KESEHATAN
10 Oktober 2019

5 Tanda Dermatitis Atopik yang Perlu Diwaspadai

Gatal pada kulit mungkin bukan gatal biasa, bisa jadi itu adalah dermatitis atopik
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Dermatitis atopik (eksim) adalah suatu kondisi yang membuat kulit kita merah dan gatal.

Profesor Diamant Thaci, kepala Pusat Pengobatan Inflamasi Komprehensif di Universitas Lubeck di Jerman, mengatakan bahwa dermatitis atopik, penyakit yang biasa ditemukan pada anak-anak, sekarang menjadi salah satu kondisi kulit yang paling umum terjadi pada orang dewasa.

Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang tahan lama (kronis) dan cenderung semakin parah semakin hari.

Biasanya keadaan ini disertai dengan asma atau demam. Dermatitis atopik dapat terjadi di seluruh tubuh, tetapi paling sering terjadi pada tangan (terutama jari), bagian dalam siku atau punggung lutut, dan wajah serta kulit kepala pada anak-anak.

Tanda dermatitis atopik mungkin saja berbeda antara orang yang satu dengan yang lain, tapi biasanya meliputi:

Baca Juga: Kerak Parah Pada Bayi, Waspadai Dermatitis Seboroik!

1. Kulit Kering

tanda dermatitis atopik

Foto: nationaleczema.org

Tanda dermatitis atopik adalah kulit yang sangat kering. Bahkan terkadang, karena kulit yang terlalu kering, kulit mereka bisa pecah-pecah sampai berdarah.

Kulit yang kering juga bisa menjadi awal dari tanda dermatitis atopik. Kulit akan mengalami iritasi dan memerah ketika Moms mulai menggaruk bagian kulit yang terasa gatal.

2. Gatal yang Cukup Parah

tanda dermatitis atopik

Foto: stopyourskinproblem.com

Hampir sama dengan semua jenis eksim, penderita dermatitis atopik juga biasa merasakan gatal yang cukup parah. Gatal ini akan lebih buruk dirasakan pada malam hari.

Banyak anak-anak penderita dermatitis atopik, bahkan memiliki gangguan konsentrasi karena rasa gatal yang terus menerus mereka rasakan. Ada pula yang melaporkan mengalami gangguan tidur karena tidak dapat menahan rasa gatal pada kulitnya.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Cara Tepat Merawat Kulit Bayi dengan Dermatitis Atopik

3. Bercak Merah

tanda dermatitis atopik

Foto: medicalnewstoday.com

Meski tanda dermatitis atopik antara orang yang satu dengan yang lain terkadang berbeda, tapi hampir semua penderitanya pastilah memiliki bercak merah pada tubuhnya.

Bercak merah ini juga terkadang berwarna sedikit abu-abu kecokelatan, dan biasa ditemukan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada bagian atas, kelopak mata. Pada bayi, bercak bahkan ditemukan di wajah dan kulit kepala.

Ruam tersebut dapat terasa sangat gatal atau bahkan panas. Jika digaruk, ruam bisa melepuh dan mengering di permukaan kulit.

4. Kulit Menebal, Pecah, dan Bersisik

tanda dermatitis atopik

Foto: buoyhealth.com

Kegiatan menggaruk bagian kulit yang ruam atau yang terasa gatal bisa menyebabkan infeksi jika dilakukan terus menerus.

Seluruh tanda dermatitis atopik seperti kulit kering, gatal-gatal, dan inflamasi akan muncul dan menghilang. Selama ini terjadi, lapisan kulit akan menebal sehingga kulit terasa kasar.

Dan jika kondisi kulit tidak dilembapkan, kulit dapat menjadi pecah-pecah juga bersisik.

5. Kulit Super Sensitif

tanda dermatitis atopik

Foto: allure.com

Kerusakan pada penghalang kulit dan sistem kekebalan yang terlalu aktif, dapat menyebabkan beberapa orang memiliki kulit yang sangat sensitif.

Biasanya orang dengan kulit sensitif akan merasakan sensasi terbakar, menyengat atau gatal saat menggunakan beberapa produk seperti sabun, busa mandi dan kosmetik.

Kulit dapat menjadi merah dan kering setelah aplikasi berulang dari produk ini.

Faktor lingkungan seperti udara yang terlalu panas atau dingin juga bisa memperparah rasa gatal.

Dermatitis atopik paling sering dimulai sebelum usia 5 tahun dan dapat bertahan hingga remaja dan dewasa.

Bagi sebagian orang, inflamasi akan terjadi secara berkala dan kemudian hilang untuk sementara waktu, bahkan selama beberapa tahun.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Eksim pada Bayi

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), dermatitis atopik lebih banyak dialami oleh orang dengan status sosial dan ekonomi yang lebih tinggi.

“Orang yang tumbuh dengan status sosial dan ekonomi yang tinggi biasanya jarang terekspos pada kotoran, sehingga sistem imunnya akan bereaksi berlebihan saat terkena sesuatu yang dianggap berbahaya,” jelas Temitayo Ogunleye, M.D. asisten profesor dermatologi di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania.

Dokter biasanya akan terus memantau dan memberikan perawatan atau obat sesuai kondisi yang semakin berkembang.

(DH)

Artikel Terkait