PERNIKAHAN & SEKS
21 April 2020

5 Tanda Hubungan Toxic yang Malah Dianggap Normal

Kebiasaan toxic yang selalu terbiasa dibiarkan lama-lama bisa menjadi hal yang normal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, terkadang karena sudah terlalu lama berada dalam sebuah hubungan toxic, kebiasaan yang buruk malah dianggap normal karena sudah terlalu biasa dilakukan.

Padahal, kebiasaan buruk ini tentu malah akan berdampak buruk juga tidak hanya bagi hubungannya, tetapi bagi kesehatan mental yang menjalani.

Sebenarnya, kebiasaan buruk ini pun bisa diperbaiki dengan komunikasi yang baik pula. Tapi nyatanya, tidak banyak pasangan yang menyadari akan pentingnya komunikasi.

Dilansir dari Help Guide, ada beberapa komunikasi yang tidak sehat dalam hubungan ketika menghadapi sebuah konflik, misalnya:

  • Ketidakmampuan untuk mengenali dan menanggapi hal-hal yang penting bagi pasangan.
  • Reaksi eksplosif, marah, menyakitkan, dan membenci.
  • Kurangnya rasa cinta, penolakan, isolasi, mempermalukan, atau takut ditinggal.
  • Ketidakmampuan berkompromi.
  • Menghindari diskusi.

Tanda Hubungan Toxic

Lantas, apa saja ciri-ciri hubungan toxic yang malah dianggap normal oleh kebanyakan orang? Simak pembahasannya di bawah.

1. Minta Maaf Tiap Hari

5 Ciri Hubungan Toxic yang Malah Dianggap Normal 1.jpg

Foto: pexels.com

Sangat bagus untuk meminta maaf jika diperlukan. Tetapi, dalam hubungan toxic, Moms mungkin mendapati diri Moms meminta maaf sepanjang hari bahkan untuk hal kecil. Tentu saja ini bukan pertanda hubungan yang sehat.

“Jika Anda adalah satu-satunya yang meminta maaf atau melakukannya padahal Anda tidak bersalah, itu adalah salah satu tanda hubungan toxic,” ujar Jonathan Bennett, pakar hubungan dan kencan di Double Trust Dating.

Apapun masalahnya, perlu diingat bahwa dua belah pihak dalam hubungan harus bisa dan mau meminta maaf apabila memang bersalah. Jika tidak, itu bisa jadi salah satu tanda hubungan toxic.

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Orang Bertahan Dalam Toxic Relationship

2. Suka Mengendalikan

5 Ciri Hubungan Toxic yang Malah Dianggap Normal 2.jpg

Foto: pexels.com

Mengecek keadaan pasangan memang oke-oke saja, tetapi tidak seharusnya Moms mengirimkan chat pada pasangan sepanjang hari, apalagi kalau Moms melakukannya hanya untuk mencegah pertengkaran.

Sebab, tidak sehat bagi seseorang untuk selalu membutuhkan update dari pasangannya sendiri.

“Meskipun baik untuk memberitahu pasangan Anda tentang aktivitas Anda, tapi tidak setiap saat juga karena rasanya seperti mereka mengawasi Anda setiap saat dan biasanya untuk menunjukkan kurangnya kepercayaan atau adanya upaya untuk mengendalikan,” kata Bennet.

3. Suka Menyalahkan

5 Ciri Hubungan Toxic yang Malah Dianggap Normal 3.jpg

Foto: freepik.com

Jika dalam hubungan ada satu pihak yang suka menyalahkan pihak lain saat terjadi kesalahan, bukan hanya beracun, tapi juga berarti orang tersebut tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

Sebenarnya ini adalah sesuatu yang bisa diubah, tetapi jika salah satu pihak tidak mau melakukan perubahan, mungkin sudah saatnya Moms berpikir ulang.

Baca Juga: 6 Tips Memutus Lingkaran Toxic Parenting dan Bina Hubungan Sehat dengan Anak

4. Berlaku Pasif-Agresif

5 Ciri Hubungan Toxic yang Malah Dianggap Normal 4.jpg

Foto: freepik.com

Sebagian besar orang mengharapkan pasangannya bisa bersikap romantis dan punya kemampuan membaca pikiran.

Dibanding mengutarakan langsung apa yang ada dalam isi hatinya, mereka malah lebih memilih untuk bersikap diam, menggunakan teknik komunikasi pasif-agresif untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Padahal, komunikasi semacam ini malah sangat beracun karena ujungnya kita jadi berekspektasi lebih terhadap pasangan dan kecewa apabila pasangan tidak memenuhi ekspektasi tersebut.

Cobalah berkomunikasi secara terbuka, utarakan langsung apa yang Moms inginkan. Niscaya, drama dalam hubungan pun akan lebih jauh berkurang.

5. Cemburu

5 Ciri Hubungan Toxic yang Malah Dianggap Normal 5.jpg

Foto: freepik.com

Rasa cemburu memang bisa terjadi bahkan dalam hubungan paling sehat sekalipun. Tetapi, bagi pasangan yang merasa percaya diri dengan dirinya sendiri biasanya juga punya kepercayaan dalam hubungan mereka.

Itulah sebabnya apabila pasangan Moms terus menerus cemburu, ini merupakan pertanda buruk bahwa ada sesuatu yang toxic yang terjadi dalam hubungan Moms dan perlu diperhatikan.

Berikan batasan atau buat pasangan bisa lebih mempercayai Moms lagi agar kedua pihak merasa sama-sama nyaman dalam hubungan.

Baca Juga: 5 Tanda Moms Terjebak dalam Pernikahan Tidak Bahagia

Itulah tanda-tanda hubungan yang toxic. Apakah Moms dan Dads melakukannya? Jika dibiarkan, lama-lama hal ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapanpun.

Tentu saja bukan hal yang menyenangkan apabila masalah-masalah ini sudah ditimbun lama dan tiba-tiba meledak, ya.

Untuk itu, usahakan bisa berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan agar masalah bisa terselesaikan dengan baik dan tidak terulang di kemudian hari.

Artikel Terkait