BAYI
9 April 2020

Kenali Yuk, 3 Tahapan Bayi Belajar Duduk

Moms harus bantu menstimulasi Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Memiliki bayi merupakan hal paling membahagiakan bagi setiap pasangan. Meskipun mengurus anak bukanlah perkara yang mudah, namun melihat tumbuh kembang Si Kecil dari hari ke hari merupakan hal yang membahagiakan dan tidak akan tergantikan oleh apapun.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting karena pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini.

Salah satu tahapan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi adalah saat anak belajar duduk. Umumnya, bayi belajar duduk pada usia 3-4 bulan.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Aplikasi untuk Pantau Tumbuh Kembang Anak

Di fase ini, Si Kecil mulai dapat melakukan beberapa gerakan sederhana seperti telungkup, mengangkat kepala, dan menggerakkan leher ke kiri dan kanan. Jika bayi sudah sanggup melakukan deretan gerakan tersebut, tandanya ia sudah siap belajar duduk.

Mengenal Tahap Bayi Belajar Duduk

bayi belajar duduk

Foto: Orami Photo Stock

Ketika belajar duduk, Si Kecil selanjutnya akan melakukan beberapa tahap di bawah ini:

1. Tahap awal

Saat pertama kali bayi belajar duduk, Si Kecil secara perlahan memiringkan badan menggunakan lengan untuk menopang tubuhnya. Si Kecil kemudian akan mulai melibatkan beberapa otot tubuhnya, seperti otot besar, otot leher, otot bahu, otot perut, otot punggung dan pinggang.

Di fase ini, bayi akan mencoba berguling dengan mendorong tubuhnya menggunakan siku. Fase ini akan melatih otot dan motorik bayi, sehingga Si Kecil siap melakukan tahap berikutnya.

2. Membangun keseimbangan

Memasuki usia 5-6 bulan, otot punggung Si Kecil sudah cukup kuat untuk duduk, meski masih menggunakan bantuan tangan untuk menopang tubuhnya.

Baca Juga: Yuk Moms, Lengkapi Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan Si Kecil

Fase bayi belajar menyeimbangkan tubuh untuk duduk begitu penting bagi Si Kecil, karena di tahap ini bayi akan mengasah kemampuan neuromuskuler (kinerja sistem saraf dan otot) yang ia miliki.

Kendati posisi tubuhnya belum stabil, seiring otot punggungnya kian kuat, bayi secara perlahan akan menemukan keseimbangan tubuhnya.

3. Belajar duduk dengan stabil

Ketika bayi belajar duduk, Moms sangat disarankan selalu siap siaga berada di sekitarnya. Sebab saat belajar menyeimbangkan posisi duduknya, bayi baru dapat duduk selama 1-2 detik sebelum akhirnya jatuh kembali.

Proses duduk dan jatuh kembali ini akan terus berulang, hingga otot-otot tubuh Si Kecil semakin kuat menopang tubuhnya untuk duduk secara seimbang. Agar tidak terlalu sakit saat jatuh, Moms dapat meletakkan kasur tipis di lantai tempat Si Kecil belajar duduk.

Selain itu, bantulah Si Kecil membiasakan diri merasakan posisi duduk dengan meletakkannya di kursi bayi, hingga membiarkan punggungnya bersandar di samping sofa, maupun di perut kita.

Memasuki usia 6-7 bulan bayi mulai belajar duduk dengan stabil, meski masih menggunakan bantuan salah satu lengannya. Di fase ini pula, bayi mulai meraih dan menggenggam benda apapun di sekitarnya.

Baca Juga: Anak Duduk dengan Posisi Huruf ‘W’, Aman atau Tidak?

Tips Membantu Bayi Belajar Duduk

bayi belajar duduk

Foto: momjunction.com

Bayi belajar duduk merupakan fase yang penting dalam satu tahun pertama perkembangan bayi. Penting bagi Moms untuk mengetahui yang harus dilakukan, untuk membantu Si Kecil belajar duduk sendiri.

Bantu Si Kecil memperkuat otot leher, punggung dan otot tubuh lain yang ia perlukan agar dapat duduk dengan seimbang secara perlahan. Kita pun dapat mencoba sejumlah tips berikut ini untuk membantu bayi belajar duduk.

1. Meletakkan bayi dalam posisi terlentang

Saat meletakkan bayi dalam posisi terlentang, Moms dapat mengangkat badannya secara perlahan ke posisi duduk, maupun menggunakan mainan serta suara-suara yang dapat menarik perhatian Si Kecil untuk duduk.

Sebagai opsi lainnya, kita bisa menggantungkan mainan di atas bayi yang terlentang. Cara ini menstimulasi bayi untuk berusaha duduk, seheingga memperkuat otot dada yang diperlukan untuk menyeimbangkan tubuh ketika duduk.

Baca Juga: Apakah Tidur Telentang Saat Hamil Berbahaya?

2. Meletakkan bayi dalam posisi telungkup

Saat meletakkan bayi dalam posisi telungkup, kita dapat memanfaatkan mainan berwarna-warni, bebunyian menarik maupun membuat ekspresi lucu untuk menarik perhatiannya.

Menarik perhatian bayi saat Si Kecil dalam posisi telungkup dapat membantu menguatkan otot leher, bahu, dan punggung yang diperlukan Si Kecil saat belajar duduk.

3. Menggunakan bantal

Saat kepala sudah lebih stabil dan bayi sering mengangkat tubuhnya, biasakan ia dalam posisi duduk. Moms dapat membantunya duduk menggunakan bantal, mendudukkannya di kursi bayi hingga menyandarkannya di perut kita.

Lakukan aktivitas ini selama 5-10 menit sehari agar Si Kecil terbiasa dengan posisi duduk.

Bersiaplah untuk menghadapi fase selanjutnya dalam tumbuh kembang Si Kecil!

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait