NEWBORN
9 Oktober 2020

Tahapan Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Harus Moms Ketahui, Catat!

Perkembangan bayi 3 bulan yang paling mencuri perhatian adalah saat Si Kecil mulai berguling, menggemaskan!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Perkembangan bayi memang selalu menarik untuk diperhatikan, termasuk perkembangan bayi 3 bulan. Di usia ini, bayi sudah mulai meninggalkan masa-masa newborn dan bersiap memasuki episode baru dalam perkembangannya.

Begitu banyak yang telah terjadi dalam waktu yang sangat singkat saat membesarkan bayi. Si Kecil kini menjadi jauh lebih besar dan kekuatan otaknya juga meningkat setiap hari.

Bayi kini berusia 3 bulan dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Moms kini bisa mendapat waktu tidur yang lebih lama dan juga mendapatkan respons saat bermain dengan bayi. Ini adalah awal dari waktu-waktu yang menyenangkan.

Perkembangan Bayi 3 Bulan: Keterampilan Motorik

Perkembangan Bayi 3 Bulan -1

Foto: Orami Photo Stock

Indikator perkembangan bayi 3 bulan yang pertama adalah keterampilan motorik. Saat ini, beberapa refleks bawaan bayi mulai menghilang. Salah satunya adalah refleks Moro yang terlihat sejak beberapa bulan pertama. Ada beberapa keterampilan motorik yang menjadi perkembangan bayi 3 bulan yang harus Moms perhatikan.

Saat berusia 3 bulan, bayi harus memiliki kekuatan leher yang lebih baik. Ketika memegangnya secara tegak, Moms akan melihat lehernya menguat dengan sedikit sekali terlihat goyang.

Bayi juga memiliki kekuatan tubuh bagian atas yang bisa menopang kepala dan dada dengan tangan sambil berbaring tengkurap, dan kekuatan tubuh bagian bawah yang cukup untuk merentangkan kaki dan menendang.

Bayi sekarang dapat mulai menanggung berat pada kakinya jika Moms memegangnya dengan tegak. Dalam beberapa bulan lagi, bayi bisa bangkit dengan gembira jika Moms nda berdiri seperti ini saat bayi menyiapkan otot-otot berjalannya untuk mulai melangkahkan kakinya.

Perkembangan bayi 3 bulan lainnya adalah ia juga mampu berguling. Meski awalnya terlihat terkejut saat mendapati dirinya menghadap ke atas, bayi akan bisa beradaptasi dan terus melakukannya karena rasa penasarannya yang mulai meninggi.

Memastikan bayi mendapatkan banyak untuk tummy time akan membantunya mengembangkan keterampilan ini. Berguling dari belakang ke depan lebih sulit untuk dikuasai dan akan memakan waktu sedikit lebih lama.

Saat ini, bayi juga menunjukkan tanda awal koordinasi tangan-mata. Misalnya saat tangan bayi dapat membuka dan menutup, menyatukan, menggesekkan mainan yang menggantung berwarna-warni, meraih mainan, memainkan mainan, dan memasukkan mainan ke mulut.

Selain itu, bayi juga mulai bisa menjangkau dan melacak sesuatu. Penglihatan bayi telah cukup membaik sehingga memungkinkan dia untuk melihat objek lebih jauh dari tangannya sendiri.

Sekarang bayi juga memiliki inisiatif untuk meraih sesuatu, terutama jika mereka penuh warna. Sehingga nanti saat Si Kecil berusia sekitar 5 bulan, bayi sudah dapat melacak objek bergerak dengan matanya sendiri jika terus dilatih.

Baca Juga: 5 Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Usia 2-3 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan: Tidur

Perkembangan Bayi 3 Bulan -2

Foto: Orami Photo Stock

Tidur menjadi salah satu indikator perkembangan bayi 3 bulan. Bayi baru lahir hingga usia 3 atau 4 bulan membutuhkan 14 hingga 17 jam tidur dalam periode 24 jam, dan biasanya bangun setiap dua hingga empat jam untuk menyusu, menurut National Sleep Foundation.

Saat ini, sistem saraf bayi telah matang dan perutnya dapat menampung lebih banyak ASI atau susu formula. Perubahan itu memungkinkan bayi tidur selama enam atau tujuh jam sekaligus, yang berarti Moms bisa tidur lebih nyenyak.

Jika bayi bangun tengah malam dan menangis, tunggu sekitar 30 detik sebelum menuju ke kamar bayi. Terkadang, bayi akan menangis selama beberapa detik dan kemudian kembali tidur. Jika Moms terburu-buru menghampirinya, bayi tidak akan belajar tertidur sendiri.

Ketika tangisan bayi tidak berhenti, susui atau ganti popoknya dalam kondisi gelap jika memungkinkan, dan kemudian segera kembali ke boks. Ini akan membuat bayi berfikir bahwa malam hari hanya untuk tidur.

Jadwal tidur siang juga harus menjadi lebih rutin. Sebagai bagian dari perkembangan bayi 3 bulan, saat ini bayi membutuhkan tidur siang sekitar 1 1/2 hingga 2 jam setiap hari.

Perkembangan Bayi 3 Bulan: Komunikasi

Perkembangan Bayi 3 Bulan -3

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan bayi 3 bulan lainnya adalah pendengaran dan penglihatannya mulai membaik. Bayi dapat memalingkan kepala dan tersenyum saat mendengar suara Moms, dan juga suka mendengarkan semua jenis musik.

Bayi juga akan lebih suka melihat mainan berwarna cerah karena kontras yang tajam akan lebih mudah dilihat. Wajah benar-benar menarik bagi bayi berusia 3 bulan. Bayi juga akan menatap dengan seksama bayangannya sendiri di cermin.

Hal ini akan membuat Moms mudah menjalin komunkasi dengan Si Kecil. Ini adalah tahap yang oleh psikiater anak Margaret Mahler disebut sebagai 'penetasan' ketika bayi keluar dari 'kerang' dan mulai bereaksi dan berhubungan dengan dunia di sekitar.

“Bagian dari proses penetasan ini melibatkan interaksi dengan orang-orang dan tersenyum untuk kesenangan, atau dikenal sebagai senyum sosial,” kata dia.

Saat ini, tangisan bukan lagi metode komunikasi utama bayi. Bahkan, bayi berusia 3 bulan harus menangis tidak lebih dari satu jam setiap hari. Jika tangisan melebihi ini atau tampak berlebihan, ini bisa menjadi masalah yang bisa jadi terkait dengan refluks atau masalah medis lainnya.

Alih-alih menangis, bayi mulai berkomunikasi dengan cara lain, seperti bersuara dan mengeluarkan suara vokal ‘oh’ dan ‘ah’ misalnya. Libatkan Si Kecil dalam percakapan dengan merespons suara-suara ini.

Moms bisa menceritakan apa yang sedang dilakukan, dan tunggulah responsnya. Katakan, ''Mama akan mengganti popok sekarang,''. Bayi akan mendengarkan dan menonton ekspresi wajah Moms saat berbicara.

Akhirnya, bayi akan mulai membentuk suaranya sendiri dan membuat gerakannya sendiri. Melakukan percakapan juga merupakan cara yang bagus untuk menjalin bonding dengan bayi.

Baca Juga: Penting! Ini 5 Stimulasi Perkembangan Fisik Bayi 0-3 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan: Pertumbuhan Fisik

Perkembangan Bayi 3 Bulan -4

Foto: Orami Photo Stock

Pertumbuhan fisik juga jadi perhatian dalam melihat perkembangan bayi 3 bulan. Apakah bayi terlihat terlalu gemuk? Atau terlalu kurus?

Untuk penilaian yang akurat, lihat berat bayi dan juga panjangnya di bagan tinggi-berat badan. Jika tinggi dan beratnya berada pada kurva yang sama, bisa jadi bayi hanya lebih besar atau lebih kecil dari rata-rata.

Mengapa itu penting? Bayi yang terlalu gemuk dan bertambah gemuk dengan sangat cepat dalam 6 bulan pertama mungkin memiliki peningkatan risiko obesitas pada usia 3 tahun.

Dan bayi yang kelebihan berat badan hingga usia 4 tahun berisiko lebih tinggi menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan, menurut National Institutes of Health.

Itulah sebabnya, Moms sebaiknya tidak menyusuinya secara berlebihan. Dengan kata lain, jangan selalu menenangkan bayi dengan botol atau payudara setiap kali rewel. Cari tahu cara lain agar membuat suasana hati bayi lebih baik.

Di sisi lain, jika bayi terlihat kurus dan mendapat persetujuan dokter, Moms harus meningkatkan upaya menyusui sehingga bayi dapat mendapatkan kenaikan berat badan yang sesuai. Sebab, kenaikan berat badan menjadi salah satu tolak ukur dalam melihat perkembangan bayi 3 bulan.

Baca Juga:Ini Indikator Perkembangan Motorik Kasar Bayi Usia 0-3 Bulan, Catat!

Stimulasi Perkembangan Bayi 3 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan -5

Foto: Orami Photo Stock

Sekarang, selain merawat dan menyusui Si Kecil secara rutin, pekerjaan Moms akan bertambah dengan memberi stimulasi dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi 3 bulan.

Sebab saat ini, sebanyak 40 persen bayi berusia 3 bulan secara teratur menonton TV, DVD, atau video menurut penelitian yang dilakukan University of Washington dan Seattle Children's Hospital Research Institute .

"Paparan TV membutuhkan waktu dari kegiatan yang lebih sesuai perkembangan seperti pengasuh orang tua atau orang dewasa dan bayi yang terlibat dalam permainan bebas dengan boneka, balok atau mobil," kata Frederick Zimmerman, penulis utama studi ini dan profesor kesehatan University of Washington.

Menurut Rekan penulis penelitian ini Dr. Dimitri Christakis, yang juga seorang peneliti pediatri di Seattle Children's Hospital Research Institute dan profesor kedokteran UW, menonton televisi yang tepat pada usia yang tepat saja dapat membuat anak-anak menjadi banyak menonton.

“Menonton berlebihan sebelum usia 3 tahun telah terbukti terkait dengan masalah kontrol perhatian, perilaku agresif dan perkembangan kognitif yang buruk. Menonton televisi awal telah meledak dalam beberapa tahun terakhir, dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama yang dihadapi anak-anak Amerika," kata Dimitri.

Oleh karena itu, American Academy of Pediatrics (AAP) memiliki beberapa panduan untuk menstimulasi perkembangan bayi 3 bulan.

Ada beberapa stimulasi yang bisa Moms lakukan. Misalnya:

  • Gunakan nada suara yang berbeda saat berbicara,
  • Nyanyikan lagu-lagu dengan akhir yang mengejutkan dan memberikan penekanan pada itu,
  • Ketika Moms menceritakan sebuah kisah atau melantunkan lagu anak-anak, masukkan nama bayi sebagai nama karakter sehingga Si Kecil terbiasa mendengar namanya dalam berbagai nada dan situasi,
  • Cara hebat lain untuk meningkatkan kesadarannya terhadap dunia adalah membawanya dalam sebuah perjalanan. Pergilah berjalan-jalan dan saksikan saat bayi merespons dunia sekitarnya dengan gembira. Misalnya saat bayi melihat dedaunan bergerak, burung-burung terbang dan mendengarkan suara-suara anjing, mobil atau apa saja yang mengeluarkan suara.
  • Ajak bayi melihat-lihat ruangan dan memanggil namanya dari berbagai posisi di sekitar ruangan. Ingatlah untuk memuji atau merangkulnya jika bayi melihat Moms setelah dipanggil.
  • Biarkan bayi belajar lingkungannya melalui sentuhan, dan berikan banyak tekstur berbeda untuk dijelajahi oleh bayi. Permukaan di dalam rumah cukup bagus untuk memulai. Ajak Si Kecil merasakan tekstur bantal, lantai kayu, dan karpet terlebih dahulu.

Mengajaknya bermain juga dapat menjadi cara untuk menstimulasi perkembangan bayi 3 bulan. Meski saat ini tangan dan jari bayi masih menjadi mainan favoritnya, tetapi sekarang bayi mungkin dapat melakukan lebih banyak daripada hanya memasukkannya ke dalam mulutnya.

Selama tummy time, cobalah menggulingkan bola sekitar 2 kaki di depannya. Dengan sedikit latihan, bayi akan segera dapat mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata untuk meraihnya.

Moms juga bisa merangsang inderanya dengan meletakkan bayi secara terlentang di atas tikar untuk mengurangi risiko SIDS menurut AAP, kemudian memberikan beberapa pemandangan dan suara yang akan menggodanya. Misalnya mainan yang bersuara seperti kerincing.

Ajak Si Kecil untuk belajar membalikkan badannya dengan menyimpan penyangga di pinggir badan. Lihat responsnya dan sesekali bantu bayi memiringkan badannya. Hasilnya, bayi bisa melakukannya sendiri.

Selain itu, Moms juga bisa sering posisinya. Moms dapat menempatkannya di atas perutnya selama beberapa waktu, kemudian membuatnya berbaring telentang, atau duduk selama beberapa menit.

Ini akan membangkitkan rasa ingin tahunya, karena bayi selalu memiliki pandangan yang berbeda tentang dunia di sekitarnya. Juga, ingatlah untuk berbicara dengannya sebanyak mungkin.

Baca Juga: Ini Perkembangan Pendengaran dan Komunikasi Bayi 0-12 Bulan, Sudah Tahu?

Luar biasa sekali ya Moms perkembangan bayi 3 bulan. Jadi, jangan kaget dengan perkembangan yang ditunjukkan bayi Moms yang berusia 3 bulan. Terus beri stimulasi agar Si Kecil terus mendapatkan pertumbuhan yang optimal setiap bulannya.

Artikel Terkait