KESEHATAN
5 Juli 2020

4 Tanda Migrain yang Tak Terduga, Waspada Ya!

Migrain adalah sakit kepala sebagian yang bisa menyebabkan sejumlah gejala pada 4 tahapan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Migrain adalah sakit kepala parah yang hanya terjadi pada sebagian kepala. Sakit kepala migrain biasanya bertahan selama 2 hingga 4 jam.

Orang yang mengalami sakit kepala migrain biasanya sensitif dengan cahaya, suara dan gerak. Beberapa orang mungkin juga mual atau muntah ketika migrain.

Tapi dilansir dari The Health, migrain tak terdeteksi berbeda dengan sakit kepala migrain biasa. Migrain tak terdeteksi tidak bisa menyebabkan rasa sakit.

Namun, kondisi ini bisa menyebabkan gejala yang melemahkan bagian tubuh launnya, termasuk sakit perut, pusing dan kepekaan terhadap cahaya atau suara.

Baca Juga: 5 Gejala Tak Biasa Migrain pada Anak, Bukan Cuma Sakit Kepala!

Sebenarnya migrain diam bukan istilah medis resmi. John Rothrock , MD, seorang profesor neurologi di Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas George Washington di Washington mengatakan pasien menggunakan istilah migrain tak terdeteksi untuk menggambarkan kondisi ketika mereka mengalami migrain lebih dari 1 menit tanpa sakit kepala.

Bagaimana Migrain Tak Terdeteksi Bisa Terjadi?

4 Gejala Tak Terduga Seseorang Mengalami Migrain yang Tak Terdeteksi - 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Migrain tak terdeteksi bisa memiliki banyak arti. Seseorang mungkin merasa mengalami migrain atau prodrome, tapi tak mengalami sakit kepala.

Dr. Rothrock mengatakan seseorang yang mengalami migrain diam biasanya merasa berkabut dan merasa tidak nyaman tanpa sakit kepala.

Tanda Migrain yang Tak Terdeteksi

4 Gejala Tak Terduga Seseorang Mengalami Migrain yang Tak Terdeteksi - 2.jpg

Foto: shutterstock.com

Nyeri adalah gejala umum dari sebagian besar jenis migrain. Sedangkan migrain diam tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi memiliki gejala khas yang berbeda dari migrain biasa lainnya.

Tanda migrain tak terdeteksi ini bervariasi sesuai dengan fase migrain seperti yang dilansir dari American Migraine Foundation, antara lain:

1. Fase Prodrome

Fase ini terjadi sebelum timbulnya migrain dan biasanya terjadi beberapa hari atau hanya beberapa jam sebelumnya. Gejalanya bisa termasuk:

  • Depresi
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kesulitan berbicara dan membaca
  • Kelelahan dan menguap
  • Mengidam makanan
  • Mudah marah
  • Kekakuan otot
  • Mual
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara
  • Gangguan tidur

Kebanyakan orang dengan migrain diam akan mengalami fase prodrome, tetapi kondisi ini tidak selalu terjadi sebelum kejadian.

Baca Juga: 6 Tips Tidur Nyenyak untuk Penderita Migrain Kronis

2. Fase Aura

Sebanyak 20-25 persen orang dengan migrain pasti mengalami fase aura. Orang dengan migrain diam biasanya mengalami gejala aura tanpa sakit kepala.

Tanda aura meliputi mati rasa dan kesemutan di bagian tubuh, kehilangan penglihatan sementara, gangguan visual, seperti penampilan pola dan lampu yang berkedip.

Gejala-gejala ini berkembang secara bertahap dan bisa bertahan hingga satu jam atau lebih.

3. Fase Sakit Kepala

Selama fase sakit kepala, orang biasanya mengalami rasa sakit yang bisa bertahan 4-72 jam.

Tapi, kondisi ini tidak berlaku untuk mereka yang menderita migrain diam.

Karena, seseorang cenderung mengalami gejala seperti kecemasan atau suasana hati yang depresi, pusing, ketidakmampuan untuk tidur, hidung tersumbat, mual, sakit leher dan kekakuan serta sensitivitas terhadap cahaya, bau dan suara.

4. Fase Postdrome

Sekitar 80 persen orang yang mengalami migrain akan mengalami postdrome.

Kondisi ini biasanya terjadi pada akhir fase sakit kepala. Karena itulah, beberapa orang menyebutnya mabuk migrain.

Fase postdrome ini dapat bertahan selama 24-48 jam dan menyebabkan gejala seperti pegal, kesulitan berkonsentrasi, pusing, euforia atau depresi dan kelelahan.

Baca Juga: Mengatasi Migrain secara Alami? Yuk Coba 5 Makanan Ini!

Artikel Terkait