5 Tanda Kita Terjebak dalam Pernikahan Tidak Bahagia

Hubungan pernikahan yang tidak sehat bisa menyebabkan lelah pikiran, fisik, dan mental
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Sebuah hubungan bisa dikatakan sehat apabila Moms dan Dads sama-sama menikmati waktu bersama tapi juga bisa memiliki dan saling menghargai me time.

Hubungan pernikahan yang sehat tidak mengharuskan Moms dan Dads untuk selalu bersama 24/7 karena bagaimana pun, agenda besar yang dimiliki dalam keluarga tetap sama.

Tanda Pernikahan Tidak Bahagia

Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah Moms dan Dads sudah berada dalam hubungan pernikahan tidak bahagia?

Berikut ini tanda-tanda hubungan pernikahan yang tidak bahagia yang harus Moms dan Dads waspadai.

1. Tidak Lagi Berhubungan Seks

suami menolak hubungan seks

Memang dorongan seks setiap orang berbeda, tetapi apabila Moms dan suami sudah tidak melakukannya dalam waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Hal ini merupakan tanda hubungan pernikahan yang tidak bahagia karena membuat salah satu pihak merasa ditolak dan tidak diinginkan.

"Apa yang membuat pernikahan romantis adalah kombinasi keintiman fisik dan emosional yang disediakan hanya untuk kalian berdua," kata Marni Feuerman, PsyD, seorang terapis pernikahan di Boca Raton dan penulis Ghosted and Breadcrumbed: Stop Falling for Unavailable Men and Get Smart About Healthy Relationships.

Kasih sayang antara suami dan istri tidak bisa digantikan dalam hubungan lain, sehingga jika salah satu hasrat pasangan mulai mereda, hal ini bisa menimbulkan masalah dan kebencian yang membuat Moms dan Dads terpisah.

Baca Juga: Hati-hati Jadi Bertengkar! Ini 3 Kesalahan saat Diskusi dengan Suami

2. Saling Menghindari Satu Sama Lain

suami menolak hubungan seks

Apakah Moms dan Dads sering berlama-lama di kantor daripada yang seharusnya, atau menghabiskan waktu ekstra tanpa tujuan berkeliaran di mall agar tidak harus pulang ke rumah?

Saat seharusnya menonton film berduaan, apakah Moms dan Dads lebih memilih sibuk dengan ponsel masing-masing?

Ini bisa jadi pertanda pernikahan yang tidak bahagia, karena bukannya berkomunikasi dan berinteraksi, Moms dan Dads malah sibuk dengan aktivitas masing-masing.

3. Punya Fantasi Perceraian

Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah 3.jpg

Kadang-kadang, membayangkan diri sendiri menikah dengan artis favorit atau jadi single lagi bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

Namun, apabila Moms sering memikirkan tentang perceraian secara rutin dan selalu membandingkan kehidupan sebenarnya dengan kehidupan imajiner, ini merupakan tanda hubungan pernikahan yang tidak bahagia.

Apalagi, jika Moms punya pikiran bahwa kehidupan akan baik-baik saja tanpa pasangan.

Mungkin ini salah satu tanda paling menonjol yang membuktikan bahwa sebetulnya Moms dan Dads tidak ingin benar-benar bersama lagi.

Baca Juga: Jangan Lakukan Ini Setelah Bertengkar dengan Suami

4. Salah Satu Melakukan Perselingkuhan

3 Alasan yang Sering Dipakai Seseorang untuk Selingkuh 2.jpg

Bahkan jika Moms atau Dads sudah memaafkan salah satu yang berselingkuh, mungkin sebenarnya masih ada perasaan dendam dan sakit hati jauh di dalam lubuk hati.

Nyatanya, perselingkuhan yang pernah terjadi akan berdampak pada hubungan pernikahan yang tidak bahagia, meski sekarang sudah dimaafkan atau perselingkuhan telah selesai.

Dilansir dari The National Marriage, 70 persen orang Amerika menganggap kalau aktivitas online seperti chatting dan sexting dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangan adalah sebuah perselingkuhan.

Feuerman tidak mengatakan untuk melupakan perselingkuhan yang pernah terjadi, tetapi jika Moms dan Dads tidak bisa melewatinya dengan baik, pertimbangkan bantuan dari luar seperti terapis hubungan, coba untuk berpisah sementara, atau bahkan berpisah selamanya.

5. Pertengkaran Berhenti

bertengkar dengan suami

"Pasangan yang peduli satu sama lain, masih akan bertengkar. Bertolak belakang, tetapi benar adanya," kata Lisa Marie Bobby, PhD, psikolog berlisensi dan terapis pernikahan dan keluarga dan penulis Exaholics: Breaking Your Addiction to an Ex Love.

"Menariknya, ketika hubungan sudah mau berakhir, pertempuran pun berhenti. Tidak ada lagi konflik aktif karena masing-masing pihak menyerah untuk percaya bahwa perubahan itu mungkin. Kedua pihak telah terluka, frustrasi, dan kecewa begitu sering sehingga mereka mendapatkan pesan: mereka tidak peduli apa yang mereka lakukan atau katakan. Jadi, mereka berhenti bertengkar," kata Bobby.

Baca Juga: Jika Dipendam, 5 Hal Ini Akan Jadi Pemicu Pasangan Bercerai

Itulah tanda-tanda hubungan pernikahan yang tidak bahagia. Apabila Moms merasakannya, segera komunikasikan baik-baik apa yang membuat Moms dan Dads merasa demikian, kemudian cari solusi agar masing-masing bisa merasa dihargai.

Jangan sungkan apabila Moms dan Dads memang membutuhkan bantuan pihak ketiga seperti konsultan pernikahan.

Artikel Terkait