KEHAMILAN
23 April 2020

6 Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Tiga, Hati-hati!

Mual dan muntah parah juga tanda bahaya lho Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms, trimester akhir kehamilan semakin terlihat nyata saat tubuh lebih condong serta berat yang semakin membuat kesulitan bergerak dan hal ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Bagi beberapa orang, trimester ketiga kehamilan menjadi waktu yang penuh kegelisahan tetapi juga dibuat sibuk jelang kedatangan Si Kecil.

Nah, sama seperti dua trimester pertama yang membawa tantangan sendiri demikian pula yang ketiga. Perawatan prenatal sangat penting karena jenis komplikasi yang menjadi tanda bahaya kehamilan trimester 3 dapat dikelola jika terdeteksi dini.

Utamanya, Moms akan mulai mengunjungi dokter kandungan setiap minggu dari 28 hingga 36 minggu hingga Si Kecil tiba.

Tanda Bahaya Kehamilan Trimester 3

Ketidaknyamanan saat trimester 3 seperti sakit selangkangan, HELLP, dan sakit punggung, biasa terjadi. Tetapi, penting bagi Moms mengetahui perbedaan ketidaknyaman yang normal dan tanda bahaya trimester 3.

Berikut ini tanda bahaya kehamilan trimester 3 yang harus diperhatikan menurut WomensHealth:

1. Pendarahan vagina

pendarahan5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bahaya kehamilan trimester 3 di antaranya adalah pendarahan vagina dengan nyeri perut yang dapat mengindikasikan solusio plasenta yang terjadi ketika plasenta terlepas dari lapisan rahim.

Menurut pakar kesehatan wanita, Donnica Moore, MD, setiap pendarahan saat kehamilan membutuhkan perhatian segera dan hubungi dokter kandungan atau Moms bisa langsung datangi ruang gawat darurat.

2. Mual dan Muntah Parah

Sangat umum mengalami mual saat hamil. Jika menjadi parah, itu mungkin lebih serius bahkan menjadi tanda bahaya.

“Terutama jika Moms tidak bisa makan dan minum apapun sehingga berisiko mengalami dehidrasi,” kata Peter Bernstein, MD, dokter kandungan di New York Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center.

Bila mual yang parah, beritahu dokter kandungan atau bidan yang mungkin akan meresepkan obat atau menyarankan untuk mengubah pola makan Moms.

Baca Juga:7 Tanda Bahaya Kehamilan saat Olahraga dan Senam Hamil, Waspada!

3. Penurunan Gerakan Bayi secara Signifikan

Apa artinya jika Si Kecil dalam kandungan yang sebelumnya aktif tampak sedikit energi? Hal tersebut mungkin normal. Tapi bagaimana Moms bisa tahu?

Asisten professor kedokteran ibu dan janin di Fakultas Kedokteran Universitas Texas, Nicole Ruddock, MD mengungkapkan bila terjadi perhentian tersebut maka coba Moms meminum sesuatu yang dingin atau makan sesuatu.

Kemudian, berbaringlah di sisi untuk melihat apakah hal tersebut membuat Si Kecil bergerak. Lalu, coba menghitung tendangan Si Kecil.

Tidak ada jumlah gerakan yang optimal tetapi Moms harus menetapkan garis dasar sebagai aturan umum, Moms harus menghitung setidaknya memiliki 10 tendangan atau lebih dalam kurun waktu dua jam.

Tak lupa sesegera mungkin hubungi dokter kandungan. Dokter memiliki peralatan pemantauan yang dapat digunakan untuk menentukan apakah bayi bergerak dan tumbuh dengan tepat.

4. Kontraksi

Kontraksi saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Moms, kontraksi bisa menjadi tanda persalinan prematur. Tapi, terkadang Moms terkecoh dengan kontraksi persalinan palsu disebut dengan kontraksi Braxton-Hicks walaupun begitu kontraksi ini tidak dapat diprediksi, tidak berirama, dan tidak meningkat intensitasnya.

Tetapi, kontraksi teratur bisa terjadi sekitar 10 menit jeda atau kurang serta meningkat intensitasnya.

Jika Moms berada di trimester ketiga dan mengalami kontraksi segera hubungi dokter. Jika terlalu dini untuk Si Kecil lahir maka dokter kandungan akan dapat menghentikan persalinan.

5. Pecah Ketuban

Saat berjalan ke dapur untuk mengambil air minum dan Moms merasakan adanya air yang mengalir di kaki bisa menjadi pertanda ketuban pecah yang menjadi tanda bahaya kehamilan trimester ketiga.

Perbedaannya adalah ketuban berbentuk semburan cairan secara dramatis tetapi beberapa ada juga yang merasakan seperti aliran air biasa. Bila hal ini terjadi maka segera ke rumah sakit.

6. Sakit Kepala Parah, Sakit Perut, Gangguan Penglihatan, dan Pembengkakan

Menurut American Pregnancy Association, gejala-gejala ini bisa menjadi tanda preeklamsia. Itu adalah kondisi serius yang berkembang selama kehamilan dan berpotensi fatal.

Tanda bahaya kehamilan trimester 3 ini ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin Moms yang biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan.

Hubungi dokter kandungan sesegera mungkin dan dapatkan tes darah. Perawatan dini akan membantu untuk mengurangi gangguan tersebut.

Baca Juga:Waspada, Ini Tandanya Jika Ada Bahaya di Awal Kehamilan

Kehamilan trimester ketiga dapat memiliki beberapa risiko komplikasi serius. Tapi, Moms tidak perlu khawatir menghabiskan minggu terakhir soal kesehatan selama bersikap proaktif, tetap menghubungi bidan serta dokter kandungan dan memerhatikan tanda bahaya kehamilan trimester 3.

Dan tetaplah berpikir positif sehingga sebelum Moms menyadarinya Si Kecil pun sudah tiba di sisi.

Artikel Terkait