BALITA DAN ANAK
5 April 2020

Bukan Keseleo, Ini Tanda Balita Patah Tulang Setelah Jatuh

Jangan asal urut, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Jatuh bukanlah hal yang asing bagi anak-anak. Tapi, kali ini, kok, Si Kecil tampak lebih kesakitan dari biasanya, ya? Ini keseleo atau tanda balita patah tulang?

Patah tulang atau fraktur adalah patah sebagian atau penuh di tulang. Ini terjadi ketika gaya yang mengenai tulang lebih besar dibanding yang bisa diserap oleh tulang. Fraktur bisa terjadi akibat jatuh, trauma, atau benturan langsung ke tubuh.

Menurut situs web Children’s National, ada dua jenis patah tulang, yakni:

  • Fraktur terbuka (compound fracture): tulang patah hingga menembus kulit, atau kulit mengalami luka dalam hingga tulang terlihat
  • Fraktur tertutup (simple fracture): tulang patah di dalam dan kulit tidak sampai sobek

Patah Tulang pada Anak-anak

balita patah Tulang pada Anak-anak.jpg

Foto: Nicholas Warrilow from Pixabay

Patah tulang adalah cedera yang umum terjadi pada anak-anak. Tulang Si Kecil masih bertumbuh dan belum berkembang sepenuhnya, sehingga lebih rapuh dibanding tulang orang dewasa.

Selain itu, balita senang bergerak aktif tapi keseimbangannya belum sempurna, sehingga mereka sering jatuh. Akibat jatuh ini pula, patah tulang pada anak-anak paling sering terjadi di pergelangan tangan, lengan, dan siku.

Kabar baiknya, kebanyakan fraktur sembuh dan tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang. Sebab, tulang anak-anak lebih lunak dan cenderung melengkung atau menekuk daripada benar-benar patah. Selain itu, semakin muda usia Si Kecil, semakin cepat ia bisa sembuh dari patah tulang.

Baca Juga: Seperti Apa Tahapan Perkembangan Tulang Anak?

Meski demikian, anak-anak memiliki epifisis sebagai area tulang bertumbuh yang terletak di ujung tulang-tulang panjang. Cedera di bagian ini bisa menyebabkan perbedaan panjang anggota tubuh atau kelainan bentuk di sudut-sudut tubuh.

Tanda Balita Patah Tulang

Tanda Balita Patah Tulang.jpg

Foto: porchn chin from Pixabay

Sulit mengidentifikasi fraktur pada bayi atau balita yang belum pandai mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka hanya bisa menangis, dan terkadang tak tampak tanda cedera di tubuhnya.

Coba cek apakah tanda-tanda patah tulang berikut terdapat di tubuh Si Kecil yang mengalami cedera:

  • Nyeri atau sensitif
  • Bengkak atau kemerahan
  • Perubahan bentuk
  • Area cedera terasa hangat atau memar
  • Enggan atau kesulitan menggerakkan atau menggunakan area yang cedera secara normal

Seringkali orang tua menganggap Si Kecil hanya mengalami keseleo, jadi bagian yang cedera diurut. Tindakan ini berisiko, Moms. Salah-salah, kondisi tulang Si Kecil malah semakin parah. Sebaiknya bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Penyebab Masalah Tulang pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pertolongan Pertama pada Balita Patah Tulang

pertolongan pertama pada balita patah tulang.jpg

Foto: Pixabay from Pexels

Pertolongan pertama yang disarankan The Royal Children’s Hospital Melbourne ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada Si Kecil, membantu mengurangi bengkak, dan memberikan pereda nyeri sampai fraktur ditangani oleh dokter.

  1. Berikan pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen
  2. Kurangi pergerakan di area cedera sebisa mungkin, misalnya dengan memasangkan penyangga (sling) atau bidai (splint)
  3. Kompres area yang cedera dengan es yang dibungkus kain atau ice pack. Jangan tempelkan es ke kulit langsung
  4. Angkat bagian tubuh yang cedera

Baca Juga: Cara Mencukupi Kebutuhan Vitamin D Anak untuk Pertumbuhan Tulang

Tanda Patah Tulang Serius yang Harus Segera Diperiksakan ke Rumah Sakit

Tanda balita Patah Tulang Serius.jpg

Foto: Pixabay from Pexels

Segera bawa Si Kecil ke ruang gawat darurat jika bagian tubuh yang cedera…

  • Tampak berubah bentuk
  • Kebiruan atau berwarna tidak wajar
  • Ada luka besar di area cedera
  • Fraktur terbuka
  • Perdarahan banyak dan sulit dihentikan

Dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan sinar X, MRI, atau CT scan agar bisa menangani balita patah tulang dengan tepat.

Artikel Terkait