2-3 TAHUN
19 Oktober 2017

Tak Disangka, 5 Hal Ini Bisa Menyabotase Waktu Tidur Balita

Ternyata hal-hal kecil seperti ini bisa membuat waktu tidur balita berkurang, lho, Ma
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Tidur adalah kebutuhan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Oleh karena itu, jangan pernah membuat anak terganggu dengan tidurnya.

Tidak mudah membuat balita tidur. Ini merupakan tantangan bagi Mama agar pola tidur si kecil sesuai dengan usianya masing-masing. Mama harus bersikap disiplin dengan rutinitas waktu tidur anak. Jangan sampai balita Mama berkurang waktu tidurnya hanya karena suatu hal yang sebenarnya bisa diantisipasi.

Balita memerlukan waktu tidur total 12-14 jam. Biasanya terbagi menjadi 11-12 jam saat malam hari dan 1-3 jam saat siang hari. Namun beberapa balita tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur.

Banyak hal yang bisa menghambat tidur anak. Tanpa Mama sadari, hal-hal yang terlihat sederhana berikut ini ternyata dapat menyabotase waktu tidur anak:

1. Nonton TV

sabotase balita nonton tv

Setiap anak pasti menyukai menonton TV. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan berlebihan, pola tidur si kecil bisa terganggu. Anak menjadi ketergantungan dan susah lepas dari acara TV yang ditontonnya sehingga dia tidak mau tidur. Alhasil, kebiasaan nonton TV bisa menyabotase waktu tidur si kecil.

2. Lampu Terang

sabotase lampu tidur

Lampu yang terang dapat me-reset jam biologis balita dan menunda proses tidurnya. Oleh karena itu, Mama dapat mengganti lampu kamar anak dengan lampu yang lebih redup atau mematikannya setengah jam sebelum balita tidur.

3. Jadwal Orang Tua Padat

sabotase busy parents

Mama yang menjadi wanita karier seringkali memiliki kesibukan yang tidak bisa ditebak, bahkan terkadang harus bekerja lembur. Akibatnya, si kecil bisa merasa stres karena tidak ada Mama di sampingnya saat mau tidur. Hal ini membuat balita menjadi cemas dan susah tidur.

4. Teror di Malam Hari

sabotase night terror

Biasanya hal ini terjadi saat anak sedang tertidur lelap, terutama di sepertiga pertama malam. Timbul jeritan ketakutan yang membuat anak seolah-olah seperti kerasukan. Banyak hal yang bisa menyebabkan hal tersebut, salah satunya keturunan keluarga.

Jika hal itu terjadi pada anak Mama, Mama tidak perlu panik. Cobalah membuat balita bersikap tenang. Jika kebiasaan ini terjadi setiap malam, Mama dapat membangunkan balita kira-kira 30 menit sebelum serangan teror (jika teror tersebut muncul pada waktu yang sama).

5. Mimpi Buruk

sabotase nightmare

Ini merupakan hal yang sering dialami oleh balita. Mimpi buruk bisa terjadi karena banyak hal, terutama saat anak sedang kelelahan. Kondisi ini sering membuat balita menjadi lebih sulit untuk mengontrol emosi.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi kembali, Mama dapat menemani si kecil hingga tertidur nyenyak. Selain itu, jangan membuat anak kelelahan dengan aktivitas di siang hari. Bantulah dia untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Hal ini akan menghindari balita bermimpi buruk.

Baca juga: Yuk, Latih Balita Tidur Sendiri dengan 5 Cara Ini

(PIA)

Artikel Terkait