2-3 TAHUN
7 Oktober 2020

Tanda Balita Kekurangan Zat Besi, Jangan Anggap Enteng!

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Zat besi sangat penting untuk perkembangan anak. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi kesehatan serta pertumbuhan anak, bahkan dapat menyebabkan anemia.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua bayi di tes untuk anemia defisiensi besi antara usia 9 bulan hingga 12 bulan.

Tergantung hasil skrining, dokter anak mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi oral atau multivitamin harian yang harus dikonsumsi selama 3 bulan berturut-turut tanpa putus baru kemudian dilakukan pengujian lebih lanjut.

Baca Juga: Hindari Anemia pada Anak dengan Perhatikan Pola Makannya

Tanda Balita Kekurangan Zat Besi

kekurangan zat besi pada anak (2).jpg

Foto: mygiftslist.be

Biasanya, tanda kekurangan zat besi pada anak dapat dilihat secara kasat mata dengan mudah.

Namun, seringkali tanda ini terabaikan karena pada sebagian anak, tanda kurang zat besi tidak terlihat jelas.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, dilansir dari Healthy Children, berikut tanda dan gejala kekurangan zat besi yang paling umum terjadi:

  • Kulit pucat
  • Kelelahan
  • Pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat, atau tidak sesuai kurva
  • Nafsu makan buruk
  • Pernapasan seringkali cepat dan tidak normal
  • Sering ngidam makan-makanan yang tidak biasa, seperti es, kotoran, cat atau sesuatu yang bukan berbentuk makanan
  • Lidah berwarna lebih merah daripada biasanya, dan mengalami pecah-pecah di sekitar pinggir lidah
  • Luka di bagian sudut mulut
  • Kuku mudah terkelupas atau rapuh

Baca Juga: Jangan Sampai Terjadi, Ini 4 Dampak Anak Kekurangan Zat Besi

Gejala anemia defisiensi besi yang kurang umum meliputi:

  • Sakit kepala
  • Tinnitus, persepsi suara di satu atau kedua telinga atau di kepala, yang terdengar seperti dering di telinga
  • Kesulitan menelan (disfagia)

“Jika anak Anda termasuk picky eater, terlihat lemah atau pucat, kemungkinan besar ia terkena anemia,” ungkap Cindy L. E. Gellner, M.D., dokter anak dari University of Utah.

Cegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

kekurangan zat besi pada anak (1).jpg

Foto: motherandbaby.co.uk

Pada beberapa orang, gejala anemia kadang tidak terlihat seperti gejala penyakit. Mungkin Si Kecil hanya menunjukkan satu atau 2 gejala yang saru dengan kondisi penyakit lainnya seperti tidak nafsu makan dan lesu atau tidak semangat.

Tingkat keparahan gejala kekurangan zat besi tergantung pada seberapa cepat anemia pada anak berkembang.

Hal inilah yang harus diwaspadai, karena jika anemia dibiarkan tanpa diobati, akan ada beberapa dampak jangka panjang lainnya yang bisa dirasakan oleh Si Kecil, hingga puncaknya yang terparah adalah gagal tumbuh.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Anemia pada Balita, Mudah!

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya kekurangan zat besi pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan untuk bayi di mulai usia 4 bulan hingga 9 bulan, rutin diberikan zat besi tambahan. Moms dapat menanyakan dokter terkait hal ini ya!

Artikel Terkait