KELUARGA
24 Juni 2020

5 Tanda Moms Siap Bercerai, Pikirkan Baik-baik ya!

Bercerai jadi solusi terakhir dalam sebuah pernikahan. Lantas, sudah siapkah Moms untuk bercerai?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms dan Dads merasa hubungan pernikahan sudah di ujung tanduk? Sebelumnya, coba tenangkan diri dulu, Moms. Jernihkan pikiran dan tarik napas dalam-dalam.

Sebelum memutuskan untuk bercerai, Moms pun perlu ingat bahwa setiap rumah tangga pasti memiliki permasalahannya sendiri. Cara satu-satunya untuk menyelesaikan masalah itu ialah dengan berkomunikasi dan saling bertoleransi dengan Dads.

Tanda Siap Bercerai

Namun, apabila berbagai cara sudah ditempuh dan Moms masih merasa sudah tidak kuat di dalam hubungan tersebut, mungkin memang perceraian satu-satunya jalan.

Tetapi, untuk memastikan apakah Moms sudah siap untuk bercerai atau belum, pastikan dulu ya tanda-tanda siap bercerai di bawah ini.

1. Sudah Tidak Saling Menghargai

Sudah Siapkah untuk Bercerai? Pastikan 5 Tanda Ini Ada 2.jpg

Salah satu tanda yang paling pasti apakah Moms siap untuk bercerai ialah dengan melihat masih adakah rasa saling menghargai di antara Moms dan Dads? Sebab, perasaan mencintai tidak bisa ada tanpa rasa saling menghargai.

Moms sudah tidak lagi percaya bahwa pasangan bisa diandalkan, bisa dipercaya, dan bisa bersikap jujur. Moms sudah tidak lagi percaya kalau pasangan masih layak mendapatkan pengertian dari Moms.

“Sifat mencintai orang lain adalah rasa hormat yang dalam terhadap orang lain. Ketika rasa hormat sepenuhnya meninggalkan hubungan, cinta itu hilang. Itulah sebabnya kurangnya rasa hormat adalah tanda pertama dan terbesar bahwa Anda siap untuk bercerai,” kata Robert Farzad, pengacara dari Farzad & Ochoa Family Law Attorneys, LLP, di California.

Baca Juga: Pikir dengan Matang, 4 Pertimbangan Penting Sebelum Memutuskan Bercerai dengan Suami

2. Tidak Pernah Bertengkar Lagi

Sudah Siapkah untuk Bercerai? Pastikan 5 Tanda Ini Ada 3.jpg

Hubungan yang sehat ditandai dengan adanya pertengkaran. Itu artinya, Moms dan Dads masih saling peduli dan berkomunikasi sampai ada perdebatan.

Tetapi, ketika perdebatan itu menjadi hal yang biasa terjadi, lama-lama Moms atau Dads akan merasa lelah dan lebih memilih mengabaikannya. Akhirnya, pertengkaran pun tak pernah terjadi lagi.

Apabila hal ini sudah terjadi dalam waktu lama di rumah tangga, mungkin ini memang jadi salah satu tanda kalau Moms memang sudah siap untuk bercerai.

3. Bisa Membayangkan Perceraian

Sudah Siapkah untuk Bercerai? Pastikan 5 Tanda Ini Ada 4.jpg

Bagi pasangan yang harmonis, membayangkan perceraian saja mungkin tidak pernah terlintas di benak mereka. Tetapi, bagi Moms yang sudah tidak tahan berada dalam rumah tangga yang kurang harmonis, fantasi akan perceraian mungkin selalu terputar dalam benak.

Apabila Moms sudah sering sekali membayangkan perceraian, ini merupakan salah satu tanda bahwa Moms siap untuk bercerai.

Baca Juga: 4 Cara Memberi Tahu Anak Kalau Orang Tua Akan Bercerai

4. Bisa Menerima Konsekuensi Perceraian

3 Langkah Move On Setelah Bercerai 2.jpg

Tidak hanya membayangkan perceraian saja, tetapi Moms pun sudah siap menerima segala konsekuensi dari perceraian yang akan terjadi.

Moms sudah menimbang-nimbang bahwa konsekuensi perceraian lebih baik dijalani daripada harus bertahan lebih lama dalam rumah tangga.

5. Menyadari dan Ikhlas

Sudah Siapkah untuk Bercerai? Pastikan 5 Tanda Ini Ada 1.jpg

Pada akhirnya, tanda-tanda yang paling menentukan apakah Moms siap untuk bercerai atau tidak ialah Moms sudah menyadari dan ikhlas bahwa Moms dan Dads memang punya nilai-nilai yang berbeda dalam pernikahan dan tidak bisa lagi dipaksakan.

Moms sudah bisa mengikhlaskan bahwa memang suatu hubungan bisa diperjuangkan, tetapi tidak semua bisa diselamatkan.

Baca Juga: 3 Langkah Jitu Move On setelah Bercerai

Itulah 5 tanda-tanda yang harus Moms pastikan untuk melihat apakah sudah siap untuk bercerai atau belum. Pertimbangkan baik-baik dan pikirkan masa depan, apalagi jika Moms dan Dads sudah memiliki Si Kecil.

Dikutip dari Familymeans.org, ketika orang tua bercerai, efek perceraian pada anak bisa bervariasi. Beberapa anak bereaksi terhadap perceraian dengan cara alami dan pengertian, sementara anak-anak lain mungkin bergumul dengan transisi. Jadi, orang tua memang harus betul-betul memikirkan dampaknya pada anak sebelum bercerai.

Apapun keputusan yang Moms buat, pastikan juga sudah disepakati bersama sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Artikel Terkait