PERNIKAHAN & SEKS
19 Juli 2019

Susah Dekat dengan Orang Lain? Bisa Jadi Menderita Intimacy Disorder

Kenali tanda-tandanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Intimacy disorder adalah kondisi yang membuat seseorang susah untuk menjalin hubungan kedekatan atau keintiman dengan orang lain. Di beberapa kasus, tanda-tanda intimacy disorder bisa dikategorikan dalam kondisi yang lebih mudah didiagnosis, yaitu social anxiety disorder.

Namun, seseorang juga bisa merasakan masalah dalam menjalin keintiman tanpa harus memiliki tanda-tanda gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder.

Salah satu gangguan yang tergolong ke dalam intimacy disorder yang ada hubungannya dengan kondisi kesehatan mental seseorang adalah borderline personality disorder.

Intimacy disorder seringkali diiringi dengan ketakutan seseorang akan kedekatan emosi dengan seseorang, yang biasanya akan diikuti dengan sikap menghindar dan menjauhkan diri dari seseorang.

Biasanya seseorang dengan intimacy disorder tak menyadari bahwa mereka menjauhi kedekatan emosi, namun seringkali mereka juga akan merindukan kedekatan emosi dengan seseorang.

Melansir psikoterapi Sam Louie MA, LMHC dari Psychology Today, intimacy disorder bisa terjadi karena beberapa sebab, termasuk pengalaman masa kecil yang traumatis.

Baca Juga: Sering Update di Media Sosial? Bisa Jadi Kamu Mengidap Histrionic Personality Disorder

Tanda-tanda Intimacy Disorder

Apa Itu Intimacy Disorder dan Bagaimana Cara Mengatasinya 2.jpg

Biasanya, penderita intimacy disorder akan merasa takut jika diabaikan atau ditinggal pasangan. Meskipun pengalaman setiap orang tidak selalu sama, namun perasaan takut yang berlebihan ini akan menjadi semakin dramatis dan pada akhirnya akan menjauhkan diri kita sendiri dari pasangan secara perlahan-lahan.

Perasaan takut ini biasanya mengakar dari pengalaman masa kecil dan dipicu oleh berbagai hal saat sudah dewasa, sehingga membuat penderitanya merasa kebingungan tentang perasaannya sendiri karena tak tahu apa penyebab pastinya.

Ketakutan ditinggal pasangan akan membuat penderita merasa perlu mengontrol semua aspek kehidupan pasangan, inilah awal mula hubungan posesif yang tidak sehat.

Orang yang merasa khawatir dengan anggapan dan penolakan masyarakat sekitar akan lebih mudah terkena intimacy disorder.

Namun, semakin lama penderita intimacy disorder akan semakin susah untuk dideteksi karena mereka biasanya berlindung di balik media sosial dan image dunia maya mereka.

“Mereka biasanya takut ditolak bila orang lain tahu diri mereka yang sebenarnya. Mereka pun sulit bertahan dalam hidup dan mengalihkan hidupnya pada ketergantungan lain,” ujar Sam. Namun, ketergantungan ini tidak hanya soal alkohol atau narkoba, ketergantungan ini bisa berupa sesuatu yang positif seperti terlalu sering olahraga, bekerja, atau menonton TV.

Baca Juga: Perilaku Buah Hati Sulit Dikendalikan karena Conduct Disorder? Yuk Kenali Tanda Bahayanya!

Faktor Penyebab Intimacy Disorder

Apa Itu Intimacy Disorder dan Bagaimana Cara Mengatasinya 1.jpg

Biasanya faktor penyebab intimacy disorder terletak pada pengalaman di masa kecil dan ketidakmampuan seseorang untuk mempercayai orang tuanya sendiri sehingga berujung pada masalah kedekatan emosional.

Biasanya penderita intimacy disorder mengalami beberapa hal ini saat masih kecil:

  • Kekerasan verbal
  • Kekerasan fisik
  • Kekerasan seksual
  • Penolakan dari orang terdekat
  • Pengabaian dari orang tua
  • Perpisahan dengan orang tua

Intimacy disorder lebih mudah dijumpai pada orang-orang yang selalu diajarkan untuk tidak mudah percaya dengan orang asing, yang memiliki riwayat depresi, dan yang pernah mengalami pemerkosaan.

Interaksi trauma seperti ini tentu saja akan membuat mereka sangat sulit untuk menjalin kedekatan emosional dengan seseorang.

Studi yang dilakukan Reis dan Grenyer menemukan fakta bahwa perempuan yang mengalami depresi lebih mudah terserang intimacy disorder.

Terdapat fakta bahwa semakin parah seseorang mengalami intimacy disorder, maka akan semakin susah pula seseorang untuk mempertahankan hubungannya.

Baca Juga: Mengenal Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Gejala Haid yang Lebih Parah PMS

Bila Moms atau keluarga lain mengalami gejala intimacy disorder, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan terapis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

(SN)

Artikel Terkait