KESEHATAN
11 November 2019

5 Tanda Risiko Penyakit Jantung, Jangan Diabaikan!

Kebotakan pada pria ternyata salah satu tanda risiko penyakit jantung lho
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

The Heart Foundation mencatat di Amerika Serikat, setiap menitnya ada orang yang meninggal akibat penyakit jantung. Bahkan, 400.000 orang Amerika meninggal setiap tahun karena penyakit jantung.

Meski demikian, ciri serangan jantung seperti rasa sakit di dada dan sesak napas mendadak cukup familiar di masyarakat.

Tanda Risiko Penyakit Jantung

Begitu pula dengan faktor risikonya, seperti kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, obesitas, dan merokok. Akan tetapi, jauh sebelum terjadinya serangan jantung ada ‘sinyal’ yang menandakan berisiko terkena penyakit jantung meski dalam kondisi sehat.

Apa saja tanda risiko penyakit jantung yang jangan diabaikan? Simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

1. Pembengkakan Kaki dan Tungkai Bawah

top image kaki bengkak saat hamil

Tanda risiko penyakit jantung yang pertama adalah pembengkakan pada kaki dan tungkai bawah. Pembengkakan pada kaki dan tungkai bawah dapat disebabkan oleh gagal jantung, penyakit arteri perifer, penyakit paru-paru, atau kondisi yang menyebabkan pembuluh darah mengalami kesulitan mengirim darah dari kaki ke jantung.

Mirip dengan rasa sakit di dada, pembengkakan pada kaki dan tungkai bawah disebabkan oleh aliran darah yang tidak mengalir dengan baik ke jantung maupun sebaliknya.

“Kondisi tersebut harus diperiksa dengan seksama, sebab bisa juga dikarenakan terlalu banyak konsumsi garam,” kata Gerald Fletcher, M.D., juru bicara American Heart Association

2. Kebotakan pada Pria

4 - 4 Alasan Mengapa Kepala Botak Baik untuk Kesehatan.jpg

Tanda risiko penyakit jantung yang selanjutnya adalah kebotakan pada pria. Penelitian Harvard Medical School and Brigham and Women’s Hospital di Boston menemukan korelasi antara kerontokan rambut pria dan kondisi jantung. Misalnya, serangan jantung ringan, angin duduk, dan penyumbatan arteri koroner.

Risiko penyakit jantung meningkat 9 persen ketika pria dari segala usia mulai mengalami kerontokan di bagian depan kepala mereka.

Kemudian, meningkat 23 persen ketika mengalami botak pada bagian depan kepala dan 36 persen ketika kepala benar-benar botak. Risiko tersebut meningkat pada pria dengan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.

Baca Juga: Ini 4 Jenis Olahraga yang Tidak Disarankan untuk Penderita Penyakit Jantung

3. Kekuatan Menggenggam

kekuatan menggenggam.jpg

Foto: ishn.com

Tanda risiko penyakit jantung yang selanjutnya adalah penurunan kekuatan genggaman. Para peneliti Prospective Urban Rural Epidemiology (PURE) menyebutkan bahwa kekuatan menggenggam memiliki korelasi dengan penyakit jantung.

Hasil penelitian tersebut, setiap penurunan 11 gram kekuatan genggaman, maka risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat 17 persen, 7 persen peningkatan risiko serangan jantung, dan 9 persen peningkatan risiko stroke.

4. Sleep Apnea Obstruktif

sleep-apnea-1024x677.jpg

Foto: hopkinsmedicine.org

Tanda risiko penyakit jantung yang selanjutnya adalah sleep apnea obstruktif. Sleep apnea obstrktif seringkali berkaitan dengan obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Sleep apnea merupakan kondisi berhenti napas sesaat saat tidur, ketika berhenti bernapas secara berkala, maka tidak mendapatkan cukup oksigen.

Hal tersebut membuat otak ‘mengirimkan’ peringatan ke seluruh tubuh yang berpengaruh pada tekanan darah, membuat jantung berdetak lebih cepat sehingga meningkatkan peradangan atau merusak pembuluh darah.

American Heart Association menyebutkan sleep apnea membuat tidur gelisah dan berhubungan dengan tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Baca Juga: Insomnia Tingkatkan Risiko Gagal Jantung, Benarkah?

5. Disfungsi Seksual

disfungsi ereksi

Tanda risiko penyakit jantung yang selanjutnya adalah disfungsi seksual. Pada pria, disfungsi ereksi DE berkaitan dengan aliran darah dari jantung ke penis, yang menunjukkan adanya kemungkinan aterosklerosis atau penyempitan arteri yang menyebabkan penyakit jantung.

”Pada pria, disfungsi ereksi telah dikaitkan dengan penyakit arteri koroner,” kata David I. Feldman, B.S., penulis utama dan asisten peneliti Ciccarone Center for the Prevention of Heart Disease Johns Hopkins di Baltimore, Marylan.

Sedangkan pada perempuan, gejalanya hasrat dan gairah berhubungan seksual yang berkurang. Hal itu dikarenakan aliran darah yang tidak lancar ke area genital akibat jantung yang tidak sehat.

Wichita State University menyebutkan perempuan yang menderita penyakit arteri koroner dapat menderita masalah seksual, seperti masalah hasrat, gairah, pelumasan, orgasme, dan rasa sakit ketika berhubugan seksual.

Itulah beberapa tanda risiko penyakit jantung yang tidak boleh diabaikan. Dengan mengetahui tanda-tanda tersebut, Moms dan Dads dapat melakukan pencegahan sebelum terjadinya serangan jantung. Semoga bermanfaat.

(SWN)

Artikel Terkait