NEWBORN
25 Maret 2019

5 Tahap Penting Perkembangan Motorik Bayi, Apa Sudah Sesuai?

Yuk sesuaikan usia Si Kecil dengan tahap perkembangan motorik yang seharusnya sudah ia kuasai
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat berkumpul dengan sesama teman atau ibu lainnya, Moms tentu banyak mendengar atau bercerita tentang perkembangan bayi masing-masing.

‘Anakku 3 bulan sudah bisa duduk lho’ atau ‘Si Kecil sudah mulai bisa jalan sekarang, padahal baru 9 bulan’. Ya begitulah kira-kira para Moms membanggakan perkembangan bayi masing-masing.

Namun, tidak perlu bingung jika di usia anak Moms, pencapaian tersebut belum terlihat. Karena perkembangan bayi berbeda-beda.

Yuk cek bagaimana tahap perkembangan motorik bayi sesuai usianya dan hal apa yang bisa Moms lakukan untuk semakin mengasah perkembangan bayi!

1. Mengontrol Kepala

tahap penting perkembangan motorik bayi

Saat usia dua bulan, perkembangan bayi sudah mulai berusaha untuk mengontrol kepalanya. Misalnya dengan mengangkat kepala atau menengok ke kiri dan ke kanan.

Di tahap ini, leher bayi sudah sedikit lebih kuat, tapi tetap butuh perhatian serta bantuan untuk menopang kepalanya.

2. Duduk

perkembangan bayi duduk

Sekitar usia 4-6 bulan, perkembangan bayi sudah mulai bisa duduk dengan dibantu.

Kedua tangannya juga mulai bisa menggapai mainan yang ada di depannya. Untuk membantu perkembangan bayi di tahap ini, perbanyaklah melakukan tummy time.

“Pastikan bayi sering melakukan tummy time yang akan membantu menguatkan otot tangan, leher dan punggung. Otot-otot ini sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan bayi saat ia mulai banyak melakukan gerakan,” ungkap ahli perkembangan anak sekaligus penulis buku Getting It Right for Two Year Olds, Penny Tassoni, seperti dikutip dari motherandbaby.co.uk.

Baca Juga: Kemampuan Motorik Bayi Terlambat Berkembang? Mungkin Ini Penyebabnya

3. Berguling

cute 3 months old baby boy lying on bed and trying to crawl ro tippp thumbnail full01

Saat usia enam bulan, perkembangan bayi seharusnya sudah bisa berguling dari posisi tengkurap lalu telentang, dan sebaliknya.

Di masa perkembangan bayi ini, sangat penting untuk membebaskan Si Kecil untuk mencoba beragam posisi baru, tentunya tetap dengan pengawasan Moms dan Dads.

Untuk itu, perbanyaklah waktu di atas kasur, box bayi atau alas datar lainnya, agar ia dapat bergerak bebas.

Pada masa perkembangan bayi ini, jangan biarkan buah hati terlalu banyak didudukkan pada bouncer atau car seat, yang membuatnya tidak leluasa bergerak.

4. Merangkak

perkembangan bayi merangkak

Mulai enam hingga sembilan bulan, perkembangan bayi terlihat dengan kemampuannya duduk tanpa dibantu dan mulai merangkak.

Pada masa ini, bayi akan berusaha keras untuk mengembangkan otot perutnya untuk membantunya duduk sendiri dari posisi telentang dan sebaliknya.

Jika Moms menemukan bayi kesulitan untuk merangkak, tambahkan tummy time untuk mengasah perkembangan bayi.

“Ganti pakaian bayi yang mengganggu pergerakannya, seperti baby suit dan celana panjang. Karena akan ketat di sekitar panggul, pinggul, dan lutut bayi, sehingga menghambat perkembangan bayi untuk merangkak,” ungkap Paediatric Occupational Therapist, Fiona O’Farrell, dilansir dari everymum.ie.

Saat bayi mulai bisa merangkak, bantu ia untuk merangkak di atas permukaan yang berbeda, misalnya karpet atau ubin.

Sehingga tahap ini juga membantu perkembangan bayi dalam memaksimalkan indera sentuhan.

Baca Juga: 8 Permainan Indoor untuk Melatih Motorik Bayi

5. Berjalan

perkembangan bayi berjalan

Mulai usia 9-12 bulan, bayi mulai berusaha untuk berdiri. Di tahap perkembangan bayi ini, Moms dan Dads perlu mempersiapkan lingkungan rumah yang aman bagi bayi, karena ia akan mulai memegang furnitur dan mencoba meraih apapun yang menarik untuknya.

Terutama, saat bayi mulai bisa berdiri sendiri, ia akan mencoba berjalan meniti furnitur yang bisa digapainya untuk belajar berjalan.

Jika ada tahap perkembangan bayi yang belum dikuasai Si Kecil sesuai usianya, jangan berkecil hati Moms.

Bantu ia untuk terus mengembangkan motoriknya dan ajaklah dokter atau ahli kesehatan berdiskusi mengenai perkembangan buah hati untuk mendapatkan solusi terbaik.

(GS)

Artikel Terkait