BALITA DAN ANAK
13 Agustus 2020

Tahapan Perkembangan Bayi 18 Bulan yang Wajib Moms Ketahui, Catat!

Moms, berikut ini perkembangan bayi 18 bulan yang bisa diketahui.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bayi yang sudah berusia 18 bulan akan penuh dengan gelak tawa dan air mata yang tidak bisa dijelaskan. Sebenarnya, bisa disebut bukan lagi bayi yang hanya merangkak. Umumnya pada perkembangan bayi 18 bulan, ia sudah mampu berjalan sendiri, namun dia belum juga bisa dikatakan sebagai anak kecil.

Perubahan emosinya bisa saja melelahkan, namun hal ini menjadi pengalaman baru menjadi orang tua. Akan banyak juga pencapaian yang bisa dilakukan oleh anak. Terpenting, orang tua selalu mengawasinya dengan baik.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berat badan bayi 18 bulan biasanya akan mencapai 13,7 kilogram untuk anak laki-laki dan 13,2 kilogram untuk anak perempuan. Lantas, seperti apa saja perkembangan bayi 18 bulan? Ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Ini Anjuran Imunisasi Bayi 0-18 Bulan Menurut IDAI

Perkembangan Bayi 18 Bulan: Kemampuan Motorik

Perkembangan Bayi 18 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 18 bulan yang harus diperhatikan adalah kemampuan motorik. Kemampuan motorik anak terbagi menjadi motorik kasar dan halus. Nah, dilansir dari WebMD, kemampuan motorik kasar pada perkembangan bayi 18 bulan bisa dilihat dari beberapa hal.

Ia sudah mampu berjalan sendiri dan mungkin berjalan menaiki tangga, memegang pagar, atau berlari dengan riang.

Si Kecil juga mampu jongkok untuk mengambil mainan atau menarik mainan saat ia berjalan. Nah, bayi berusia 18 bulan juga mungkin akan mencoba keluar dari tempat tidurnya pada usia ini. Untuk itu, pastikan area di kamarnya aman dan bebas dari barang-barang yang bisa membuatnya jatuh atau tersandung.

Pada titik ini, jalur saraf dalam tubuh anak yang mengoordinasikan kontrol dan keseimbangan motorik menjadi lebih kuat. Sehingga, anak mampu beradaptasi dengan permukaan tempat yang tidak rata tanpa kehilangan banyak kecepatan.

Namun, Moms perlu memahami bahwa bayi 18 bulan belum memiliki kekuatan atau koordinasi untuk turun tangga dengan kaki bergantian. Maka dari itu, mereka masih membutuhkan pengawasan yang tepat.

Namun, bagaimana apabila Si Kecil belum bisa berjalan dengan lancar saat usianya sudah 18 bulan? Sebenarnya, rentang kapan anak-anak belajar berjalan sebenarnya sangat besar. Jadi, Moms tidak perlu cemas berlebihan.

“Statistik menunjukkan, 50-60 persen bayi berjalan pada ulang tahun pertamanya. Beberapa mampu berjalan dini saat usia 8 bulan. Ada juga yang baru bisa berjalan saat usianya 18 bulan. Jika bayi belum mampu berjalan saat usianya 18 bulan adalah hal yang normal. Terpenting adalah anak memiliki otot dan refleks yang baik,” ungkap Dr. Barry Zuckerman, profesor dan ketua pediatri di Boston University School of Medicine.

Nah, sedangkan untuk perkembangan motorik halusnya, seorang bayi 18 bulan sudah mampu minum dari gelas, makan sendiri dengan sendok, menyusun dua benda atau lebih, memegang krayon. Ia juga mampu membantu membuka pakaiannya sendiri.

Menurut laman Raising Children, pada perkembangan bayi 18 bulan, Si Kecil juga dapat mencoba melepas kaus kaki dan sepatu sendiri. Secara umum, anak akan menunjukkan tanda-tanda awal bahwa mereka siap untuk toilet training atau menggunakan toilet sendiri.

Nah, berkaitan dengan toilet training ini, Moms harus melihat kesiapan dari masing-masing anak.

“Selain kesiapan dari anak, hal yang paling dibutuhkan adalah kesabaran, kesabaran, dan kesabaran. Beberapa anak bisa menjadi sangat keras kepala dan bisa membuat orang tua kewalahan. Namun, ia tetap membutuhkan dukungan dari orang tuanya,” ujar Dr. Lance A. Goodall, dokter anak di Cedar Rapids, Iowa, AS.

Baca Juga: 5 Kesalahan Toilet Training yang Harus Dihindari, Jangan Dilakukan!

Perkembangan Bayi 18 Bulan: Kemampuan Berbicara

Perkembangan Bayi 18 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 18 bulan yang harus diperhatikan selanjutnya adalah kemampuan bicara. Tentu saja, bayi berusia 18 bulan akan berceloteh semakin banyak. Biasanya, ia akan belajarnya setidaknya 1-2 kata seminggu, atau bahkan satu kata sehari. Nah, Si Kecil mungkin akan memberikan nama dan menunjuk pada benda-benda atau orang yang sudah dikenalnya.

Bayi 18 bulan juga mampu menunjuk pada area tubuhnya, misalnya telinga, hidung, atau jari kaki. Tentunya, hal ini juga dibarengi dengan seberapa sering Moms melatihnya untuk berbicara.

Hal yang juga diperhatikan dari perkembangan bayi 18 bulan adalah kemampuannya untuk memahami kalimat dan instruksi sederhana. Kalimat mudah seperti, “Ayo jalan-jalan, Nak” bisa dipahami oleh anak dan ia akan menurutinya.

Bayi berusia 18 bulan juga sudah tahu nama mereka sendiri dan apa yang menjadi milik mereka. Misalnya, mainan yang menjadi miliknya. Nah, hal ini kadang membuat anak lebih sulit untuk berbagi mainan.

Terkadang, hal ini menyebabkan konflik dengan teman sebaya atau saudaranya yang lebih tua. Meskipun normal, Moms dan Dads tetap harus mengajarkan konsep berbagi sejak dari awal.

“Cara paling mudah bisa dengan mengatur penghitung waktu. Biarkan anak tahu bahwa ia hanya bermain selama 10 menit. Ketika penghitung waktu berbunyi, ia harus mau memberikan mainannya kepada kakaknya selama 10 menit juga,” ungkap Dr. Lynne Milliner, dokter anak dari Rainbow Babies & Children’s Hospital di Cleveland.

Tindakan sederhana tersebut mengajarkan anak untuk mau bermain berganti dan memberitahu padanya bahwa tidak ada mainan yang akan selamanya jadi miliknya.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah memberikan contoh. Pada dasarnya, anak-anak adalah peniru apa yang dilakukan orang tua mereka.

Jadi, Moms atau Dads bisa menunjukkan pada anak konsep berbagi, seperti berbagi sepotong kue atau secara bergiliran memilih film yang akan ditonton atau bergantian saat ke kamar mandi. Anak nantinya akan meniru hal yang dilakukan orang tuanya.

Komunikasi yang tepat pada anak sangat diperlukan meskipun saat ia belum mengerti begitu banyak kata-kata. Bahkan, mengenai konsep berbagi ini baru akan benar-benar dipahami anak ketika ia sudah berusia 5 tahun.

Memang butuh banyak kesabaran, tapi proses tersebut akan menjadi tantangan yang menyenangkan.

Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Moms harus memerhatikan perkembangan bicara bayi 18 bulan dengan baik. Ketika Si Kecil tidak mampu mengucapkan satu kata pun atau tidak kunjung mendapatkan kata-kata baru, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: Apakah Perlu Balita Diajarkan Berbagi?

Perkembangan Bayi 18 Bulan: Stimulasi

Perkembangan Bayi 18 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 18 bulan yang harus diperhatikan selanjutnya adalah stimulasinya. Pada dasarnya, salah satu faktor untuk mendukung tonggak perkembangan anak dengan melakukan stimulasi yang tepat. Peran orang tua adalah memberikan stimulasi sesuai dengan usia anak.

Cara untuk melatih kemampuan bicara bayi 18 bulan dengan melanjutkan latihan berbicara sebanyak mungkin. Gunakan berbagai kata yang menggambarkan hal yang sama untuk membantu kosakatanya.

Jika Si Kecil mengucapkan kata dengan salah, ulangi kata tersebut dalam kalimat dengan pengucapan yang benar. Nah, hindari menunjukkan kesalahan mereka karena hal tersebut bisa membuat mereka minder atau tidak percaya diri.

Dilansir dari Raising Children, pada usia-usia inilah menjadi waktu yang tepat untuk membiarkan anak bereksplorasi termasuk dalam mengucapkan kata-kata. Hal ini memberikan kepercayaan diri pada anak untuk mencoba hal-hal baru sendiri.

Nah, tindakan ini pada akhirnya membantu anak lebih mandiri dan percaya diri di kemudian hari.

Moms juga bisa mencoba membaca buku untuk anak sebelum tidur untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Sebenarnya, membaca buku bukan hal yang baru untuk menjadi stimulasi yang penting bagi perkembangan anak, terutama perkembangan bayi 18 bulan.

American Academy of Pediatrics (AAP) bahkan merekomendasikan agar orang tua mulai membaca untuk anak-anak mereka setiap hari mulai dari saat mereka dilahirkan. Mengapa demikian?

“Membacakan anak buku bisa menjadi stimulasi yang penting bagi perkembangan kognitifnya. Anak mampu mengenali pola, urutan, dan belajar untuk memprediksi hasil. Hal ini akan membantu anak nantinya di bidang lain, seperti matematika, sains, atau musik. Membacakan anak buku juga akan membantunya mengembangkan keterampilan membaca,” ungkap Virginia Walter, associate professor di University of California, Los Angeles.

Selain itu, membacakan anak buku dapat membuat mereka merasa nyaman. Ketika anak merasa nyaman, maka hal tersebut secara tidak langsung mampu menurunkan tingkat stres.

Nah, jadi banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kebiasaan sederhana membacakan anak buku, ya, Moms.

Lantas, stimulasi apa lagi yang bisa dilakukan untuk perkembangan bayi 18 bulan? Cara meningkatkan kemampuan motorik halusnya, Moms bisa mendorong dia untuk melakukan keterampilan sehari-hari.

Beberapa contohnya seperti menggunakan sendok, minum dari gelas, melepaskan topi. Keterampilan ini melibatkan otot kecil dan besar, serta kemampuan anak untuk berpikir tentang apa yang mereka lakukan.

Beberapa mainan edukatif juga bisa dilakukan untuk perkembangan bayi 18 bulan, seperti main boneka-bonekaan dan berpura memberikannya makanan. Mencocokkan tokoh-tokoh binatang di buku juga bisa menjadi mainan untuk Si Kecil.

Dilansir dari WebMD, menumpuk beberapa mainan terpisah dan menempatkannya kembali bersama-sama juga bisa menjadi mainan yang edukatif untuk perkembangan anak.

Baca Juga: Ingin Anak Cerdas dan Mandiri? Ini Tipsnya Menurut Psikolog!

Perkembangan Bayi 18 Bulan: Makanan Penambah Berat Badan

Perkembangan Bayi 18 Bulan

foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 18 bulan yang harus diperhatikan selanjutnya adalah nutrisinya. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, bayi berusia 18 bulan sudah mulai mampu makan sendiri dengan sendok serta minum menggunakan gelas. Namun, tentunya Si Kecil masih memerlukan waktu untuk benar-benar lancar makan menggunakan tangan sendiri.

Hal penting yang harus Moms perhatikan adalah memastikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya sudah tercukupi dengan baik.

Stabilitas emosi bayi berusia 18 bulan cenderung sulit dikontrol. Mungkin saja anak akan tantrum karena merasa tidak nyaman atau rewel karena lingkungan yang baru. Segala hal yang baru akan mudah mengganggu fokus Si Kecil. Nah, hal ini juga bisa membuat bayi 18 bulan sulit untuk makan dengan lahap.

Baca Juga: Berikan 3 Makanan untuk Mencukupi Kebutuhan Protein Harian Balita Berikut Ini

Moms harus memastikan bahwa zat besi, lemak, kalsium, dan protein tercukupi setiap harinya untuk perkembangan bayi 18 bulan. Zat besi berfungsi untuk memastikan sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan optimal. Moms bisa menambahkan beberapa sayuran seperti brokoli, bayam, dan kangkung untuk memenuhi kebutuhan zat besinya.

Pastikan anak mendapatkan jumlah lemak yang tepat setiap harinya. Hal ini karena nafsu makan Si Kecil mungkin tidak akan setinggi dulu. Beberapa porsi mentega bisa membantu untuk menambah berat badannya.

Tambahkan juga kandungan protein dalam piring makannya setiap hari, ya Moms. Protein adalah nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Protein penting untuk kesehatan kulit, rambut, kuku, otot, hingga tulang anak. Beberapa makanan yang kaya protein seperti produk susu, telur, daging, kacang-kacangan dapat memenuhi kebutuhan proteinnya.

Kandungan lainnya yang penting bagi bayi 18 bulan adalah kalsium. Kalsium penting untuk perkembangan gigi dan tulangnya. Beberapa sumber kalsium yang baik untuk Si Kecil termasuk produk susu, brokoli, kangkung, keju cottage, dan lainnya.

Susu penting untuk membantu menambah berat badan anak dan baik bagi perkembangan tubuhnya.

Itulah beberapa hal penting yang harus dipahami tentang perkembangan bayi 18 bulan. Bersiap untuk melihat lebih banyak perkembangannya beberapa bulan ke depan, ya, Moms!

Artikel Terkait