2-3 TAHUN
24 Maret 2020

Ini Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Mengatasinya, Catat!

Penting untuk segera mengatasi dehidrasi pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap harinya, Si Kecil perlu mendapatkan asupan cairan sehingga ia tidak mengalami dehidrasi. Apalagi, anak-anak yang masih dalam usia tumbuh kembang ketika masih aktif-aktifnya dan sering bereksplorasi.

Selain itu, terkadang anak-anak kehilangan banyak air dan garam ketika Si Kecil mengalami demam, diare, atau muntah, atau olahraga yang mengeluarkan banyak berkeringat.

Karena itu, penting mengetahui tanda anak dehidrasi untuk bisa segera mengembalikan cairan tubuhnya.

Jika Si Kecil tidak dapat mengganti cairan yang hilang, anak-anak dapat mengalami dehidrasi.

Baca Juga: Penyebab Muntaber pada Balita dan Cara Mencegah Dehidrasi

Ini Tanda-tanda Anak Dehidrasi

tanda anak dehidrasi-1.jpg

Foto: mirror.co.uk

Mengutip Kids Health, bila anak mengalami demam, diare, atau muntah, atau banyak berkeringat di hari yang panas atau karena aktivitas fisik yang intens, perhatikan tanda-tanda dehidrasi pada anak berikut ini:

  • Mulut kering atau lengket
  • Sedikit atau tidak ada air mata saat menangis
  • Mata yang terlihat cekung
  • Pada bayi, titik lunak (fontanelle) di atas kepala terlihat cekung
  • Popok sedikit lebih kering atau buang air kecil yang sedikit dari biasanya
  • Kulit kering, dingin
  • Sifat lekas marah
  • Mengantuk atau pusing

Dalam Very Well Family, turut disebutkan bahwa ketika Si Kecil semakin mengalami dehidrasi, anak akan memiliki tanda-tanda dehidrasi yang memburuk berikut ini:

  • Kesulitan minum atau bahkan tidak bisa minum
  • Mulut dan lidah mereka akan tampak kering
  • Anak jarang buang air kecil atau berhenti sama sekali
  • Detak jantung akan meningkat, nadi anak akan menjadi lemah sehingga bernapas mulai berat
  • Lengan dan kaki akan terasa sejuk, dan kulit anak terlihat berbintik-bintik

Jika seorang anak mencapai tahap dehidrasi ini, kondisi dehidrasi ini dianggap darurat. Si Kecil mungkin perlu dirawat di rumah sakit sehingga dapat menerima cairan secara intravena.

Baca Juga: Kenali Dehidrasi Kronis, Begini Cara Penangananya!

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak

tanda anak dehidrasi-2.jpg

Foto: webmd.com

Dalam jurnal Nutrition Reviews, tingkat dehidrasi ringan dapat memengaruhi gangguan mood dan fungsi kognitif seperti konsentrasi, kewaspadaan dan ingatan jangka pendek pada anak-anak (10-12 tahun), dewasa muda (18-25 tahun), dan pada dewasa tua (50-82 tahun).

Mengutip The Royal Children's Hospital Melbourne, cara mengatasi dehidrasi ringan pada anak adalah memberikannya lebih banyak cairan, seperti air atau larutan rehidrasi oral untuk menggantikan cairan dan garam tubuh.

Namun, bila Si Kecil menolak minum air atau larutan rehidrasi oral, coba jus apel encer, atau susu biasa kepada anak. Jangan memberikan minuman dengan kadar gula tinggi, karena dapat memperburuk dehidrasi.

Sementara itu, pada bayi di atas enam bulan, berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Jika masih masa menyusui bayi, terus susui bayi tetapi lebih sering dilakukan. Moms juga dapat memberikan larutan rehidrasi oral atau air selama 12 jam pertama.
  • Bila memberi susu botol kepada bayi, gantilah susu formula dengan larutan rehidrasi oral atau air selama 12 jam pertama, kemudian berikan susu formula normal dalam jumlah sedikit, tetapi lebih sering.

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Alasan Mengapa Penderita Diabetes Tidak Boleh Terkena Dehidrasi

Lalu, dehidrasi pada anak yang lebih tua dengan berat lebih dari 10 kilogram, Moms bisa memberikan setidaknya satu cangkir (250 ml) air atau larutan rehidrasi oral) untuk diminum, setiap jam selama empat kali.

Beri porsi yang lebih banyak jika Si Kecil mengalami muntah atau diare. Anak dengan usia lebih muda membutuhkan lebih sedikit minum daripada anak yang lebih besar.

Artikel Terkait