DI ATAS 5 TAHUN
16 Oktober 2019

Syok Hipovolemik, Kekurangan Cairan dan Darah pada Anak yang Harus Segera Ditangani

Bisa disebabkan oleh diare hebat
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Syok hipovolemik adalah kondisi yang banyak ditemukan pada pasien anak di ICU dan departemen gawat darurat di seluruh dunia. Keadaan ini bisa mengancam nyawa.

Syok hipovolemik terjadi ketika anak kehilangan darah atau cairan tubuh secara mendadak dan banyak sehingga volume darah anjlok.

Padahal, darah membantu menjaga kestabilan suhu tubuh, membentuk gumpalan darah, serta membawa oksigen dan zat gizi ke seluruh sel tubuh.

Seperti ditulis oleh website WebMD,, jika volume darah terlalu rendah, organ tubuh tidak bisa bekerja.

Penyebab Syok Hipovolemik

Berkurangnya volume cairan dan darah dalam tubuh bisa memiliki sejumlah penyebab, di antaranya:

  • Patang tulang di sekitar pinggang
  • Luka di kepala
  • Kerusakan organ di daerah perut, termasuk limpa, hati, dan ginjal, karena kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian, atau trauma lain
  • Sobek di jantung atau pembuluh darah besar, atau titik lemah di pembuluh darah besar yang bisa pecah
  • Masalah dengan saluran pencernaan, misalnya ulcer
  • Saat persalinan atau perdarahan hebat dalam 24 jam berikutnya. Juga bisa terjadi jika plasenta lepas dari dinding rahim sebelum bayi dilahirkan, terjadinya pecah kista, atau ketika embrio di luar rahim tumbuh terlalu besar pada kehamilan ektopik, sehingga bisa merusak organ dan menyebabkan perdarahan internal hebat
  • Dehidrasi akibat muntah dan diare hebat
  • Berkurangnya asupan cairan
  • Penyakit yang menyebabkan air kencing banyak berkurang seperti ketoasidosis diabetik dan diabetes insipidus
  • Berpindahnya cairan tubuh karena luka bakar, peritonitis, atau obstruksi usus
  • Demam tinggi
  • Berkeringat sangat banyak

Menurut website acls-algorythm.com, penyebab umum syok hipovolemik pada anak dan kematian bayi di seluruh dunia adalah karena dehidrasi akibat diare.

Baca Juga: Mengenal Syok Anafilaksis yang Bisa Mengancam Nyawa

Gejala Syok Hipovolemik

Menangani Syok Hipovolemik pada Anak.jpg

Foto: wholesomebabyfood.momtastic.com

  • Jantung berdegup kencang
  • Napas cepat dan pendek-pendek
  • Lemah
  • Lelah
  • Linglung atau seperti mabuk
  • Sedikit atau tidak keluar air kencing sama sekali
  • Tekanan darah rendah
  • Kulit dingin dan basah

Seberapa Banyak Darah yang Berkurang sampai Terjadi Gejala Syok Hipovolemik?

  • Saat anak kehilangan darah lebih dari 15%, darah mulai diambil dari kulit, otot, dan usus untuk dikirim ke organ vital seperti hati dan jantung. Karena itu jantung akan berdetak lebih cepat agar darah tetap mengalir. Nadi terasa lemah, sedangkan kulit jadi pucat, dingin, dan basah.
  • Saat kehilangan 30-40% volume darah, tekanan darah akan anjlok, anak akan bernapas cepat, dan ia akan merasa linglung
  • Lebih dari 40% darah yang hilang, organ akan berhenti bekerja. Anak tidak buang air kecil. Gejala semakin parah dan anak bisa pingsan. Jika volume darah tidak segera dikembalikan, anak bisa meninggal dunia.

Baca Juga: Syok Anafilaktik, Reaksi Alergi Parah pada Balita

Menangani Syok Hipovolemik pada Anak

Menangani Syok Hipovolemik pada Anak.jpg

Foto: amazonaws.com

Tanda-tanda fisik syok hipovolemik pada anak harus segera dikenali.

Resusitasi volume darah secara agresif harus dilaksanakan sebelum terjadi disfungsi organ yang tidak dapat diperbaiki.

Setelah anak dibawa ke ruang gawat darurat, tim medis akan:

  • Memasukkan oksigen sebanyak mungkin ke seluruh bagian tubuh
  • Menghentikan atau setidaknya mengendalikan kehilangan darah
  • Menggantikan darah dan cairan tubuh lain

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengetahui Tubuh Kekurangan Cairan

Cairan diberikan lewat IV langsung ke pembuluh vena melalui jarum yang terpasang ke kantung berisi cairan.

Pasien yang kehilangan darah lebih dari 30% juga membutuhkan transfusi darah, sedangkan mereka yang mengalami perdarahan internal atau ginekologi memerlukan operasi.

Artikel Terkait