehingga bayi bisa mendapatkannya pula.

3. DHA Omega-3

Ini penting untuk perkembangan otak dan mata bayi yang akan dikandung dalam ASI jika Moms mengkonsumsi makanan yang mengandung DHA seperti ikan salmon atau kacang almond. Suplemen DHA biasanya tidak dianjurkan untuk bayi.

4. Probiotik

Suplemen vitamin untuk bayi bisa berbentuk probiotik, karena diklaim dapat membantu menjaga pencernaan dengan baik, dan meningkatkan kesehatan usus.

5. Serat

Meskipun lebih baik untuk mendapatkan serat yang cukup dari makanan, jika bayi lebih suka makanan yang rendah serat, Moms bisa menambahkan sedikit serat tambahan dalam makanannya.

"Suplementasi serat bukanlah ide yang buruk, tetapi bukan keharusan,” Michele.

Baca Juga: Bayi ASI, Perlukah Diberi Tambahan Vitamin?

Pemberian suplemen vitamin untuk bayi akan tergantung kondisi Si Kecil dan rekomendasi dokter. Tetap sajikan makanan bernutrisi dan bergizi agar segala kebutuhan bayi tercukupi.

Artikel Terkait