KESEHATAN
9 Maret 2020

Waspada Takikardia, Kondisi Detak Jantung Terlalu Cepat

Takikardia mengacu pada detak jantung yang terlalu cepat.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Takikardia mengacu pada detak jantung yang terlalu cepat. Seperti yang ditulis dalam laman American Heart Association, untuk orang dewasa, detak jantung lebih dari 100 denyut per menit (BPM) dianggap terlalu cepat.

Secara umum, jantung orang dewasa yang beristirahat berdetak antara 60 dan 100 kali per menit. Ketika seseorang menderita takikardia, ruang jantung bagian atas atau bawah akan berdetak lebih cepat secara signifikan.

Ketika berdetak terlalu cepat, jantung akan kurang efisien dalam memompa dan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk jantung itu sendiri.

Karena jantung berdetak lebih cepat, otot-otot jantung atau miokardium, membutuhkan lebih banyak oksigen. Jika ini terus berlanjut, sel-sel miokard yang kekurangan oksigen bisa mati. Kondisi ini yang menyebabkan serangan jantung.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Patah Hati, Kelainan Jantung yang Bisa Sebabkan Kematian

Penyebab Takikardia

Takikardia - penyebab - freepik.jpg

Foto: freepik.com

Takikardia umumnya disebabkan oleh gangguan pada impuls listrik normal yang mengontrol aksi pemompaan jantung kita, laju di mana jantung kita memompa. Situasi, kondisi, dan penyakit berikut ini adalah kemungkinan penyebabnya:

  1. Reaksi terhadap obat-obatan tertentu
  2. Kelainan jantung bawaan
  3. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  4. Konsumsi kokain dan beberapa obat rekreasi lainnya
  5. Ketidakseimbangan elektrolit
  6. Penyakit jantung yang mengakibatkan pasokan darah yang buruk dan kerusakan jaringan jantung, termasuk penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, penyakit otot jantung, tumor, atau infeksi
  7. Hipertensi
  8. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  9. Merokok
  10. Penyakit paru-paru tertentu

Walau ada beberapa situasi dan kondisi yang bisa menjadi penyebab takikardia, terkadang, tim medis mungkin tidak dapat mengidentifikasi penyebab pasti takikardia.

Gejala Takikardia

Takikardia - gejala - freepik.jpg

Foto: freepik.com

Gejala takikardia meliputi:

  1. Sesak napas
  2. Denyut nadi cepat
  3. Debar jantung
  4. Sakit dada
  5. Pingsan

Namun, beberapa orang dengan takikardia tidak memiliki gejala dan kondisi ini hanya ditemukan selama pemeriksaan fisik atau dengan tes pemantauan jantung.

Baca Juga: Mengetahui 4 Langkah Pertolongan Pertama pada Penyakit Jantung

Jenis-Jenis Takikardia

Takikardia - jenis - freepik.jpg

Foto: freepik.com

Ada beberaa jenis takikardia yang mungkin terjadi. Berikut ulasannya.

1. Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium adalah detak jantung yang cepat yang disebabkan oleh impuls listrik yang kacau dan tidak teratur di ruang atas jantung (atria). Sinyal-sinyal ini menghasilkan kontraksi atrium yang cepat, tidak terkoordinasi, dan lemah.

Fibrilasi atrium mungkin bersifat sementara, tetapi beberapa episode tidak akan berakhir kecuali diobati. Ini merupakan jenis takikardia yang paling umum.

2. Atrial Flutter

Pada atrial flutter, atria jantung berdetak sangat cepat tetapi dengan kecepatan teratur. Tingkat cepat menghasilkan kontraksi lemah bagi atrium.

3. Takikardia Supraventrikular (SVT)

Dikutip dari National Health Service, takikardia supraventrikular adalah detak jantung cepat yang tidak normal yang berasal dari suatu tempat di atas ventrikel. Ini disebabkan oleh sirkuit abnormal di jantung yang biasanya hadir saat lahir dan menciptakan lingkaran sinyal yang tumpang tindih.

4. Takikardia Ventrikel

Sinyal listrik abnormal di ventrikel menghasilkan detak jantung yang cepat. Kecepatan detak jantung tidak memungkinkan ventrikel untuk mengisi dan berkontraksi dengan baik, sehingga pasokan darah ke tubuh menjadi buruk. Jenis takikardia sering merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan diperlakukan sebagai darurat medis.

5. Fibrilasi Ventrikel

Ventrikel bergetar dengan cara yang tidak efektif, mengakibatkan pasokan darah yang buruk ke tubuh. Jika irama jantung normal tidak pulih dengan cepat, sirkulasi darah akan berhenti, menyebabkan kematian.

Baca Juga: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak

Pengobatan Takikardia

Takikardia - pengobatan - freepik.jpg

Foto: freepik.com

Takikardia tidak selalu membutuhkan obat-obatan, melainkan harus disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya.

Untuk memastikan takikardia dan menyelidiki penyebab lebih lanjut, dokter perlu melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti melakukan elektrokardiografi, tes darah, pemindaian jantung, stress test, tes elektrofisiologi, dan tilt table test.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang takikardia. Jika mengalami salah satunya, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter ya Moms.

Artikel Terkait