PARENTING
19 Mei 2019

Tabungan Khusus untuk Dana Pendidikan Anak, Penting atau Tidak?

Sebenarnya, apakah penting atau tidak untuk membuat tabungan khusus untuk mempersiapkan dana pendidikan anak?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Mengatur keuangan rumah tangga memang bukan perkara yang mudah. Pasalnya, banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dikeluarkan, belum lagi anggaran darurat jika salah seorang anggota keluarga mengalami sakit atau ada kejadian tidak terduga.

Untuk itu, penting untuk memiliki keuangan yang stabil sehingga bisa mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

Dana pendidikan anak harus dipersiapkan sejak dini karena kenaikan biaya pendidikan sekolah anak semakin tahun, maka semakin meningkat biaya yang harus dikeluarkan.

“Kenaikan biaya pendidikan setiap sekolah berbeda-beda, mulai dari 8% hingga 25%. Untuk itu, lebih baik rencanakan biaya pendidikan saat anak masuk sekolah nanti. Cara menghitungnya dengan tinggal menambahkan saja dengan persentase kenaikannya per tahun. Paling ideal adalah menyiapkan dana pendidikan sejak anak baru lahir,” ujar Annissa Sagita, konsultan perencana keuangan pada Kulwap Orami Community, Rabu (20/3) lalu.

Baca Juga: Penghasilan Pas-pasan, Bisakah Tetap Menyimpan Dana Pendidikan?

Perlukah Tabungan Khusus untuk Dana Pendidikan Anak?

Tabungan Khusus Dana Pendidikan Anak, Penting atau Tidak-1.jpg

Lalu, sebagai persiapan dana pendidikan, haruskah Moms dan pasangan membuat buku tabungan khusus untuk dana pendidikan anak?

Sebenarnya, Annisaa menyarankan untuk membuat investasi jangka menengah hingga jangka panjang sebagai persiapan dana pendidikan anak. Namun, dalam beberapa kondisi, tabungan khusus untuk pendidikan anak tetap bisa dibuat.

“Tabungan untuk dana pendidikan bisa dibuat jika anak sudah berusia 3 tahun atau lebih dan tabungan tersebut hanya untuk masuk TK. Sedangkan untuk masuk SD, SMP, SMA, hingga kuliah lebih baik menggunakan investasi jangka panjang,” ungkap Annissa.

Selain itu, lebih baik pisahkan tabungan dana pendidikan anak dengan tabungan untuk keperluan lainnya agar tidak terjadi biaya yang berbenturan ke depannya.

“Untuk keperluan mendadak yang sifatnya darurat, siapkan tabungan terpisah yang namanya dana darurat. Jadi, kalau misalkan terjadi kejadian yang tidak diinginkan, maka diambil dari dana darurat ini bukan tabungan pendidikan anak,” lanjut Annissa.

Baca Juga: Begini Cara Membicarakan Dana Pendidikan Anak dengan Suami

Usia Anak dengan Persiapan Dana Pendidikan

Tabungan Khusus Dana Pendidikan Anak, Penting atau Tidak-2.jpg

Seperti yang diungkapkan di atas, Annissa menyarankan untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak anak baru lahir.

Namun, jika Moms dan pasangan terlambat dalam menyiapkan dana pendidikan ini, tentunya harus melihat dulu usia anak dan mempertimbangkan cara apa yang digunakan untuk menyiapkan dana tersebut.

“Misalkan, saat ini anak berusia 3,5 tahun berarti dia akan masuk SD kurang lebih 2,5 tahun lagi. Dalam jangka waktu tersebut, lebih baik gunakan deposito, logam mulia atau tabungan emas batangan untuk persiapan dana pendidikannya. Lalu, biaya untuk masuk ke sekolah jenjang berikutnya, karena masih panjang jangka waktunya, bisa dialokasikan ke reksa dana campuran dan reksa dana saham,” ujar Annissa, yang juga aktif mengajar di kelas-kelas sosialisasi perencana keuangan pemula ini.

Baca Juga: Selain Tabungan Konvensional, Ini 5 Cara untuk Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Jadi, penting untuk memerhatikan usia anak ketika memulai persiapan dana pendidikan anak. Selain itu, sebaiknya Moms dan pasangan mendiskusikan tentang sekolah mana yang ingin dituju. Lalu, rencanakan anggaran yang harus dikeluarkan untuk masuk sekolah tersebut.

Terakhir, memilih produk keuangan yang tepat dengan memahami profil serta risiko produk yang dipilih.

Jika Moms ingin membuat tabungan untuk dana pendidikan anak boleh saja asalkan digunakan untuk jenjang sekolah yang paling dekat jangka waktunya. Jika jenjang waktunya 5 tahun ke atas, lebih baik gunakan investasi jangka panjang, ya, Moms!

(DG/INT)

Artikel Terkait