KESEHATAN
21 Januari 2019

5 Tahapan Berduka yang Pasti Dialami Ketika Kehilangan Orang Tersayang

Tahapan ini normal dialami oleh manusia saat sedang berduka
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Ketika orang tersayang meninggal atau saat kita dihadapkan dengan suatu kehilangan maupun bencana, tentunya kita merasa sedih dan putus asa kan Moms?

Hal tersebut sangat wajar dan pasti dialami oleh semua orang. Perasaan-perasaan tersebut masuk ke dalam tahapan berduka alias stages of grief.

“Ada lima tahap, kita menyangkal, lalu marah, kemudian berusaha menawar, depresi, lalu terakhir menerima,” ujar psikolog Elizabeth Santosa, MPsi, Psi, SFP, ACC, saat ditemui di acara Workshop TRE: Model Pelatihan Menghilangkan Stres Berbasis Kecerdasan Tubuh.

Mari kita simak ulasan lebih lanjut mengenai lima tahapan berduka yang pasti dialami manusia!

1. Menyangkal

shutterstock 310310333

Pada tahapan ini, kita tidak percaya musibah terjadi pada hidup kita. Kita akan merasa semuanya tidak masuk akal dan bahkan sampai tidak bisa berpikir jernih.

Tahapan ini sangat alamiah, karena saat menyangkal, kita akan menganalisa duka dan bencana yang terjadi.

Di saat itu lah secara tidak sadar, kita mulai proses penyembuhan dan penerimaan. Perlahan kita akan jadi lebih kuat dan mulai mengikhlaskan.

2. Marah

shutterstock 192057782

Amarah adalah tahapan penting dalam penyembuhan dan penerimaan.

Kita harus membiarkan diri merasa marah, karena kalau ditahan, amarah ini akan semakin tidak terkontrol.

Rasa marah ini didasari oleh kesedihan dan rasa sakit akibat kehilangan orang tersayang, maupun akibat bencana yang terjadi pada kita.

Marah lebih baik dibanding tidak merasakan apa-apa alias mati rasa.

Karena marah ini juga dilandasi akibat rasa cinta terhadap kehilangan yang kita alami.

Baca Juga: Ini 4 Cara Jelaskan Kematian Pada Balita

3. Tawar Menawar

shutterstock 764471797

Dalam tahap ini, kita akan melakukan tawar menawar dengan Tuhan supaya musibah berhenti atau agar Tuhan menyelamatkan orang terkasih.

“Kita melakukan bargaining, tawar menawar. Misalnya, ‘Pokoknya jangan berikan aku kanker Tuhan, aku janji akan bersedekah,” jelas perempuan yang akrab disapa Lizzie ini.

Di dalam tahap tawar menawar, kita akan berangan-angan dengan segala “Jika saja…” atau “Bagaimana kalau…”.

4. Depresi

shutterstock 258931763

Setelah tawar menawar, kita akan mulai pasrah dan merasakan kesedihan yang amat mendalam.

Tahap depresi ini akan sangat menyiksa, kita jadi malas melakukan kegiatan sehari-hari, bahkan bisa sampai tidak mau keluar rumah.

Baca Juga: 3 Tingkatan Depresi dan Cara Mendeteksinya

5. Menerima

shutterstock 598999736

Depresi mungkin tahap yang membutuhkan proses paling lama. Namun, setelahnya akan muncul rasa menerima dan ikhlas.

Saat kita mulai menikmati kembali hidup, biasanya akan muncul rasa bersalah. Kita merasa tidak boleh merasa bahagia karena kita baru saja kehilangan orang terdekat.

Namun, ingat bahwa kita tidak bisa mengubah sesuatu yang sudah terjadi. Lebih baik fokus pada hal-hal positif di depan dan kelilingi hidup dengan orang-orang baik.

“Lima tahap itu adalah tahapan yang dihadapi manusia normal. Tapi dalam beberapa kasus ada yang putus asa dan menyerah pada depresi,” ujar Lizzie.

Oleh sebab itu Lizzie mengatakan bahwa banyak orang yang memilih untuk bunuh diri karena tidak sanggup menahan duka dan depresi yang mendalam.

Agar hal itu tidak terjadi, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang lain dan tenaga profesional saat kita merasakan kesedihan yang berlarut-larut.

(INT)

Artikel Terkait