BALITA DAN ANAK
18 September 2019

4 Tanda Alergi Dingin pada Anak yang Harus Diwaspadai

Tak hanya makanan, udara dingin juga bisa menimbulkan alergi pada Si Kecil
Artikel ditulis oleh Irene Anindyaputri
Disunting oleh Orami

Kebanyakan alergi biasanya disebabkan oleh debu, bulu hewan, atau makanan. Namun, tahukah Moms bahwa ada alergi terhadap suhu dingin? Anak-anak mungkin mengalami hal ini dan efeknya sama dengan alergi lainnya.

Umumnya gejala alergi dingin akan muncul ketika Si Kecil berada di tempat bersuhu dingin, memegang es batu, bermain di air dingin, atau makan dan minum dingin.

Menurut Allergy Department and Allergy Research Center, University of Athens, kondisi ini paling banyak terjadi pada anak usia 7-14 tahun. Namun, tetap bisa terjadi pada anak balita sekali pun.

Hal ini tergantung juga dengan tingkat sensitif dari indera masing-masing anak. Semakin sensitif, maka semakin mungkin Si Kecil alami alergi dingin. Dari semua kasus, kegiatan di dalam air adalah pencetus utama dari alergi dingin pada anak.

Sama seperti alergi lainnya, kondisi ini sebaiknya segera cepat ditangani. Nah, supaya tahu pasti bahwa itu adalah alergi dingin, yuk simak gejala-gejala berikut ini, Moms.

1. Kulit Ruam dan Gatal

Pilihan Obat untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

Gejala pertama yang akan muncul sesaat setelah Si Kecil terkena sesuatu yang dingin adalah kulit gatal dan ruam.

Umumnya, hal ini akan muncul dalam waktu 2-3 menit setelah sang buah hati memegang benda tersebut dan bertahan hingga satu sampai dua jam.

Baca Juga: Pilihan Obat untuk Mengatasi Gatal-gatal Akibat Alergi

2. Nyeri dan Bengkak

atasi nyeri pergelangan tangan hero banner magz (1510x849)

Selain gatal, berdasarkan informasi dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology, alergi pada anak bisa menyebabkan bengkak dan nyeri pada bagian yang terkena.

Misalnya saja, sang buah hati tak sengaja memegang es batu atau barang lain yang dingin. Tangannya bisa langsung membengkak dan nyeri.

3. Bibir dan Lidah Bengkak

Bibir-Kering-Hero.jpg

Makanan dan minuman yang dingin bisa menimbulkan pembengkakan di area bibir, lidah, bahkan tenggorokan. Hal ini terjadi karena ketika makanan atau minuman dingin itu masuk, zat antihistamin langsung diproduksi tubuh dan akhirnya menyebabkan bengkak di bagian mulut.

Dilansir dari Web MD, bila hal ini dibiarkan dapat memicu bahaya yang lebih besar. Si Kecil bisa saja kesulitan napas karena saluran tenggorokannya membengkak.

Baca Juga: 4 Bahaya Veneer Gigi yang Harus Dipertimbangkan

4. Bersin-bersin

bersin pagi malam hati hati hero banner magz (1510x849)

Bersin-bersin juga menjadi gejala alergi dingin yang mungkin dialami sang buah hati. Apalagi, jika Moms sekeluarga sedang di daerah yang suhu udaranya dingin. Menurut Mayo Clinic, anak jadi bersin-bersin karena tingginya zat histamin di dalam tubuh akibat terkena udara dingin.

Kapan Moms Harus Bawa Si Kecil ke Dokter?

Biasanya, reaksi alergi dingin yang terjadi pada anak akan hilang dalam hitungan jam. Warna kulit akan kembali normal dan rasa gatal akan hilang. Namun, Moms harus waspada bila gejala yang telah disebutkan tak kunjung sembuh.

Apalagi jika muncul reaksi atau gejala lainnya yang lebih serius. Dilansir dari jurnal Pediatrics, Moms mesti segera bawa anak ke unit gawat darurat jika:

  • Anak kesulitan bernapas
  • Batuk terus-menerus
  • Mengeluhkan sakit di dada
  • Jantung berdebar-debar
  • Pingsan

Menurut Web MD, hal ini termasuk ke dalam episode anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang bisa menimbulkan dampak serius jika tak ditangani dengan cepat. Umumnya, dokter akan menyuntikkan obat antihistamin agar segera meringankan gejala.

Baca Juga: Berbagai Gejala Diare Pada Bayi yang Tak Boleh Diremehkan

Itulah tanda-tanda alergi dingin pada anak. Jika muncul gejala lain yang serius, segera bawa Si Kecil ke dokter ya Moms.

(IA/ERN)

Artikel Terkait