TRIMESTER 1
27 Desember 2019

5 Tanda Dehidrasi Saat Hamil, Waspadai Moms!

Waspadai gejala dehidrasi saat hamil, jangan sampai terkena dampaknya
Artikel ditulis oleh Dona
Disunting oleh Intan Aprilia

Ketika hamil, tentu banyak sekali gangguan yang Moms alami. Mulai dari mual dan muntah, diare yang mungkin saja disebabkan karena perut kembung dan bergas, sampai rasa kegerahan yang membuat kita jadi lebih mudah berkeringat daripada biasanya.

Hal-hal di atas sangat umum terjadi, dan ternyata dapat membuat Moms kekurangan cairan atau dehidrasi ketika hamil.

Dehidrasi saat hamil tidak boleh disepelekan. Karena bukan hanya akan membahayakan Moms tapi juga janin dalam kandungan.

Kondisi tersebut dapat membuat air ketuban kurang, produksi ASI sedikit, kelahiran prematur, bahkan kematian ibu atau bayi sendiri.

Baca Juga: 5 Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai

Dehidrasi Saat Hamil

Maka itu, kenali tanda-tanda dehidrasi saat hamil, sebelum dampak yang terjadi menjadi semakin berbahaya.

1. Sering Pusing atau Sakit Kepala

listicle 1.jpg

Tanda dehidrasi saat hamil yang paling umum adalah kepala sering pusing atau terasa sakit.

Hal ini disebabkan karena ketika hamil, volume darah mereka meningkat hampir dua kali lipat dari jumlah biasanya.

Jika mereka mengalami dehidrasi, aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh juga berkurang dan bisa menimbulkan kepala mudah pusing atau terasa sakit.

2. Mulut Terasa Kering dan Sering Merasa Haus

listicle 2.jpg

Seringkali ketika berada di cuaca yang panas, kita lebih memilih untuk meminum air dingin dan manis. Seperti teh, soda, atau es kopi.

Namun, mengonsumsi minuman yang manis, justru akan membuat kita semakin merasa haus.

Jadi apabila Moms merasa haus dan mulut terasa kering, perbanyaklah minum air putih dibandingkan minuman manis lainnya, kurangi minum kafein dan minuman kemasan yang tidak memiliki manfaat bagi tubuh.

Baca Juga: Harus Tahu, Bahaya Kafein Bagi Ibu Hamil

3. Kontraksi Palsu

listicle 3.jpg

American College of Obstetricians dan Gynecologists mengatakan kontraksi terkait dehidrasi sangat umum terjadi.

Jika ibu hamil mengeluhkan tentang kontraksi palsu, biasanya dokter atau bidan akan menyarankan pasien mereka untuk minum air segera ketika mereka mengalami kontraksi.

Hal itu dilakukan untuk melihat apakah minum cukup air dapat membuat kontraksi berhenti.

“Kami menyuruh para wanita untuk duduk, beristirahat, dan minum dua gelas besar air,” ungkap Katherine Rushfirth, C.N.M., associate director Layanan Perawat-Kebidanan Rumah Sakit Umum Massachusetts, seperti dikutip pada self.com.

4. Air Seni Berwarna Keruh atau Kuning

listicle 4.jpg

Normalnya air seni tidak berbau dan berwarna bening. Itu tanda jika kita cukup minum. Tapi jika air seni Moms berwarna keruh atau kuning, dan berbau tajam hal itu merupakan tanda dehidrasi saat hamil.

Namun, ada kalanya vitamin yang dikonsumsi oleh ibu hamil memang menyebabkan air seni menjadi kuning. Moms perlu tanyakan pada dokter ya.

Baca Juga: Ketahui Tanda Kulit Dehidrasi, Beda dengan Jenis Kulit Kering

5. Bibir Pecah-pecah dan Lidah Bengkak

listicle 5.jpg

Tanda lain dari dehidrasi selama kehamilan adalah bibir pecah-pecah dan lidah seperti bengkak.

Apabila Moms sudah mencoba oleskan pelembap bibir tapi masih tidak membaik, coba tambah konsumsi air, dan periksakan ke dokter apabila semakin parah.

Dikutip dari mayoclinic.com, menurut Fahimeh Sasan, D.O., asisten profesor ginekologi, kebidanan, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai, ibu hamil harus mengonsumsi paling tidak 10 gelas cairan per hari. Cairan dapat berupa air, kopi, jus, teh, dan pada dasarnya cairan apa pun yang Moms minum.

Tetapi jika Moms masih aktif selama hamil, atau berada di tempat dengan cuaca atau suhu panas, Moms memerlukan asupan air lebih dari itu untuk menghindari dehidrasi saat hamil.

Akan lebih baik jika meminum air putih hangat dibandingkan jenis minuman lainnya. Jadi, Moms sudah minum berapa gelas hari ini?

Artikel Terkait